MIDNIGHT MEOWTH Lebur Hardcore Punk dengan Kultur Weaboo

Band keras asal kota Malang, Jawa Timur ini cukup unik. Mereka mengibarkan keberingasan hardcore punk yang dibumbui unsur metal plus sentuhan kultur otaku atau weaboo. Dua istilah yang disebut terakhir dikenal di komunitas penggemar kultur Jepang, tepatnya merupakan sebutan untuk orang-orang yang menyukai budaya pop asal negeri Matahari Terbit tersebut seperti manga dan anime. Dan

Album Oplosan Hardcore/Punk MAIO Sudah Rilis dalam Format Kaset

Para ‘bedebah hardcore/punk sialan’ asal Bandung yang membaptis diri dengan nama Maio ini akhirnya berkoar lagi. Kali ini lewat sebuah album penuh debut bertajuk “Negative Thoughts”, setelah tahun lalu terlebih dahulu dipanaskan lewat single “The Justice Trap” dan “Circle Jerks”. Album yang disesaki tujuh komposisi beringas plus selipan satu nomor daur ulang milik unit punk

Di Single Barunya, EACH DAY REMAINS Tumpahkan ‘Amarah’ Metallic Hardcore

Tahun lalu, Each Day Remains (EDR) merilis dua single bertajuk “Tanpa Arah” dan “Sepakat Mendominasi” yang kental akan nuansa hardcore berat dan lebih mengarah ke beatdown. Tapi kali ini, unit bengis asal Jakarta tersebut ingin lebih melebarkan jangkauan eksplorasinya. Lewat single terbarunya yang dilabeli “In Our Mind”, EDR menumpahkan konsep geberan musiknya dengan menyuntikkan balutan

Kini, Ledakan Protes HELLBURGER Sudah Tersedia di Platform Digital

Rangkuman sikap antipati unit old school hardcore punk asal Bandung ini, terhadap pemerintahan yang bobrok, kekerasan militer dan anti fasis, serta dukungan untuk para petani yang mempertahankan lahannya dari gempuran para pemodal tamak untuk keperluan tambang dan kisah kelam kacaunya situasi politik pada 1998 akhirnya termuntahkan. Terlampiaskan lewat sebuah album mini (EP) bertajuk “Menolak”, rilisan

FINGERPRINT Panaskan ‘Determinasi’ Lewat Geberan “Dongan Sahuta”

Unit hardcore asal Medan, Sumatera Utara ini menyalak lagi. Dengan penambahan seorang personel baru di lini gitar, mereka siap menggasak kuping para metalhead lewat sebuah ledakan album baru bertajuk “Determinasi”. Tapi sebagai pemanasan, Fingerprint terlebih dahulu memuntahkan single berjudul “Dongan Sahuta”. Sebelumnya pada April 2021 lalu, mereka telah memulai agresi menuju “Determinasi” lewat single berjudul

WAWANCARA EKSKLUSIF dengan BEARTOOTH: “Saya Ingin ‘Below’ Menjadi Album yang Heavy!”

Oleh @mudya_mustamin Album studio keempat milik unit heavy rock asal Columbus, Ohio (AS) yang bertajuk “Below” (Red Bull Records), hari ini terlampiaskan ke publik. Memuat 12 amunisi lagu yang disebut-sebut Caleb Shomo – vokalis sekaligus otak utama di balik konsep musik Beartooth – sebagai karya rekaman yang benar-benar sesuai dengan yang ia harapkan secara keseluruhan. 

