Lepas Hibernasi, NIGHTFALL Letupkan Amunisi dari Alkitab

Satu tahun lamanya berhibernasi sejak melepas “Toward to Harbour” pada 2019, Nightfall akhirnya menggeliat kembali. Kali ini dengan energi baru, yang sangat berbeda dibanding sebelumnya. Band keras asal Batang, Jawa Tengah ini mencecar lewat sebuah amunisi terbaru bertajuk “Gluttony”, yang terinspirasi dari salah satu ayat Alkitab, tentang keserakahan menjadi manusia, yang akhir-akhir ini sering mereka

“Voice of Resistance”, Tembakan Peringatan dari FIN’S MOCK

Dari ujung pulau Sulawesi paling utara, unit melodic hardcore/hardcore punk ini melampiaskan lirik eksplisit, meneriakkan jiwa yang menginginkan kebebasan serta perlunya melontarkan ‘suara penolakan’ akibat sistem yang gagal. Keresahan itu ditumpahkan lewat karya rekaman baru mereka bertajuk “Voice of Resistance”. Single itu sendiri merupakan suguhan kedua Fin’s Mock setelah “Anguish”, single pertama yang mereka luncurkan

EIRA Menghujat Pengguna Media Sosial yang ‘Berantakan’

Hampir tiga tahun sejak terbentuk, akhirnya kuartet punk/metal asal Bandung ini berhasil menumpahkan sumpah serapahnya lewat single debut bertajuk “Berantakan”. Dirilis tepat awal Januari 2021 lalu via berbagai penyedia jasa dengar musik digital (streaming) seperti Spotify, Apple Music, iTunes, Tidal, Amazon Music, YouTube Music hingga Deezer. Terbentuk pada 27 April 2018, EIRA diperkuat oleh empat

“Rat”, Single Hardcore Punk TROPICAL WEST yang Berwarna

Dari kawasan West Borneo, Kalimantan Barat, unit cadas ini mencoba melecutkan konsep hardcore punk yang lebih ‘bersahabat’ di kuping banyak orang. Sebagai nomor perkenalan dengan paham tersebut, Tropical West telah meluncurkan single debut bertajuk “Rat”, yang telah diedarkan sejak 12 Januari 2021 lalu via distributor @enamempatrecord. Eksekusi perekaman “Rat” sendiri dilakukan Muhammad Daris Dzakir (vokal),

“Consequences”, Seruan Hardcore SILENCE AS REVENGE yang Tidak Biasa

Di mata unit hardcore asal Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini, progresi hardcore yang lumayan popular di Indonesia mulai terkesan monoton. Mereka ingin membuatnya terdengar lebih modern. Jadilah sebuah formula, dimana unsur-unsur khas hardcore punk dikombinasikan dengan elemen metalcore era 2000an yang dikemas dalam sound modern. Terapan itu sudah dirumuskan Silence As Revenge lewat single terbarunya

ANGRY RETARDS: “Hardcore Punk Adalah Kebebasan Berekspresi.”

Tujuh tahun mendinginkan mesin rupanya tidak membuat pejuang hardcore punk asal Jakarta Selatan ini terjebak karat. Tidak butuh waktu lama melakukan inreyen, memunculkan lagi gesekan-gesekan api kreativitas untuk mengejar akselerasi yang diinginkan. Hanya dalam kurun waktu kurang lebih tujuh bulan, sebuah album penuh bertajuk “Pissed” berhasil dieksekusi dan diletupkan ke skena cadas via Lawless Records. 

