“Persetan”, Amarah Black Sabbath dalam Raungan BAD PREACHER

Nama band asal Semarang, Jawa Tengah ini dipilih karena para personelnya ingin merepresentasikan diri mereka sebagai pengkhotbah yang menyampaikan suatu kenyataan buruk yang terjadi dalam sosial. Bad Preacher menebarkan lirik-lirik yang bertemakan keresahan dan kritik sosial. Lalu unek-unek itu dikumandangkan lewat buncahan musik berhawa amarah yang terinspirasi Black Sabbath. Pada awal Februari 2021, konsep tersebut

HEARTED: “Kali Ini Kami Refleksikan Kemarahan yang Lebih Gelap.”

“Mind the Phatetics” adalah wajah baru dari unit metal hardcore asal Semarang, Jawa Tengah ini. Diletupkan sebagai gong menuju album penuh yang akan dirilis pada awal 2021 mendatang, dalam pendar yang lebih muram dan lebih reflektif dalam meraba tragedi yang terjadi dalam hidup keseharian. Sebuah representasi kemarahan, yang dikobarkan dalam perangai amarah yang membumbung, berkubang

Dengarkan Anthem Easycore CHASING LIGHTS di “Be Strong, Be Brave”

Menuju perwujudan perilisan album penuh pertamanya, “Something That Never Ends” yang bakal dieksekusi pada tahun ini juga, unit pop punk / easycore asal Semarang ini telah menggelindingkan single terbarunya, “Be Strong, Be Brave” sebagai pemanasan. Secara keseluruhan, “Be Strong, Be Brave” yang diciptakan gitaris dan vokalis Pradipto serta bassis Aji Tri Utomo untuk band lamanya

CULTURAL Rilis “Selamanya”, Lalu Siapkan “The Best”

Unit gothic rock asal Semarang ini kembali berkarya. Sebuah single terbaru bertajuk “Selamanya” telah mereka lepas ke berbagai gerai atau platform penyedia jasa dengar musik (streaming), sejak bulan lalu. Karya rekaman yang diedarkan via CB Music production tersebut menandai eksistensi panjang Cultural yang berhasil dirangkai sejak 2003 silam. Lewat “Selamanya”, Cultural juga sekaligus memperkenalkan formasi

POWERSLAVES Kemas Ulang Warisan Terbaiknya

Setelah menjalani 28 tahun bentang karirnya di ranah musik rock, Powerslaves tiba di fase dimana mereka ingin melakukan pengarsipan ulang karya-karya rekaman terbaiknya. Maklum, sebagian besar master rekaman dari rilisan album fisik yang pernah beredar di era ‘90an hingga awal 2000an tak lagi mereka miliki. Sementara produk kaset atau CD yang pernah meramaikan pasaran musik

Dengarkan Kengerian BALAU di “Bhairawa Tantra”

Sebuah unit ‘horor’ bernuansa doom/stoner rock asal Semarang yang menamakan dirinya Balau telah merilis single instrumental plus video musik debutnya yang bertajuk “Bhairawa Tantra”. Tepatnya pada Sabtu Pahing, 19 Sapar 1953 atau 19 Oktober 2019 lalu, via laman YouTube Balau Musik. Apa itu “Bhairawa Tantra”? Balau yang dimotori duo musisi Suryanegara Hanata Kusuma dan Putra

TIDERAYS dan AK//47 Tur Asia Tenggara

Tiderays dan AK//47 bakal menggelar tur di luar wilayah Indonesia. Dua unit cadas asal Semarang tersebut dijadwalkan bakal menggasak kawasan Asia Tenggara pada 20-30 Juli 2019 mendatang. Tur tersebut merupakan bagian dari rangkaian promo album Tiderays bertajuk ”401” yang dirilis Samstrong Records awal Juli kemarin. Tepatnya, Tiderays dan AK//47 akan menyambangi beberapa venue di lima

TIDERAYS Rilis Kemuraman “At the Eleventh Hour”

Sensasi kengerian yang digeber di demo lagu “Syllable Perishable” dan “Proposition Distrait”, yang diluncurkan pada September 2018 lalu kini diteruskan Tiderays. Kuartet beringas asal Semarang ini kembali menerjang lewat komposisi baru bertajuk “At the Eleventh Hour” yang tetap sarat akan raungan hardcore cadas yang kelam. “Kami masih mempertemukan benang merah antara demo yang kami rilis

Kegaduhan Politik di Kepala ALIEN ASS

Akhirnya, kegaduhan politik di dalam lirik-liriknya bisa menjadi kegaduhan yang sebenarnya, tapi dalam wujud karya musik. Ya, unit punk rock asal Semarang ini telah berhasil merampungkan proses produksi album mininya (EP) yang bertajuk “Time Bomb” dan merilisnya pada 23 Desember 2018 lalu. Alien Ass mengedarkan karya rekaman yang memuat enam lagu plus sebuah trek bonus

Grindcore Beringas AK//47 untuk Skena Internasional

Usai merampungkan tur panjang yang menggetarkan 21 kota di Amerika Serikat pada pada 16 Oktober hingga 17 November 2018 lalu, unit grindcore berbahaya asal Semarang, AK//47 langsung merilis album ketiganya, “Loncati Pagar Berduri”. Karya rekaman yang beramunisikan 13 komposisi grindcore dengan topik distopia dan aneka dekadensi akal sehat dalam masyarakat modern tersebut diedarkan oleh Lawless Jakarta

