PRABU: Eksplorasi Modern di “Pergi Tanpa Suara”

Membaurkan elemen rock, metal dan metalcore, lengkap dengan entakan breakdown plus geraman scream menjadi bentuk ekspresi eksplosif Prabu di lagu terbarunya.
prabu
PRABU

Prabu meluncurkan salah satu langkah terbarunya dalam memperluas perjalanan musikal mereka, lewat sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “Pergi Tanpa Suara”.

Lagu ini, sekaligus menyuguhkan warna musik yang lebih matang dan emosional.

Unit keras asal Semarang, Jawa Tengah bentukan 12 Mei 2023 ini berusaha membawa pendengar masuk ke dalam suasana kehilangan dan proses menerima kenyataan ketika sebuah hubungan harus berakhir.

“Lagu ini bercerita tentang sebuah kepergian yang tidak selalu disertai penjelasan. Kadang seseorang pergi begitu saja, sementara kita masih berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi.”

Sementara di musiknya, Prabu yang diperkuat vokalis Denatya Azzahra (Dena), gitaris Yudi Ariantono, bassis Fico Alfriano Fairessa dan drumer Marseno Adhi Saputro (Seno) menggabungkan referensi yang berbeda.

Mereka membaurkan elemen rock, metal dan metalcore, lengkap dengan geraman scream di berbagai sisi.

Dengan karakter musik yang terus berkembang, Prabu berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya yang memiliki identitas, energi dan cerita yang dekat dengan kehidupan pendengarnya.

Lebih jauh tentang karya terbarunya, kepada MUSIKERAS, Prabu mengungkap proses kreatif di balik penggarapan “Pergi Tanpa Suara”:

Proses Penggarapan:

“Proses kreatif ‘Pergi Tanpa Suara’ dimulai dari penulisan lirik hingga akhirnya menjadi sebuah lagu yang utuh. Kami menghabiskan waktu kurang lebih satu bulan dalam keseluruhan proses pengerjaannya.”

“Lagu ini kami bangun dengan membawa cerita tentang kepergian, kehilangan, dan perasaan yang tertinggal tanpa sempat terucapkan. Dari awal, kami ingin setiap bagian musik dan vokal mampu menyampaikan emosi tersebut kepada pendengar.”

“Untuk proses rekaman, kami mempercayakan pengerjaannya di Hero Music Studio, dengan waktu rekaman yang berlangsung selama dua shift. Dalam prosesnya, kami berusaha memberikan yang terbaik, mulai dari penggarapan instrumen hingga vokal, agar karakter dan energi lagu dapat tersampaikan secara maksimal.”

“Bagi kami, ‘Pergi Tanpa Suara’ bukan hanya sebuah karya musik, tetapi juga bentuk ekspresi dari perasaan yang ingin kami sampaikan melalui musik Prabu.”

Konsep modern metal:

“Secara musikal, ‘Pergi Tanpa Suara’ mengusung konsep modern metal dengan sentuhan metalcore yang lebih kuat, perpaduan breakdown, scream, dan atmosfer musik yang lebih modern.”

“Dalam lagu ini, kami mencoba mengeksplorasi sound yang lebih agresif, tetapi tetap memberikan ruang bagi sisi emosional dan melodis. Kami ingin menciptakan dinamika yang mampu membawa pendengar merasakan energi musik sekaligus pesan yang terkandung dalam lirik.”

“Salah satu hal yang membedakan karya ini dari karya-karya kami sebelumnya adalah pendekatan sound dan aransemen yang lebih modern.”

“Kami menghadirkan elemen breakdown dan scream sebagai bagian dari ekspresi musikal, bukan hanya untuk menambah sisi keras lagu, tetapi juga memperkuat emosi serta atmosfer yang ingin dibangun.”

“Selain itu, kami juga memadukan lirik berbahasa Indonesia dan Inggris, sehingga memberikan warna tersendiri dalam penyampaian pesan lagu.”

“Bagi Prabu, eksplorasi ini merupakan bagian dari perjalanan kami untuk terus berkembang, menemukan warna baru, dan memperkuat identitas musik tanpa meninggalkan karakter yang kami miliki.”

Referensi Musik:

“Dalam proses penggarapan komposisi dan aransemen ‘Pergi Tanpa Suara’, kami mendapatkan inspirasi dari berbagai referensi musik, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.”

“Dari Indonesia, kami terinspirasi oleh Kotak dan Burgerkill, sementara dari luar negeri kami mengambil referensi dari Evanescence, Spiritbox, serta band-band alternatif era 2000-an.”

“Masing-masing referensi memberikan warna dan inspirasi yang berbeda, baik dari segi karakter gitar, atmosfer, dinamika musik, maupun cara menyampaikan emosi melalui vokal.”

“Kami mencoba mengolah berbagai inspirasi tersebut menjadi sebuah pendekatan yang sesuai dengan karakter Prabu. Elemen modern metal, metalcore, breakdown dan scream kami eksplorasi untuk membangun identitas musikal yang lebih luas.”

“Kami tidak ingin sekadar mengikuti tren atau meniru karya band lain. Referensi tersebut menjadi bagian dari proses kami dalam menemukan warna musik sendiri, sehingga ‘Pergi Tanpa Suara’ tetap memiliki karakter dan identitas Prabu.”

Langkah Selanjutnya:

“Setelah perilisan ‘Pergi Tanpa Suara’, fokus kami adalah terus memperkenalkan karya ini kepada lebih banyak pendengar melalui berbagai kegiatan promosi dan penampilan panggung.”

“Kami juga sudah menyiapkan beberapa lagu yang nantinya akan menjadi bagian dari perjalanan Prabu menuju sebuah album.”

“Saat ini, kami terus mengembangkan materi dan mempersiapkan karya-karya berikutnya agar memiliki konsep serta kualitas yang sesuai dengan arah musik yang ingin kami bangun.”

“Ke depannya, kami berencana untuk melanjutkan perilisan single baru secara bertahap, memperluas jangkauan musik Prabu dan mengarahkan karya-karya tersebut hingga menjadi sebuah album.”

“Harapan kami, Prabu tidak hanya dikenal melalui satu lagu, tetapi bisa terus tumbuh bersama para pendengar dan menghadirkan karya-karya yang memiliki makna serta karakter tersendiri.”

“Kami ingin perjalanan Prabu ke depan menjadi ruang untuk terus bereksplorasi, memadukan musik modern dengan identitas yang kami bawa, serta memberikan pengalaman musikal yang lebih luas kepada para pendengar.”

Sejak 18 Agustus 2026 lalu, “Pergi Tanpa Suara” serta rilisan-rilisan lagu lepas Prabu sebelumnya sudah tersedia dan dapat didengarkan di berbagai gerai pemutar musik digital.

Termasuk di kanal YouTube Music dan format video di YouTube. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
rascal
Read More

RASCAL: Unjuk Gigi di EP “Heaven Shall Burn”

Usai perkenalan dan pemanasan di lagu “In Mourning”, Rascal melesatkan album mini (EP) debutnya, “Heaven Shall Burn” yang sarat kekerasan metallic hardcore.
pitfall
Read More

PITFALL: Nyawa Baru Usai Hibernasi

Usai masa hiatus yang berlangsung lebih dari satu dekade, Pitfall akhirnya meraung lagi lewat rilisan maxi-single, pemanasan menuju perilisan album mini (EP).
klacht
Read More

KLACHT: Sedang Memproduksi Dendam

Rilisan tunggal “Tak Logis” menandai persiapan Klacht menuju peluncuran album mini (EP) terbarunya yang sarat racikan hardcore punk, post-punk hingga shoegaze.