ROXX Akhirnya Tuntaskan Ritual Pembaptisan “Anthem”

Akhirnya, semalam, formasi terkini ROXX, yakni Trison Manurung (vokal), Toni Monot (bass), Raiden Soedjono (dram) serta duet gitaris Iwan Achtandi dan DD Crow menuntaskan ritual pembaptisan dirilisnya album terbaru, “Anthem” di Rolling Stone Cafe, Jakarta. Album berisi sembilan lagu, rilisan Putra Mandala Production tersebut sekaligus menandai perayaan 30 tahun karir ROXX di kancah musik keras Tanah Air.

Selama lebih dari sejam, band legendaris tersebut menggempur kuping lebih dari 100 penggemarnya serta para undangan yang didominasi kalangan rocker. Di antaranya terlihat Eet Sjahranie dan Daeng Oktav (edane), Damon Koeswoyo (Kidnap), Adrian Adioetomo, para personel band Konspirasi, Montecristo dan Cokelat hingga penyanyi dan musisi senior Renny Jayusman dan Benny Soebardja (Sharkmove/Giant Step).

Di atas panggung, ROXX benar-benar menderu. Seluruh lagu dari “Anthem” mencecar audiens dengan gedoran distorsi khas thrash metal yang cadas dan intens. Kebetulan, materi “Anthem” sendiri menggabungkan lagu-lagu baru dengan nomor-nomor lama ROXX yang telah diaransemen ulang sehingga dinamika antara band dan penonton terlihat agresif dan tak kehilangan momentum sepanjang show. Bahkan tetap terjaga walau sempat diselingi penayangan video klip “Black Status”, atau saat tensi dikendorkan lewat nomor nostalgia bernuansa balada, “Ada Tiada” dilantunkan, aura panas di depan panggung tetap terasa menyengat.

Single pertama dari “Anthem”, yakni “Blask Status” juga disambut gegap gempita karena tetap menampilkan sisi keras ROXX yang liar dan cadas. Tak kalah dengan materi lama yang selama ini dipuja penggemar ROXX seperti “Society Way”, “5 Cm” serta lagu anthem ROXX sepanjang masa, “Rock Bergema”. Kendati lagu-lagu yang versi aslinya termuat di album “Black” (1992) tersebut telah mengalami sedikit perubahan aransemen, namun tetap tak mengurangi gregetnya. “Soalnya itu lagu wajib ROXX di panggung,” seru Raiden beberapa waktu lalu, saat ditemui MUSIKERAS.

Tiga puluh tahun bukan waktu yang sebentar. Dan bagi generasi sekarang, ROXX tentunya butuh energi baru untuk menegaskan eksistensinya sebagai salah satu band cadas yang masih layak disegani. Dan album “Anthem” ini diharapkan menjadi tombak yang bisa melesat dan menghujam deras ke kancah permetalan dalam negeri. Oleh karena itu, saat menggarap aransemen lagu-lagunya, para personel ROXX tak ingin setengah-setengah. Menurut DD Crow, “Anthem” benar-benar dibuat untuk anak metal, dan tanpa kompromi. “Album ini sangat anak metal, dibuat untuk didengarkan oleh anak metal. Kalau dulu (di album-album sebelumnya), pengennya semua orang bisa mendengar musiknya,” tandasnya semangat.

ROXX secara resmi tampil pertama kali di depan umum pada 1 April 1987 di Jakarta dengan formasi awal,  yakni Trison, Jaya, Arry Yanuar (dram), Tony (bass) dan Iwan (gitar). Debut mereka dimulai ketika menjadi runner up di gelaran “Festival Rock Se-Indonesia” pada 1989 versi Log Zhelebour. Single pertama mereka,“Rock Bergema” lantas termuat di album kompilasi “Festival Rock Log Zhelebour 1989”. Pada 10 Agustus 1999, Arry meninggal dunia dan sempat membuat ROXX vakum. Dalam sejarah musik rock Indonesia, ROXX disebut-sebut sebagai salah satu pelopor pergerakan musik metal di ranah underground di Indonesia. Sebelum “Anthem”, ROXX sudah merilis album “Roxx (Album Hitam)” (1992), “Nol” (1994), “Bergema Lagi” (2004), “Retake” (2009) dan “Jauh dari Tuhan” (2013). (Mdy)

Kredit foto: Adi Wirantoko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *