SCYLLA: Antara Polyrhythm Djent dan Metalcore

Panaskan jalan menuju perilisan albumnya, Scylla perdengarkan rilisan tunggal terbarunya yang lebih modern, namun tetap punya identitas mereka yang kuat.
scylla
SCYLLA

Scylla menegaskan posisi mereka dalam spektrum musik alternatif modern bernuansa djent di skena independen Tanah Air, lewat lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “D.E.R.N”, singkatan dari Destroyed Emotion Residual Numbness.

Unit cadas asal Bali ini menunjukkan pendekatan yang lebih matang dari segi komposisi serta perkembangan musikalnya, jika dibandingkan dengan lagu rilisan tunggal debut, “Narcissistic” yang dirilis pada 29 November 2025 lalu.

“Kami lebih berani mengeksplorasi struktur lagu yang tidak terlalu konvensional, serta memasukkan breakdown part ringan dan tapping gitar di sela-selanya,” seru kubu Scylla kepada MUSIKERAS menegaskan.

“Secara keseluruhan, ‘D.E.R.N’ terdengar lebih modern, lebih kompleks, tapi tetap punya identitas yang kuat dari Scylla.”

Band yang digerakkan trio vokalis Ayu Retno Wahyuni (Keita), gitaris I Gede Putra Wibawa (Wiba) dan dramer I Komang Trisna Adi (Putaph) ini menyebut “D.E.R.N” menghadirkan komposisi dengan struktur yang lebih kompleks.

Sarat eksplorasi ritmis khas djent serta pendekatan sonik modern yang berpadu dengan sensibilitas alternatif. Diterapkan lewat permainan gitar presisi tinggi, konstruksi ritme progresif serta atmosfer yang dibangun secara bertahap untuk memperkuat pengalaman mendengarkan.

Pendekatan musikal yang agresif namun terstruktur tersebut menjadi medium utama Scylla dalam menyampaikan pesan di liriknya. Mereka mengangkat narasi mengenai pergulatan batin, tekanan internal serta fase dimana seseorang berada di titik antara kehancuran dan penerimaan diri.

Lagu ini merepresentasikan kondisi emosional yang tidak stabil—antara keinginan untuk bertahan dan dorongan untuk melepaskan segalanya—yang diterjemahkan melalui dinamika musik yang kontras, intens dan penuh tensi.

scylla

Sinkronisasi Inspirasi

Proses kreatif penggarapan “D.E.R.N” dimulai dari eksplorasi riff gitar dengan nuansa djent yang cukup modern, lalu dikembangkan menjadi struktur lagu yang dinamis.

“Kami cukup fokus pada keseimbangan antara technicality dan feel agar tetap enak didengar,” tutur Scylla lagi.

Proses produksinya sendiri menghabiskan waktu selama kurang lebih 1–2 bulan, termasuk penyusunan demo, tracking hingga mixing dan mastering. Keseluruhan dieksekusi di Pizza Records, sebuah fasilitas studio rekaman rumahan.

Dalam penggarapannya, “D.E.R.N” menuntut sinkronisasi ritme yang cukup menantang bagi band ini. Terutama karena mereka menerapkan banyak pola polyrhythm dan groove yang kompleks khas djent, namun dibuat ringan agar masih bisa dicerna pendengar.

“Selain itu, menjaga tightness antara gitar, bass dan dram jadi hal yang cukup krusial. Di sisi produksi, balancing tone juga jadi tantangan, kami ingin gitar tetap berat tapi tidak ‘menelan’ elemen lain seperti vokal dan dram.”

Untuk meramu komposisi serta aransemen musiknya, para personel Scylla menyerap cukup banyak sumber referensi dan inspirasi.

Antara lain disari dari band-band modern mancanegara macam Spiritbox (Kanada) untuk sisi melodic/clean, serta ERRA (AS) dan Novelists (Prancis) untuk pendekatan djent dan metalcore modern. 

Usai resmi memperdengarkan “D.E.R.N”, kini Scylla mulai mengarahkan fokus menyiapkan rilisan-rilisan lanjutan, sebagai bagian dari konsep yang lebih besar. Di antaranya merilis album yang diusahakan bisa terwujud tahun ini juga.

“Saat ini, materi untuk lagu selanjutnya sudah mulai dikembangkan dan beberapa lagu sudah masuk tahap demo.”

“D.E.R.N” telah tersebar di berbagai gerai layanan musik digital sejak 13 Maret 2026 lalu, termasuk di kanal YouTube. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
cloudcry
Read More

CLOUDCRY: Pendekatan Tajam dalam Metalcore

Sebuah ‘surat dari luka yang dalam’ kini disuarakan Cloudcry lewat berondongan metalcore yang lebih padat, tajam, agresif sekaligus emosional.
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.