Satu lagi darah segar di skena deathcore Tanah Air hadir menumpahkan idealisme musikalnya. Remember This Day baru terlahir pada Desember 2018 lalu, namun tak mau menunggu lama untuk segera menerjang dengan amunisi berhulu ledak tinggi. Seperti yang sudah bisa didengarkan lewat single pertamanya, “Figur Tirani”.
“‘Figur Tirani’ merupakan lagu yang sangat merepresentasikan Remember This Day secara musikalitas dengan komplit ,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, meyakinkan.
Lebih jauh, Remember This Day yang diperkuat formasi Yeremiah Ferdyson (vokal), Jeffry Arsand (gitar), Pieter Anroputra (gitar), Bobby (bass) dan Seno Ramadhan (dram) menyebut “Figur Tirani” menerapkan tiga formula utama dalam penggarapan aransemen musik Remember This Day, yaitu ‘swag’, ‘brutal’ dan ‘harmonic’.
“Swag di sini adalah bagaimana supaya pendengar bisa merespon dan menikmati beat yang simpel namun tetap pada resonansi deathcore. Dari fomula ini ada beberapa influence dari musik hip hop tentunya, serta beberapa band deathcore seperti Chelsea Grin, Acrania, Martyr Defiled. Untuk ‘brutal’, kami ingin tetap bermain cepat dan keras tapi tidak mengganggu formula yang lainnya. Di sini kami ada influence dari band technical death metal semacam Necrophagist, Spawn of Possession, The Zenith Passage dan bahkan Deadsquad. Lalu ‘harmonic’ merupakan pemanis materi supaya pendengar tidak lelah dengan gempuran distorsi dan blasting karena kami ingin semua ada keseimbangan. Di sini kami terpengaruh dari band-band seperti Shadow of Intent, AngelMaker dan Altered Perception,” urai Remember This Day panjang lebar.
Berpijak pada formula tersebut, “Figur Tirani” pun dianggap sebagai pilihan yang tepat untuk memperkenalkan Remember This Day kepada khalayak luas, baik dari kalangan metalhead hingga penikmat musik lintas genre.
Oh ya, “Figur Tirani” ini sendiri merupakan salah satu dari lima komposisi bertegangan tinggi yang termuat di album mini (EP) pertama Remember This Day yang bertajuk “Apocalyptika”. Lagu lainnya berjudul “Bedebah”, “Demon”, “Sin” dan “Arogansi”. EP ini kini sudah tersedia di layanan streaming Spotify.
Proses kreatif penggarapan rekaman “Apocalyptika” diawali dari materi kasar hasil workshop Jeffry dan Pieter yang direkam secara minimalis. Setelah bagan terbentuk barulah versi demo dikerjakan di studio, yang lantas disebar ke personel lainnya. “Setelah seluruh personel faham bagan lalu workshop lengkap di studio. Setelah itu baru masuk rekaman untuk perekaman versi master. Proses ini memakan waktu sekitar satu tahun dan kebetulan untuk proses rekamannya dilakukan di studio yang terpisah-pisah, karena kesibukan pekerjaan para personel.”
Remember This Day sendiri lahir dari pertemanan para personelnya yang sudah terjalin sejak bertahun-tahun. Namun kelimanya justru belum pernah tergabung dalam satu band. Hingga suatu ketika, secara kebetulan mereka bertemu dan waktunya sangat tepat untuk tergabung dan berkonsoliasi.
“Sehingga kami akan selalu mengingat hari dimana kami akhirnya tergabung dalam satu band, yang akhirnya juga (menjadikan) Remember This Day kami pilih sebagai nama band.” (mdy/MK01)
.