KOTAK: Rayakan Awal Kemandirian Lewat “YOLO”

Menandai akhir kerja sama dengan label rekaman besar, Kotak melesatkan lagu baru yang energik dan anthemic, sebagai wujud keberanian berjalan sendiri.
kotak
KOTAK

Kotak telah mengambil keputusan yang berani. Melangkah memasuki fase independen, tanpa dukungan label besar yang selama dua dekade terakhir merawat dan membesarkan mereka.

Bertepatan dengan momen peralihan itu, unit rock yang masih diperkuat trio vokalis Tantri Syalindri Ichlasari (Tantri), bassis Swasti Sabdastantri (Chua) dan gitaris Mario Marcella (Cella) ini menandainya dengan perilisan lagu baru bertajuk “YOLO (You Only Live Once)”.

“Lagu ini adalah sebuah karya, bukan pembuktian,” seru Tantri kepada MUSIKERAS, mewakili rekan-rekannya di band.

“Tapi bentuk tanggung jawab kami, sebagai suara kami untuk melakukan sesuatu yang berani, melawan segala keraguan untuk masuk ke industri yang tanpa ‘bekingan’ label besar,” lanjutnya.

Lewat “YOLO”, Kotak resmi membuka babak baru dalam perjalanan musiknya dengan memilih melangkah sebagai band independen.

Sebuah anthem rock yang mengajak setiap orang untuk berani keluar dari rasa takut, mencoba hal-hal baru, dan mengambil kendali atas hidupnya. Lagu yang lahir dari pengalaman nyata tentang keberanian meninggalkan zona nyaman.

Melalui lirik seperti ‘Aku yang dulu pemalu, tak lagi mau hidup begitu’ hingga ‘self improvement jangan jadi beban’, Kotak mengajak pendengar menikmati proses bertumbuh tanpa menjadikannya sebagai tekanan.

“YOLO” menjadi pengingat bahwa hidup terlalu berharga untuk dihabiskan dengan terus menunggu waktu yang tepat.

Ide penulisan lirik lagunya, kali ini datang dari Chua, yang mendapatkan inspirasi dari anak kandungnya yang tergolong introvert. Tipe kepribadian yang membuat seseorang lebih fokus pada pikiran, perasaan serta pengalaman dari dalam dirinya sendiri.

Lewat “YOLO”, Chua ingin menggugah sang buah hati, agar bisa lebih percaya diri dan membuat hidupnya lebih berwarna.

“Jadi aku kayak memberikan doping buat dia, supaya self-improvement-nya lebih bagus. Yang tadinya pemalu jadi bisa lebih ceria menikmati hidup. Menikmati apa yang ia suka,” tutur Chua semangat.

Benang Merah

Dari sisi musikal, Kotak kembali menggaungkan karakter rock anthem di “YOLO”, yang selama ini menjadi identitas mereka.

Terapan riff gitar yang kuat, chorus yang mudah dinyanyikan bersama serta energi yang mampu membakar semangat para pendengarnya.

Dalam urusan ini, Cella kembali dipercaya memegang kendali, seperti yang telah ia lakukan di karya-karya rekaman Kotak sebelumnya. Ia bertanggung jawab penuh di divisi peracikan musiknya.

“Kami menyerahkan urusan aransemen dalam sebuah lagu itu di Cella, karena memang dia yang tahu benang merah musiknya Kotak itu seperti apa,” ujar Tantri.

kotak

Cella sendiri mengungkap proses kreatifnya dalam meracik komposisi serta aransemen di “YOLO” sebagai hasil dari serapan berbagai referensi terkini yang ia dengarkan.

“Bisa dibilang, aku tuh haus ilmu, haus referensi jadi semua referensi itu aku dengerin, dari dulu sampai sekarang…,” tutur Cella meyakinkan.

Dan selain itu, ia juga bukan tipe musisi yang cenderung mengulang formula yang sebelumnya sudah pernah diterapkan. Baik dari aransemen, apalagi dalam hal sound.

“Aku pengen musiknya Kotak update terus. Bandnya boleh tua, tapi musiknya jangan! Tapi aku tidak melupakan benang merah yang sudah mempunyai pola dari sejak awal sampai sekarang, dan itu tugas aku untuk menggawangi.”

Untuk lagu “YOLO”, sebenarnya Cella sudah menemukan ide riff-nya sejak dua tahun lalu. Kemudian menyusul notasinya setahun kemudian. Dan baru benar-benar dieksekusi keseluruhan pada bulan puasa lalu.

Simbolisasi Rintangan

Bagi band bentukan 27 September 2004 silam ini, keputusan menjadi band independen bukan sekadar perubahan sistem kerja. Melainkan, juga merupakan wujud keberanian untuk kembali mempercayai insting mereka dalam bermusik.

Namun, walau kembali menjadi ‘band baru’, namun Cella, Tantri dan Chua bertekad melawan segala keraguan. Terjun ke skena independen secara mandiri tanpa mengandalkan dukungan label rekaman besar.

“Yang pasti, dengan hadirnya ‘YOLO’ ini adalah sebuah karya. Bentuk tanggung jawab kami, sebagai suara kami bahwa kami berani untuk melakukan sesuatu yang baru,” ucap Tantri.

“Kami mencoba berani aja, nothing to lose! Karena pasti setiap karya itu punya penggemarnya sendiri. Kalau nggak berani memulai atau bergerak, kita nggak akan pernah tahu yang akan terjadi ke depannya seperti apa….”

Sejak 10 Agustus 2026 lalu, “YOLO” sudah bisa didengarkan di berbagai gerai musik digital.

Sementara video lirik resminya yang secara visual merupakan simbolisasi perjuangan Kotak menghadapi berbagai rintangan, bisa disaksikan via tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
invicta
Read More

INVICTA Gaet Anggi Ariadi di “Anguish”

Sebagai langkah awal menuju persiapan penggarapan album mini (EP) terbaru, Invicta melesatkan “Anguish” sebagai peluru pemanasan yang agresif.
hadhramaut
Read More

HADHRAMAUT: Jeritan “Siklus Sangkala”

Setelah dipanaskan dengan rilisan lepas “105” dan “Kolaps”, kini Hadhramaut menegaskan formula doom metal bernuansa ritual di album debut.