DarkSovls merefleksikan dengan tajam terhadap kondisi dunia saat ini yang dinilai semakin suram, lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Spektrum Kedap Cahaya”.
Sekaligus, mereka mempertegas identitas musikal DarkSovls yang konsisten dengan nuansa sinis dan depresif sejak awal perjalanan mereka.
Di lagu barunya itu, mereka menggambarkan dunia yang perlahan bergerak menuju fase yang dapat disebut sebagai proto-apokaliptik.
Konflik yang terus terjadi di berbagai belahan dunia dipandang bukan sekadar peristiwa acak, melainkan seperti sebuah pola yang terstruktur oleh kekuatan-kekuatan tertentu.
Isu global seperti konflik Israel-Palestina yang kian brutal dan meluas menjadi salah satu sorotan, dimana upaya perdamaian kerap terasa paradoksal dan tidak lebih dari simbol semata. Serta adanya Board of Peace hanya tampak seperti lelucon belaka.
Vokalis Daniel Mardhany Gumulyo yang menulis lirik “Spektrum Kedap Cahaya” meyakinkan, bahwa dunia telah didesain ke arah yang lebih gelap. Mental kita dirusak ke arah yang lebih suram.
“Sebenarnya kami melanjutkan apa yang udah kami buat sejak single ‘Frustrasi Kolosal’, bahkan album ‘Omegalitikum’,” serunya kepada MUSIKERAS.
(Keseluruhan album “Omegalitikum” bisa didengarkan via tautan laman Bandcamp ini.)
“Musik kami sekarang semakin gelap seperti kondisi dunia saat ini. Sebelum pergantian personel, kami emang sepakat ke arah yang lebih gelap dan suram.”
Bije & Dirk
Ya, Darksovls sekarang memang digerakkan formasi baru, dan tak lagi diperkuat oleh gitaris Christopher ‘Coki’ Bollemeyer. Posisinya kini digantikan oleh Dirk ‘Derik’ Marthin dan Nyoman ‘Bije’ Saputra Wardana dari Hellcrust.
Keduanya melengkapi kekuatan yang sebelumnya telah dibangun Daniel, dramer Andyan ‘Ghorust’ Nasary Suryadi serta bassis Bonny Sidartha.
Dirk dan Bije juga tidak sekadar sebagai pelengkap. Namun juga terlibat penuh dalam proses kreatif sekaligus berkontribusi di peracikan serta isian-isian gitar selama rekaman berlangsung.
“Kontribusi Bije dan Derik sangat besar untuk Darksovls,” cetus Daniel.
Menurutnya, Bije yang menulis mayoritas riff di lagu baru mereka, dan diaransemen bersama Andyan. “Dirk juga mengisi vokal clean di lagu ini. Hal yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.”
Selain itu, kali ini DarkSovls juga menggandeng Imamul Khaer dari Esoteric Revelation sebagai musisi tamu untuk mengisi elemen synth, yang memperkaya dimensi atmosfer dalam “Spektrum Kedap Cahaya”.
Dalam olahan musik keseluruhan, Daniel juga menegaskan bahwa mereka masih mengeksplorasi ranah black death metal di karya terbaru. Dan untungnya, dua gitaris baru bisa menangkap apa yang diinginkan para personel Darksovls.
“Sebelum menulis single ini, kami sempet workshop dan saling melempar band referensi masing-masing agar ketemu titik temunya antara member lama dan member baru.”
“Kami membiarkan Dirk dan Nyoman dengan karakter permainan mereka, tidak di haruskan sama kayak Coki. Proses kreatif tetep sama sih, beda tempat doang. Kalo dulu kami workshop di rumah Coki, sekarang di tempat Gorust.”

Coki Pamit
Lalu sebenarnya ada alasan apa di balik hengkangnya Coki?
Secara personal, Boni menegaskan tidak ada masalah antara Darksovls dan Coki. Semuanya bermuara di kesibukan Coki yang mulai kesulitan membagi waktu.
“Suatu waktu gue lagi makan siang bareng Coki, trus dia bilang kalo berniat untuk mundur dari Darksovls dan BongaBonga,” tutur Boni mengisahkan.
Saat itu, kata Boni, memang jadwal Coki lumayan padat. Beberapa kali juga tidak bisa ikut manggung.
“Gue cuma bilang, kalo emang udah yakin (mundur) ya gue nggak akan nahan-nahan. Tapi yang jelas hubungan kita semua masih amat-amat sangat baik sama beliau. Baik anak-anak di BongaBonga maupun Darksovls, masih tetap komunikasi dan beberapa kali juga masih ketemu.”
”Spektrum Kedap Cahaya” kini telah tersedia dan dapat dinikmati di berbagai gerai penyedia layanan musik digital sejak 20 Maret 2026 lalu. Sementara video liriknya bisa ditonton di kanal YouTube Brutal Mind Records.
Tidak hanya sebagai tambahan katalog karya, tapi lagu itu juga menjadi penanda transformasi Darksovls menuju formasi baru yang lebih solid.
Dengan energi dan komposisi yang semakin matang, band bentukan 2021 ini menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan dalam kancah musik metal Tanah Air. (mdy/MK01)