Mari Berlibur Bersama GLASSTRICK

Usai merilis karya rekaman berupa sebuah album penuh serta sebuah album mini (EP), Glasstrick terus menginjak gas untuk menancapkan eksistensinya di skena musik keras, khususnya di area Semarang dan sekitarnya. Belum lama ini, unit rock yang dimotori Bima Bom (vokal), An Sidik (gitar), Abdulrozzaq Rusly (gitar), Gawank Kusumo (bass) dan Inung (dram) tersebut kembali meluncurkan

DON’T LOOK BACK Akhirnya Semburkan Album Perdana

Akhirnya, butuh waktu selama delapan tahun bagi veteran hardcore asal Semarang, Don’t Look Back (DLB) untuk mewujudkan perilisan album perdananya, “Lekang dan Hilang” (Stoned Zombies). Tepatnya diluncurkan resmi pada 18 Oktober 2018. Sebelumnya, sejak terbentuk pada 2006 silam, DLB baru sempat merilis album mini (EP) bertajuk self-titled. DLB yang kini dihuni formasi Kido (gitar), Angga

TIDERAYS Rilis Dua Demo Hardcore Kelam dan Kotor

Apa rasanya jika berjalan di pinggiran tebing yang curam, dengan terpaan angin dingin yang kencang? Bila itu tercurahkan dalam komposisi, maka musik dari Tiderays, kuartet beringas asal Semarang, mewakili itu semua. Paling tidak, sensasi itulah yang akan terasa, seperti yang mereka geber di “Syllable Perishable” dan “Proposition Distrait”, dua komposisi demo debut bergelimang raungan hardcore

PATAGONIA Kobarkan Death Metal di Semarang

Kebuasan nan mencekam dari berondongan komposisi death metal akhirnya berhasil dikumandangkan lagi oleh Patagonia di kancah musik ‘bawah tanah’ Semarang. Lewat rilisan album mini (EP) bertajuk “Impaled Human” (SBS Records), Patagonia telah memantik geliat musik death metal yang telah redup di kota mereka, dalam kurun waktu terakhir. Lima komposisi gahar yang disajikan Patagonia, yakni “Under

GERAM Cetuskan Hukum Rimba di Skena Thrash Metal

Kesulitan mencari waktu luang di antara kesibukan para personelnya memang selalu menjadi masalah klasik di sebuah band. Tak terkecuali unit thrash metal asal Semarang ini. Geram butuh waktu selama hampir tujuh tahun untuk berkontemplasi, lalu merangkumnya selama setahun dalam format album mini (EP) bertajuk “Rimba”. “Rimba” telah dirilis pada awal April 2018 lalu dalam format

DISTORSI AKUSTIK Menyindir Manusia Penyembah Jempol

Berawal dari ‘curhatan’ sang dramer yang sering dicemberuti istrinya gara-gara terlalu asik bermain-main dengan gawai (gadget) ketimbang meluangkan waktu bersama keluarga, maka tercuatlah ide di kepala para personel unit rock asal Semarang, Distorsi Akustik untuk menulis lagu bertajuk “Tuhan Baru Bernama Gadget”. Ide tersebut lantas meluas, saat melihat fenomena masyarakat sekarang ini yang cenderung berubah

Serpihan Gothic-Speed Metal CULTURAL

Cultural yang diperkuat formasi Michelle (vokal), Cahyo (gitar), Anthony (gitar), Sanwar (bass), Athif (kibord) dan Wahyu (dram) baru saja meluncurkan single bertajuk “Serpihan Lara” dengan konsep musikal yang menggairahkan. Unit cadas asal Semarang ini mengedepankan aura gothic yang kental dengan geberan distorsi speed metal. Lewat single yang dilepas via label CB Production tersebut, Cultural menyerap

KILLER OF GODS Menghujat Keserakahan Manusia

Dengan formasi terkininya, Killer of Gods hadir lewat komposisi technical death metal yang semakin mengerikan. Unit cadas asal Semarang ini baru saja melepas single bertajuk “Semesta”, dimana mereka menggetarkan kuping lewat komposisi distortif yang presisi, progresif sekaligus epik. “Semesta” yang direncanakan sebagai nomor pembuka album Killer of Gods berikutnya tersebut dirilis dalam bentuk video klip

Masa Depan dalam Kacamata VIDE

Berangkat dari pengalaman pribadi para personelnya, unit rock asal Semarang, Vide mengangkat tema tentang penetuan masa depan seseorang lewat single terbarunya, “Horsemen”. Kini, video musik “Horsemen” sudah tertayang di kanal YouTube atau didengarkan via berbagai gerai digital seperti Spotify, iTunes, Deezer dan lainnya. Sebelumnya, Vide sendiri juga sudah pernah merilis tiga single, yakni “Irremediable Guy”,

JOU BARAKATI Menghembuskan Konsep Psychedelic Rock

Satu lagi unit rock berkonsep unik meramaikan skena musik keras di Tanah Air. Nama bandnya pun unik: Jou Barakati, yang oleh para personelnya – M.Irsyad (gitar/vokal), Lazuardi Rifki (gitar/vokal), Dimas Sadewa (bass/vokal), Erwin Handoko (kibord/vokal) dan Hari Candra (dram) – nama band mereka itu bermakna ‘Yang Diberkati’. Band psychedelic rock asal Semarang ini telah bermodalkan