Tahun ini benar-benar milik Guns N’ Roses. Sejak tur reuni “Not In This Lifetime” mulai bergulir pada 25 Maret 2016 lalu, pamor band rock legendaris ini kembali melesat ke permukaan dan tercatat sebagai reuni terpenting abad ini. Tur “Not In This Lifetime” yang menghadirkan formasi Slash (gitar), Duff McKagan (bass) dan Axl Rose (vokal), plus band pendukung yang diperkuat oleh Frank Ferrer (dram), Richard Fortus (gitar) serta Dizzy Reed dan Melissa Reese (kibord) sendiri bahkan berhasil meraih keuntungan fantastis. Berdasarkan perhitungan finansial per Juli 2017 lalu, pundi-pundi pihak band dan timnya setidaknya telah bertambah tebal, mencapai lebih dari USD 339,900,000-.

Nah, dampak terbaru dari kesuksesan itu kini menarik perhatian pabrikan motor legendaris di Amerika Serikat, Harley Davidson. Sejak awal Agustus lalu, Harley telah meluncurkan produk kaos model capsule edisi khusus Guns N’ Roses, yang diproduksi dalam jumlah terbatas, bekerja sama dengan Bravado International Group, Inc.. Kaos dengan desain khusus tersebut secara eksklusif dipasarkan via gerai-gerai resmi Harley-Davidson di seluruh dunia. Tersedia desain untuk pria dan wanita, yang dibandrol dengan harga bervariasi, dimulai sebesar USD 30, atau sekitar Rp. 400 ribuan.
“Kami sangat bersemangat untuk bekerja sama dengan Bravado untuk merayakan Guns N’ Roses, yang mana kolaborasi ini menyatukan dua brand bersama-sama mengekspresikan kebebasan dan pemberontakan,” ungkap Mary Kay Lee, direktur utama divisi merchandise Harley-Davidson.
“Harley-Davidson dan Guns N’ Roses sama-sama menjunjung kebebasan berekspresi, hasrat pada kehidupan dan sebuah dedikasi untuk berpetualang,” timpal John Burke,“ timpal petinggi dari pihak Bravado.
Seiring dengan berjalannya tur “Not In This Lifetime” yang hingga kini masih terus bergulir, angka penjualan album-album Guns N’ Roses juga meningkat. Terutama album kompilasi kontroversial “Greatest Hits” yang diluncurkan secara sepihak oleh label Geffen Records pada Maret 2004 silam. Menurut Billboard, terhitung sejak Juni 2017 lalu, album tersebut telah bertahan selama 400 minggu di chart 200 album terlaris di Amerika Serikat, dengan catatan penjualan sebesar lebih dari lima juta keping.
Guns N’ Roses terbentuk di Los Angeles, AS pada 1985. Saat merilis salah satu albumnya yang tersukses, “Appetite for Destruction” (1987), formasinya diperkuat oleh Axl Rose, Slash, Duff, gitaris Izzy Stradlin dan dramer Steven Adler. Di album berikutnya, “Use Your Illusion I” dan “Use Your Illusion II” (1991), terjadi perubahan formasi, dimana posisi Izzy digantikan oleh Gilby Clarke, Steven digantikan Matt Sorum dan ada penambahan kibordis Dizzy Reed. Akumulasi penjualan dari enam album studio Guns N’ Roses mencapai angka lebih dari 100 juta keping di seluruh dunia.
Saat mempromosikan album “Chinese Democracy”, Guns N’ Roses pernah menggelar konser di Jakarta, tepatnya di Mata Elang International Stadium, Ancol pada 16 Desember 2012 silam dengan formasi Axl Rose, Ron “Bumblefoot” Thal (gitar), DJ Ashba (gitar), Richard Fortus (gitar), Dizzy Reed (kibord), Chris Pitman (kibord), Tommy Stinson (bass) dan Frank Ferrer (dram). (MK03)
.