Rilis EP, THRIVE Buktikan Semangat Baru yang Agresif

“Beyond On Step” adalah karya debut berformat album mini (EP) yang akhirnya dilampiaskan oleh unit hardcore punk/youthcrew asal Gianyar, Bali ini. Thrive adalah nama baru hasil reinkarnasi band sebelumnya yang bernama Paludosa, yang antara lain sempat merilis single berjudul “Arogansi Tangan Besi” dan “Ambisi”.  Kini, dengan identitas barunya, Thrive diperkuat formasi Dewa Gede Adi Utama

KR//SS Muntahkan Pemberontakan yang Kompak di EP “Anathema”

Mengombinasikan beberapa genre musik hingga tercipta ambience menarik menjadi nadi utama album mini (EP) “Anathema”, yang belum lama ini telah dimuntahkan oleh unit cadas asal Kota Garut, Jawa Barat ini. Karya rekaman tersebut juga sekaligus menjadi pelampiasan hasrat bermusik, sekaligus untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi. Walau situasi kacau berantakan dan sulit, namun KR//SS tetap berusaha

TARUK Tebar Kengerian “Bara dalam Lebam” yang Eksplosif

Unit hardcore punk/metal eksploratif asal Bandung, Jawa Barat ini kembali memukul dan menghantam, menerjang dengan kepalan penuh, lewat sebuah album debut bertajuk “Bara dalam Lebam”, rilisan Grimloc Records bulan ini.  Nyaris tanpa pagar, Taruk kali ini meleluasakan diri bermain-main dengan berbagai macam genre, atau segala hal yang mewakili selera pribadi tiap personelnya, atau apa pun

Lepas Hibernasi, NIGHTFALL Letupkan Amunisi dari Alkitab

Satu tahun lamanya berhibernasi sejak melepas “Toward to Harbour” pada 2019, Nightfall akhirnya menggeliat kembali. Kali ini dengan energi baru, yang sangat berbeda dibanding sebelumnya. Band keras asal Batang, Jawa Tengah ini mencecar lewat sebuah amunisi terbaru bertajuk “Gluttony”, yang terinspirasi dari salah satu ayat Alkitab, tentang keserakahan menjadi manusia, yang akhir-akhir ini sering mereka

“Voice of Resistance”, Tembakan Peringatan dari FIN’S MOCK

Dari ujung pulau Sulawesi paling utara, unit melodic hardcore/hardcore punk ini melampiaskan lirik eksplisit, meneriakkan jiwa yang menginginkan kebebasan serta perlunya melontarkan ‘suara penolakan’ akibat sistem yang gagal. Keresahan itu ditumpahkan lewat karya rekaman baru mereka bertajuk “Voice of Resistance”. Single itu sendiri merupakan suguhan kedua Fin’s Mock setelah “Anguish”, single pertama yang mereka luncurkan

EIRA Menghujat Pengguna Media Sosial yang ‘Berantakan’

Hampir tiga tahun sejak terbentuk, akhirnya kuartet punk/metal asal Bandung ini berhasil menumpahkan sumpah serapahnya lewat single debut bertajuk “Berantakan”. Dirilis tepat awal Januari 2021 lalu via berbagai penyedia jasa dengar musik digital (streaming) seperti Spotify, Apple Music, iTunes, Tidal, Amazon Music, YouTube Music hingga Deezer. Terbentuk pada 27 April 2018, EIRA diperkuat oleh empat

“Rat”, Single Hardcore Punk TROPICAL WEST yang Berwarna

Dari kawasan West Borneo, Kalimantan Barat, unit cadas ini mencoba melecutkan konsep hardcore punk yang lebih ‘bersahabat’ di kuping banyak orang. Sebagai nomor perkenalan dengan paham tersebut, Tropical West telah meluncurkan single debut bertajuk “Rat”, yang telah diedarkan sejak 12 Januari 2021 lalu via distributor @enamempatrecord. Eksekusi perekaman “Rat” sendiri dilakukan Muhammad Daris Dzakir (vokal),

“Consequences”, Seruan Hardcore SILENCE AS REVENGE yang Tidak Biasa

Di mata unit hardcore asal Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini, progresi hardcore yang lumayan popular di Indonesia mulai terkesan monoton. Mereka ingin membuatnya terdengar lebih modern. Jadilah sebuah formula, dimana unsur-unsur khas hardcore punk dikombinasikan dengan elemen metalcore era 2000an yang dikemas dalam sound modern. Terapan itu sudah dirumuskan Silence As Revenge lewat single terbarunya

ANGRY RETARDS: “Hardcore Punk Adalah Kebebasan Berekspresi.”

