REBELLION OF HEAVEN Menantang Takdir

Elemen deathcore electronica yang mendominasi komposisi single “Luka” yang dirilis pada akhir 2018 lalu, kini dikembangkan oleh Rebellion of Heaven. Unit cadas asal Banyuwangi tersebut kini juga menyuntikkan elemen orkestra yang megah, lewat karya rekaman terbarunya, “Destiny”.

“Untuk konsep musikal, di single-single sebelumnya kami hanya menggunakan elemen deathcore electronica, (sementara) di lagu ‘Destiny’ kami sedikit memasukkan elemen orkestra sebagai pendukung dan pemanis dari pesan-pesan lirik lagunya. Kami mendapatkan referensi lagunya dari ide-ide tiap personel, lalu kami juga saling searching (ide) dari band-band seperti Born of Osiris dan Crossfaith,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Penggarapan rekaman single “Destiny” sendiri berlangsung di Glasslight Studio, termasuk untuk eksekusi mixing dan mastering. Prosesnya lumayan cepat. Penggodokan materi mentahnya hanya membutuhkan waktu lima hari, lalu para personel Rebellion of Heaven, yakni Alvian Klemens (vokal), Gustaf Arrozaq Belmiro (gitar), Mei Indah Yeni (bass), Aditya P. (dram) dan Erwin (synth) langsung memasuki tahap revisi dari semua instrumentasi semua personel. “Setelah tahap revisi selesai baru masuk tahap rekaman di studio. Pengerjaan rekamannya memakan waktu enam hari.”

Lirik yang dituturkan Rebellion of Heaven di “Destiny” adalah untuk menggambarkan sebuah perjalan grup band tersebut, dengan menyanyikan lirik ‘we don’t give up’, yang mengartikan tekad untuk bangkit dan tidak menyerah untuk terus berkarya, walaupun masih banyak perbedaan dan juga makian yang ingin menjatuhkan semangat grup band tersebut. 

“Bahwa kami tidak akan menyerah pada takdir dan akan terus berkarya. Maka di dalam video klip ‘Destiny’ kami bercerita tentang perjalanan sosok Putri yang mewakili semua personel untuk terus melawan gangguan dari adanya musuh yang terus mem-bully dan mencibir perjalanan band. Musuh tersebut digambarkan sebagai siluman babi yang mencoba membunuh seorang Putri yang menjaga sebuah hutan, saat malam hari.”

Geliat Rebellion of Heaven dimulai pada 20 September 2014. Dalam perjalanannya sempat beberapa kali mengalami pergantian personel, namun akhirnya sepakat untuk mencoba menghilangkan perbedaan. Hasilnya pada 8 November 2017, mereka berhasil menelurkan single perdana bertajuk “Shut Up!!!”. Setelah lagu “Destiny”, Rebellion of Heaven langsung meneruskan proses penggarapan materi lagu untuk album mini (EP) debut yang rencananya diberi judul “Destroyed with Lasting Light”. (mdy/MK01)

.

 

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.