Libas Kejenuhan, DEVIANT ROGUE Terjun ke Ranah Hardcore

Kebosanan, di banyak kesempatan, justru bisa mengarahkan seseorang atau suatu kelompok untuk melakukan kegiatan positif untuk mengalihkan perhatian dan untuk membuat hidup menjadi lebih bergairah. Seperti yang dilakukan kuartet musisi asal Purworejo, Jawa Tengah ini. Hasil dari kejenuhan mereka akhirnya melahirkan sebuah band berpaham hardcore bernama Deviant Rogue. Berawal saat memasuki 2021 lalu, untuk menutup

RAW Menghujat Kekerasan Seksual di “What’s Normal”

“When you normalize the things you should be criticizing. Rape, violance, harassment, what’s fuckin’ normal?” Komplotan hardcore punk asal Cipanas, Jawa Barat ini melampiaskan keresahannya terhadap tingginya angka kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual di sekitar mereka, lewat sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “What’s Normal?”. RAW melihat, seolah sudah menjadi hal yang lumrah ketika kekerasan terhadap

Protes DISSMISIVE tentang Alkohol dan Hardcore Punk

Hardcore punk bukan sebatas genre musik. Hardcore punk juga adalah sikap dan ekspresi. Seperti yang diterapkan band cadas jebolan UKM Musik Ikabama UMM asal Malang, Jawa Timur ini. Bagi mereka, selain musik, lampiasan lirik pun sangat merepresentasikan Dissmisive, dimana pendengar lagu mereka bisa menemukan sudut pandang yang meneriakkan pemberontakan. Keresahan-keresahan Dissmisive itulah yang dimuntahkan di

DERAU HC Geram, Kini Meneror dengan Hardcore yang Depresif

Tekanan pekerjaan yang hampir tak berkesudahan mengusik para personel unit hardcore punk lintas genre asal Jakarta ini untuk menyalak lagi. Maka lahirlah lagu “Teror on My Sunday”, yang sudah dilantangkan sejak 28 Mei 2022 lalu via jalur distribusi digital Earache Records, label asal Inggris. “Lagu ini terjadi saat personel Derau kumpul dan curhat akan kestresan

Dalam Dua Jam, THE JEMS Puas Ciptakan “Malah Petaka”

Kesempurnaan, hampir selalu menjadi target utama setiap musisi dalam menciptakan karya. Tapi tidak bagi unit hardcore asal Tangerang yang terbentuk semenjak 2020 lalu ini. Khususnya di karya rekaman album terbaru The Jems yang bertajuk “Malah Petaka”. Kali ini, mereka malah mencari ‘petaka’. Karena saat mengeksekusi rekaman delapan lagu dalam album tersebut, The Jems yang diperkuat

Menuju EP, WAKING UP KRAKEN Dibangunkan untuk Ditidurkan Kembali

Ketika band rock asal Surabaya, Jawa Timur ini terbentuk pada malam tahun baru 2011 silam, niat awal didasari harapan para personelnya sebagai sarana untuk menumpahkan segala emosi dalam bentuk karya seni. Waktu itu, Waking Up Kraken (WUK) diperkuat formasi Adria Riswinanda, Aditya Ramadhana, Dio Oktoreno, Ardiansyah Esmondo dan Yudha Prakoso. Namun dalam perjalanannya, ternyata prosesnya

DISHOLD Ingatkan Bencana Akhir Dunia dengan Beringas

Beberapa kali berganti personel tidak membuat berandalan d-beat/neo-crust dari sisi Barat Jakarta ini berhenti menyalak. Sejak terbentuk 2016 lalu, kiprah Dishold terus digulirkan. Hingga akhirnya, pada 24 Maret 2022 lalu, album debut mereka yang berjudul “The Final Day of Disaster” berhasil dirampungkan dan resmi dirilis melalui Greg Mike and Kim Records. Jalan menuju penggarapan albumnya

Baru Lahir, TO FUSED AND FUZZED Langsung Letupkan Dua Komposisi Hardcore

Terkadang, kejenuhan justru bisa membangkitkan gagasan yang positif. Seperti yang dilakoni ‘daun muda’ di ranah hardcore asal Banda Aceh ini. Akibat situasi pandemi yang masih menjebak kebebasan, lima musisi beringas ini pun lantas membentuk band pada awal 2022 agar tetap bertahan relevan. Mereka, yakni Muhammad ‘Bearhead’ Fuad (vokal), Purnama Ramadhan (gitar), Dopan ‘Dope’ Rehayatdyah (gitar),

Lewat “Semicolon”, HAWTHORN Makin Ekspresif di Jalur Modern Hardcore

Tahun lalu, unit hardcore asal Bekasi ini telah mengumandangkan eksistensinya lewat sebuah lagu rilisan tunggal debut bertajuk “Leave”, dimana mereka lebih mengeksplorasi riff hardcore punk dengan tambahan aksen breakdown untuk menambah ekspresi emosi di lagu tersebut. Tapi kini, Hawthorn mencoba formula berbeda di karya rekaman terbarunya, yang berjudul “Semicolon”.  Dari segi musikal, mereka mencoba menyerap

