Deathcore adalah sub-genre musik keras yang unik, dimana kegaharan metal digiring ke tingkatan yang lebih ekstrim, dengan memadukan riff dan blastbeat dari death metal, breakdown yang berat dari metalcore, namun bisa dimainkan di tempo midlow tanpa kehilangan kebrutalan dan keganasannya.
Fakta-fakta menarik itulah yang diungkapkan para personel Remember This Day kepada MUSIKERAS, untuk menjawab alasan mereka menganut paham deathcore. Dan kini, sebagai pembuktian pertama dalam mengeksekusi sub-genre tersebut, Jeremiah Ferdyson (vokal), Pieter Anroputra (gitar) ,Jeffry Arsand (gitar) dan Ragil Ray (dram) telah melampiaskan sebuah single berbahaya bertajuk “Terlahir Anarkis”. Di lirik single pertama ini, Remember This Day mengangkat ide asal usul sifat jahat manusia karena maraknya kriminalitas yang melampaui batas kemanusiaan.
Mereka menggarap rekaman “Terlahir Anarkis” di Studio Palu, Jakarta dan menghabiskan waktu selama kurang lebih 3-4 hari untuk merampungkannya. Selama menjalani prosesnya, pihak Remember This Day mengaku tidak menemui kendala teknis yang signifikan.
“Hampir tidak ada, karena persiapan sebelumnya. Hanya tahap mixing dan mastering yang lumayan menyita waktu banyak karena proses pencarian sound yang tepat. Karena single pertama ini mungkin sedikit banyak akan menjadi acuan untuk album pertama,” urai pihak band meyakinkan.
Lewat single “Terlahir Anarkis”, Remember This Day yakin bisa memborbardir para metalhead untuk ber-headbang lebih keras. “Kami sudah memiliki persiapan yang matang untuk menghibur para pencinta deathcore dengan riff yang fresh, berat dengan aksi panggung yang seru. Remember This Day memiliki sound rapi bernuansa modern yang low dan high gain.”
Remember This Day sendiri terbentuk pada akhir 2017 lalu, yang terbangun dari dari persahabatan dan kekompakan para personelnya. Dari sisi musikal, mereka antara lain menyerap referensi dari band-band seperti Chelsea Grin, Whitechapel serta band lokal macam Burgerkill dan Revenge the Fate. (mdy/MK02)
.