MAJNUN: Demo yang Kasar dan Mentah

Kini Majnun menjalani rangkaian Manjadda Wajada Tour 2026 untuk memaksimalkan gaung rilisan terbarunya, bertajuk “Demo 2026” yang kasar dan mentah.
majnun
MAJNUN

Majnun yang terlahir di Weleri, Kendal, Jawa Tengah pada pertengahan 2026 ini hadir membawa musik yang keras, cepat dan lugas sebagai ruang untuk meluapkan keresahan serta ekspresi mereka.

Datang dengan memperkenalkan karakter hardcore punk melalui “Demo 2026”, sebuah rilisan berisi tujuh trek kasar yang direkam dengan semangat DIY (do it yourself) alias berdikari.

Demo tersebut menjadi pijakan pertama sekaligus gambaran tentang arah dan identitas yang ingin mereka bangun dalam skena hardcore punk.

Proses kreatif peracikan hingga perekaman keseluruhan materi di “Demo 2026” hanya membutuhkan beberapa bulan.

Vokalis Saiful Amar (Mandrax), gitaris Akhmad Nurdin, bassis Ramadiansah F serta drumer Ragil Bayu Saputra memulainya pada Agustus 2026 lalu. Secara teknis, rekaman dieksekusi live di Lydian studio, Semarang.

“Selama menjalani prosesnya, hampir tidak ada kendala yang ditemui,” cetus kubu Majnun kepada MUSIKERAS.

Pengoperasian teknisnya dibantu oleh Adib Nugroho, yang menurut mereka sangat membantu menjembatani keinginan Majnun dengan sangat profesional.

“Akhirnya kami hanya butuh satu shift untuk merekam tujuh track,” cetus mereka.

Sementara dalam urusan pengonsepan musiknya, hardcore punk yang diterapkan di “Demo 2026” merefleksikan kembali akar tentang esensi murni dari estetika dan agresivitas musik hardcore punk era lawas yang dipadu dengan energi modern yang mentah.

“Karakter suara yang dihasilkan tetap mempertahankan kesan lo-fi dan apa adanya.”

“(Kami) menghindari polesan berlebih yang memberikan atmosfer autentik sebagaimana layaknya band-band hardcore punk pada era 80 hingga 90-an awal. Fokus utamanya adalah tenaga dan kejujuran musikalitas.”

majnun

Aransemen lagu didominasi oleh ketukan drum yang cepat, riff gitar yang tajam serta berulang dan struktur lagu yang ringkas namun padat energi.

“(Ini) adalah sebagai pernyataan awal yang autentik menangkap esensi mentah musikalitas Majnun,” seru Majnun, yang menyebut band-band mancanegara seperti No idols, Chaos UK, Ultra violent, G.B.H dan Discharge sebagai acuan inspirasi dan ide-idenya.

Keseluruhan materi lagu di “Demo 2026”, menurut para personel Majnun, menghadirkan keunikan, tantangan dan keseruannya masing masing. Dan ketika menjalani proses rekamannya, tidak ada kendala besar yang mereka temui.

“Karena seluruh materi sudah sangat matang dan siap untuk direkam,” cetusnya.

Sambil mempromosikan “Demo 2026”, Majnun juga telah memulai langkahnya keluar dari ‘kandang’, membawa energi beringasnya dalam sebuah perjalanan Manjadda Wajada Tour 2026.

Mereka menargetkan menyambangi 11 titik pertunjukan. Sebuah perjalanan untuk mempertemukan musik, keresahan dan energi hardcore punk dengan berbagai ruang serta skena di kota-kota yang mereka singgahi.

Telah dimulai sejak 26 September lalu dan bakal berlangsung hingga 21 November. Antara lain mengunjungi Kudus, Semarang, Salatiga, Tegal, Depok hingga Jakarta.

“Demo 2026” bisa didengarkan di laman Bandcamp dan kanal YouTube Music. (@mudya_mustamin/MK01)

Susunan Lagu:

  1. Sengsara
  2. Fana
  3. Polisi Sialan
  4. No security (Chaos UK cover)
  5. Dosa
  6. Kutukan
  7. Durhaka
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
ocean
Read More

OCEAN: Lebih Liar, Gelap dan Brutal

Narasi konfrontatif terhadap kemunafikan, doktrin dan praktik keagamaan menjadi sorotan OCEAN di karya terbarunya, sambil membawa warna musikal berbeda.
repton
Read More

REPTON: Naik Kelas di “Slam On Air”

Menegaskan konsep musiknya yang ‘abu-abu’, Repton meluncurkan album penuh kedua, “Slam On Air” yang dirancang untuk menghantam dada, tanpa kompromi.