Profil WOLFPAK, dari Album Kompilasi “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2”

Usai merilis dua single yang mulai dicicil sejak tahun lalu, yakni “Hall of Shames” dan “Men of Disasters”, kini unit metalcore asal Jakarta, Wolfpak kembali menggetarkan skena metal modern lewat single terbaru bertajuk “Borderlands”. Tapi kali ini ada yang berbeda. Wolfpak tidak merilisnya sendiri, melainkan dipasarkan secara eksklusif via album kompilasi “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2” yang dirilis oleh MUSIKERAS bekerja sama dengan Locker Media besok, tepatnya 22 Juni 2017.

Saat menggarap “Borderlands”, Wolfpak sudah kembali diperkuat formasi berlima. Pada Desember 2016 lalu, Tara, gitarisnya, mengundurkan diri. Tapi kini mereka sudah menemukan pengganti, yakni Jaya Kusuma untuk melengkapi formasi sebelumnya, yakni Ramadian Agri Putra (vokal), Juanda Esa Putra (gitar), Aditya Krisna (bass) dan Muhammad Fikri (dram).

“Borderlands” juga menandai pertama kalinya bagi para personel Wolfpak mengeksekusi produksi rekamannya sendiri, di luar untuk vokal dan dram. Termasuk untuk pembuatan video playthrough yang telah mereka tayangkan via YouTube dan media sosial. “Pengalaman pertama banget ngetake sendiri, ngeproduce sendiri, mixing mastering sendiri dan paling puas hasilnya so far. Dan mudah-mudahan di album (nanti) bisa lebih baik,” ulas pihak band yang diwakili Aditya kepada MUSIKERAS.

“Borderlands” sekaligus juga menjadi penutup dari rangkaian perilisan single Wolfpak, dan juga menjadi bridging ke penggarapan album Wolfpak yang rencananya mulai direkam pada Agustus atau September dan dirilis di awal tahun depan.

Dari segi peramuan musik di “Borderlands”, tentu saja mereka semakin mempertegas paham metalcore yang telah mereka anut sejak terbentuk pada 21 Juni 2015 silam dengan referensi dan inspirasi dari band-band seperti Bullet for My Valentine, Trivium dan Asking Alexandria. “(Tapi kali ini) lebih modern dari segi sound dan breakdown-breakdown musiknya. Cuma kami tetap masih mengandalkan tapping-tapping metalcore yang nggak boleh hilang,” urai Aditya lagi.

Album kompilasi “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2” sendiri bisa dibeli via berbagai gerai digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan lain-lainnya. Dan tidak kalah dibanding ‘volume 1’ yang sudah beredar di pasaran digital sejak 22 Maret 2017 lalu, formasi band yang dilibatkan kali ini tetap sangar, dan bahkan semakin berbahaya. Sebutlah Edane dan Sucker Head, dua pentolan senior di ranah rock dan metal Tanah Air. Lalu ada Jikunsprain yang dimotori Jikun, gitaris band rock senior /rif, serta Raksasa, unit rock kolaboratif yang melibatkan gabungan musisi yang sudah punya nama dari band berbeda. Dua band sisanya yang tentunya tak kalah sadis adalah unit grunge asal Jakarta, Bissing serta Wolfpak.

Oh ya, penjualan “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL 1” sendiri saat ini juga masih berjalan, dan bisa dibeli atau didengarkan via kanal-kanal digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan lain-lainnya. Sekadar mengingatkan, album tersebut juga melibatkan para pejuang musik cadas berbahaya, seperti band rock legendaris Roxx (Jakarta), Tremor (Jakarta), Arkenstoned (Jakarta), Aftercoma (Bandung), Holykillers (Tangerang) dan Godless Symptoms (Bandung). Lebih jauh tentang rilisan ini, silakan langsung intip di microsite “CRACKED IT!” di portal ini juga.

Dengan rilisan “Cracked It!” ini, MUSIKERAS semakin memantapkan posisi sebagai media penyaluran idealisme musik penggetar kuping. Kami tak hanya hadir sebagai penebar berita-berita bertensi tinggi, tapi juga telah memuntahkan album kompilasi digital beringas yang merangkum band-band independen di Tanah Air.

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.