ERAKRAMA, Proyek ‘Onani’ dalam Misi Hardcore Punk

Karena niat awalnya Erakrama memang dibentuk sebagai ‘proyek onani’, maka para personel unit hardcore punk asal Jakarta ini tidak begitu peduli dengan tenggat waktu. Tak heran, single debut mereka, “Nusantarat” yang telah diperdengarkan sejak November 2020 lalu membutuhkan waktu yang sangat lentur dalam penggarapannya. Hampir setahun… untuk sebuah komposisi ngebut yang hanya berdurasi 1 menit

Kegalauan ‘Dunkirk’ dalam EP Eksploratif OPTION PARALYSIS

Menurut pelantun metal eksploratif asal Cianjur, Jawa Barat ini, mereka menyuguhkan peleburan berbagai pengaruh latar belakang musikal yang dibawa oleh masing-masing personelnya menjadi satu kesatuan. Itu yang mereka tuangkan di album pendek (EP) pertamanya, “I. Continuum” yang sudah bisa didengarkan via kanal Bandcamp sejak 7 Desember 2020 lalu. “I. Continuum” sendiri beramunisikan empat komposisi, yakni

FIRST TIME Bangkitkan Album Hardcore yang Pernah Hilang

Salah satu punggawa lama nan berbahaya dari skena hardcore di Yogyakarta ini akhirnya berhasil juga melampiaskan album “Self-titled” mereka, setelah sekian lama terpendam di dalam arsip komputer. Bahkan delapan tahun lalu, arsip master rekamannya sempat hilang. Tapi untungnya, di luar cerita soal raibnya master rekaman tadi, penggarapan album yang dinaungi oleh label Samstrong Records ini

RADICALISM Kembali Eksis Lewat Single Hardcore Melodik

Menyusul single debut bertajuk “Invisible”  yang dirilis tahun lalu, unit hardcore asal Bekasi ini kembali meluncurkan karya rekaman baru, sebuah single agresif berjudul “Lost”. Di liriknya kali ini, Radicalism mengumbar keresahan tentang pengalaman pribadi dari salah satu personelnya, yakni vokalis Ihdrus Setiawan, berupa keresahan serta luapan emosi karena kehilangan seseorang yang dicintai. Selain oleh Ihdrus,

NO RECOVERY: “Konsep (Dbeat Hardcore Punk) Kami Sangat Tak Terduga.”

Pengalaman masing-masing personel bergabung dengan band lain membentuk karakter No Recovery menjadi semakin solid. Terutama dalam pemilihan genre serta tema. Seperti yang kini mereka lampiaskan di album baru bertajuk “Ego-Cen-Tris”, dimana trio pengibar dbeat hardcore punk asal Jakarta ini banyak menyurahkan pengalaman hidup, sosial politik, tingkat kesetaraan, hak asasi manusia, masyarakat dan realita pada umumnya

TIMAH PANAS Cecar Peringatan akan “Dosa”

Memanfaatkan kekosongan saat pandemi, unit cadas asal Bali ini memutuskan untuk tetap menggerakkan kreativitas musikalitas mereka. Dan kali ini, Timah Panas mencoba untuk tampil lebih fresh lewat single terbarunya, “Dosa”, yang menonjolkan paduan pekikan vokal wanita yang serak dan lantang, garukan riff-riff gitar yang meraung, diikuti cabikan bass serta gebukan dram yang melaju kencang menusuk

Mengenang 20 Tahun Album “Dua Sisi” BURGERKILL, Inilah Keseruan di Balik Penggarapannya

Tahun ini, adalah perayaan tepat dua dekade usia perilisan album debut Burgerkill, “Dua Sisi”. Pertama kali diperdengarkan ke publik metal saat itu lewat rilisan Riotic Records yang berformat kaset. Hanya diproduksi sekitar 2000 keping dan akhirnya ludes dalam waktu tiga bulan saja. Lima tahun setelahnya, “Dua Sisi” lantas dirilis ulang oleh Sony Music Entertainment Indonesia

APATRIDES Menolak Mentok, Jajal Live Session

Karena menolak energi kreativitasnya terhenti di kala pandemi, unit hardcore punk asal Kota Malang ini pun menggarap video live session dan menayangkannya di kanal YouTube. Sebagai pembuka, Apatrides menyodorkan video lagu “Wreck Em’ All “ sebagai persembahan awal. Rencananya, akan ada empat track yang bakal mereka unggah secara berkala selama tiga minggu ke depan. “Kami

MAIO Geber “Circle Jerks” untuk ‘Perancap’ Omong-Kosong

Persiapan menuju perilisan album mini (EP) pertama Maio semakin dekat.  Karena kini, delapan lagu telah diselesaikan oleh unit hardcore/punk asal Bandung tersebut. Dan dua di antaranya bahkan telah dirilis sebagai single pemanasan. Yang pertama “The Justice Trap” sudah lebih dulu diluncurkan pada Maret lalu, serta yang terbaru, “Circle Jerks”. Bila diterjemahkan, kalimat ‘Circle Jerks’ adalah

“Born To Suffer” Serukan Eksplorasi SHATTER di D-beat/HC Punk

Didasari niat suci untuk mencoba sesuatu yang berbeda di Surabaya, unit keras yang baru terbentuk tahun lalu ini pun mencoba menggempur kuping pendengar musik-musik dari ‘bawah tanah’ dengan besutan single “Born To Suffer” yang ber-genre D-beat/HC Punk. Alasannya? “(Karena) Banyaknya gempuran genre yang sama dan sangat membosankan di kota kami. Keistimewaan dari genre ini kami

THE ANIMAL THAT THEREFORE I AM dan KATASTROV Rilis EP Split Gratis

Dua unit hardcore-punk asal Bandung, Jawa Barat ini sepakat berbagi karya dalam sebuah album mini (EP) split bertajuk “Svbaltern” pada pertengahan Mei 2020 lalu sebagai kontribusi untuk memeriahkan geliat musik ‘bawah tanah’.  Tidak tanggung-tanggung, The Animal That Therefore I Am (TATTIA) dan Katastrov merilis “Svbaltern” secara gratis, dan memang diproduksi dalam jumlah terbatas. Hanya sebanyak

HATHGONE Geber “Broken Psalm”, Karya Awal untuk Skena Hardcore Punk

Pandemi Covid-19 banyak sekali menghambat aktivitas musisi di seluruh dunia. Termasuk trio hardcore punk asal Bandung ini. Tadinya mereka berniat menggarap sebuah album mini (EP), dimana keseluruhan material lagunya bisa dibilang sudah rampung hingga 70%. “Semoga dalam satu atau dua bulan ke depan kami sudah bisa lagi masuk ke studio untuk mengeksekusi material tersebut,” ujar

RIL KONTRADIKS: Nama Baru, Personel Baru, Amunisi Baru

Sambil menyiapkan proyek-proyek rekaman single yang segera dipublikasikan dalam waktu dekat, unit rock Ril Contradiction mengumumkan perubahan formasi sekaligus mengganti nama menjadi Ril Kontradiks. Alasannya sederhana; agar penyebutan dan penulisan menjadi lebih mudah. Sebelumnya, unit rock asal Serang, Banten ini telah merilis album mini (EP) bertajuk “Senjata dan Realita”, yang telah dibuatkan video klip untuk

FLOWDOWN Tegaskan Evolusi Hardcore di “Rebellation”

Berselang lebih dari setahun sejak meletupkan single “Revive”, unit cadas asal Surabaya, Jawa Timur ini akhirnya kembali melepas single terbaru. Sebuah langkah awal menuju konsep yang lebih bengis dibanding sebelumnya, yang tersirat lewat single bertajuk “Rebellation” yang telah dipromosikan dalam format video musik. Dibanding era Flowdown sebelumnya yang kerap diwarnai proses gonta-ganti personel, Flowdown yang

COMPASSION Tancapkan Misi ‘Hardcore Straight Edge’

Sebuah album bertempo kencang bertajuk “The First Step” telah diluncurkan oleh Compassion, band Hardcore Straight Edge dari Malang, Jawa Timur. Karya rekaman tersebut beramunisikan 11 lagu yang dirilis via label pinggir Pantura, Samstrong Records. Ritme kencang, dengan riff gitar ala Hardcore Youth Crew seperti Champion dan In My Eyes tergeber kental di album ini. Namun