Tujuh tahun mendinginkan mesin rupanya tidak membuat pejuang hardcore punk asal Jakarta Selatan ini terjebak karat. Tidak butuh waktu lama melakukan inreyen, memunculkan lagi gesekan-gesekan api kreativitas untuk mengejar akselerasi yang diinginkan. Hanya dalam kurun waktu kurang lebih tujuh bulan, sebuah album penuh bertajuk “Pissed” berhasil dieksekusi dan diletupkan ke skena cadas via Lawless Records. 

ERAKRAMA, Proyek ‘Onani’ dalam Misi Hardcore Punk

Karena niat awalnya Erakrama memang dibentuk sebagai ‘proyek onani’, maka para personel unit hardcore punk asal Jakarta ini tidak begitu peduli dengan tenggat waktu. Tak heran, single debut mereka, “Nusantarat” yang telah diperdengarkan sejak November 2020 lalu membutuhkan waktu yang sangat lentur dalam penggarapannya. Hampir setahun… untuk sebuah komposisi ngebut yang hanya berdurasi 1 menit

Kegalauan ‘Dunkirk’ dalam EP Eksploratif OPTION PARALYSIS

Menurut pelantun metal eksploratif asal Cianjur, Jawa Barat ini, mereka menyuguhkan peleburan berbagai pengaruh latar belakang musikal yang dibawa oleh masing-masing personelnya menjadi satu kesatuan. Itu yang mereka tuangkan di album pendek (EP) pertamanya, “I. Continuum” yang sudah bisa didengarkan via kanal Bandcamp sejak 7 Desember 2020 lalu. “I. Continuum” sendiri beramunisikan empat komposisi, yakni

FIRST TIME Bangkitkan Album Hardcore yang Pernah Hilang

Salah satu punggawa lama nan berbahaya dari skena hardcore di Yogyakarta ini akhirnya berhasil juga melampiaskan album “Self-titled” mereka, setelah sekian lama terpendam di dalam arsip komputer. Bahkan delapan tahun lalu, arsip master rekamannya sempat hilang. Tapi untungnya, di luar cerita soal raibnya master rekaman tadi, penggarapan album yang dinaungi oleh label Samstrong Records ini

RADICALISM Kembali Eksis Lewat Single Hardcore Melodik

Menyusul single debut bertajuk “Invisible”  yang dirilis tahun lalu, unit hardcore asal Bekasi ini kembali meluncurkan karya rekaman baru, sebuah single agresif berjudul “Lost”. Di liriknya kali ini, Radicalism mengumbar keresahan tentang pengalaman pribadi dari salah satu personelnya, yakni vokalis Ihdrus Setiawan, berupa keresahan serta luapan emosi karena kehilangan seseorang yang dicintai. Selain oleh Ihdrus,

NO RECOVERY: “Konsep (Dbeat Hardcore Punk) Kami Sangat Tak Terduga.”

Pengalaman masing-masing personel bergabung dengan band lain membentuk karakter No Recovery menjadi semakin solid. Terutama dalam pemilihan genre serta tema. Seperti yang kini mereka lampiaskan di album baru bertajuk “Ego-Cen-Tris”, dimana trio pengibar dbeat hardcore punk asal Jakarta ini banyak menyurahkan pengalaman hidup, sosial politik, tingkat kesetaraan, hak asasi manusia, masyarakat dan realita pada umumnya

TIMAH PANAS Cecar Peringatan akan “Dosa”

Memanfaatkan kekosongan saat pandemi, unit cadas asal Bali ini memutuskan untuk tetap menggerakkan kreativitas musikalitas mereka. Dan kali ini, Timah Panas mencoba untuk tampil lebih fresh lewat single terbarunya, “Dosa”, yang menonjolkan paduan pekikan vokal wanita yang serak dan lantang, garukan riff-riff gitar yang meraung, diikuti cabikan bass serta gebukan dram yang melaju kencang menusuk