VESSAMENTS di antara Midwest Emo dan Hardcore Punk

Band asal Kalimantan Timur ini mencoba mengembangkan keseruan Midwest emo, hardcore punk serta beberapa sub-genre lainnya dalam membentuk konsep musiknya. Formula itu telah dilampiaskan Vessaments lewat sebuah lagu tunggal demo bertajuk “Pretend Meant Wasted”, yang telah diedarkan sejak 8 April lalu via berbagai platform digital. Adalah dramer Rama Deskha Pratama serta vokalis Febry Ramadhani yang

MEROWISE Rangkum Kegilaan Hardcore/Punk di “Lunatic Change”

Empat lagu yang dimuntahkan hardcore/punk asal Bekasi ini di album mini (EP) debutnya, “Lunatic Change” berkisah tentang segala perubahan gila yang meresahkan. Tema yang sangat terkait masa pandemi yang mendera dan langsung mengubah tatanan kehidupan serta kondisi sosial dari yang semestinya. Segala rasa dan amarah ditumpahkan Merowise dalam komposisi lagu berjudul “Glitter”, “Tipu Dunia Glamor”,

MINIMAL TENSION Luapkan Kemarahan di “Threatened With Despair”

Nama band yang berarti ‘ketegangan minimal’ diumpamakan pelaku musik cadas asal Pontianak, Kalimantan Barat ini sebagai suatu sifat transisi antara hidup yang sedang baik-baik saja menjadi kecemasan. Kurang lebih, kesan itu pula yang mereka kobarkan di karya rekaman lagu tunggal perdananya yang diberi judul “Threatened With Despair”. Minimal Tension yang diperkuat formasi Muhammad Rakha Wibisana

JERUJI BASTARD Luapkan Muak dengan Semburan ‘Heavy Punk Inferno’

Unit punk beringas asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta ini kembali menyalak dengan formasi plus konsep musik yang baru. Mereka dengan bangga menyebutnya ‘heavy punk inferno’. Identitas baru tersebut telah diterapkan lewat sebuah karya rekaman lagu tunggal terbaru bertajuk “1312”. Lagu itu diangkat untuk menyikapi dan merespons represifitas ‘oknum, oknum dan oknum’ aparat seragam cokelat yang belakangan

Tahun Ini, Kita akan Mendengarkan Kebrutalan HURT’EM Lagi

Karya rekaman album studio kedua unit hardcore punk/metal asal Depok ini akhirnya mulai dididihkan. Oleh labelnya, Lawless Jakarta Records sudah menjanjikan bahwa album tersebut bakal menerjang kuping para metalhead tahun ini juga. “Redemption”, judulnya, diproyeksikan beramunisikan 19 lagu berhulu ledak tinggi, yang sarat akan riff hardcore punk dengan intensitas blastbeats yang brutal tanpa kompromi. Untuk

EASEMENT Tuntaskan Hardcore yang Mandiri di “Distorsi Nafsi”

Dari kota Bandung, band ini datang untuk menggairahkan skena hardcore Tanah Air. Mereka telah meletupkan sebuah karya lagu tunggal debut bertajuk “Distorsi Nafsi”, yang dilepas sejak pertengahan Januari 2022 lalu. Secara lirikal, lagu tersebut mengangkat tema perlawanan, seperti hardcore pada umumnya. Sebuah sikap untuk melawan dan menaklukkan diri sendiri. “Karena potensi kami, setiap orang selalu

Selepas ‘Mati Suri’, STUBBORN Tanggalkan Deathcore di “Doppelgänger”

Band asal Serang, Banten ini sebenarnya sudah terbentuk sejak 2009 silam, dengan mengibarkan nama Killed For Sheilla. Namun kemudian ‘mati suri’ selama 12 tahun. Ketika masa pandemi datang, ternyata membawa momentum untuk menyatukan band ini kembali, dengan nama dan formasi baru, plus konsep musik yang juga telah dimodifikasi.   Khususnya dalam urusan formula musik, Stubborn

Di “Nomenklatur”, INTERVENSI Melebar ke Thrash Metal/Crossover

Perubahan formasi mendatangkan penyegaran secara musikal di tubuh band cadas asal Malang, Jawa Timur ini. Semangat baru itu menghasilkan sebuah rilisan lagu tunggal bertajuk “Nomenklatur” yang kental akan keberingasan hardcore metal bernuansa crossover. Sebelumnya, Intervensi sempat vakum selama kurang lebih tiga tahun lantaran terkendala kesibukan masing-masing personel di luar kegiatan band. Lalu gitaris dan bassis

SEKTOR Kembali Serukan Perlawanan di Jalan Hardcore

Pejuang hardcore asal Pekanbaru, Riau menyalak lagi. Kali ini menghujam lewat single bertajuk “Menolak Bungkam” yang sarat kobaran kalimat protes. Lagu tersebut sudah dilampiaskan ke kuping skena musik keras sejak 3 Desember 2021 lalu. Bagi Sektor yang kini diperkuat formasi Paulus Yehezkiel Sianipar (vokal), Inov Azwi (gitar), Hendrawan Wahyudi (bass) dan Andre Silviano (dram) ini,