Semburkan Single “Noir”, IXIA Tegaskan Konsep Metalcore yang Tidak Generik

Racikan metalcore di karya rekaman terbaru dari IXIA, unit cadas asal Jakarta, kini diperluas. Single mereka, “Noir” yang baru dilepas pada 6 Agustus 2021 lalu memamerkan warna yang berbeda. Khususnya jika dibandingkan dengan album “Unividuals” (2018). Tidak lagi menampilkan geberan metalcore yang generik, melainkan ada eksperimen baru yang memadukan metalcore dengan elemen nu-metal dari era ’90an serta modern deathcore yang lekat akan terapan drop tuning, blastbeat dan breakdown.

Dari segi musikal, adanya eksplorasi tersebut didasari alasan bahwa tema musik IXIA di album “Unividuals” sudah mereka anggap terlalu generik. Khususnya terapan riff-riff gitar dan groove a la musik djent. 

“Sudah kebanyakan band seperti itu, dan memang setelah kami selesai album kemarin, kami merasa harus bikin yang lebih dark, lebih seram. (Tentang) nu-metal era ‘90an itu, karena kami kangen aja dengan nuansa-nuansa riff yang ada di masa itu, yang bisa dibilang sangat jarang terdengar di band-band yang sekarang. Referensi musik kami kali ini Slipknot udah pasti, juga Crystal Lake dan While She Sleeps,” beber IXIA kepada MUSIKERAS, mengurai lebih jauh.

Bersama Raga Maharasta sebagai produser, IXIA yang kini diperkuat formasi Dimas G. Hardyyanto (vokal), Hamdy Bahasuan (gitar) dan Alexander Vito (bass/vokal) menggarap rekaman “Noir” di Leap Records dan di Rostels Records. Untuk pengolahan mixing dan mastering dipercayakan kepada Ricky Aprianto dari Rostels Records.

.

.

Oh ya, Raga Maharasta yang ditunjuk sebagai pengarah musik adalah pembetot bass di band Undelayed, dan juga merupakan putra kandung mendiang Naniel Yakin, musisi senior pencipta lagu “Bento” yang dipopularkan oleh grup kolaborasi rock legendaris, Swami. Selain Raga, penggodokan single “Noir” juga melibatkan Michy Ibrahim (House You Live In) yang mengeksekusi isian dram.

Proses penggarapan “Noir”, dimana liriknya mengangkat tema mental illness dan fenomena mati muda yang kerap terjadi di era modern, diawali penggodokan konsep musik yang dilakukan oleh Hamdy dan Raga. Lalu selanjutnya proses rekaman keseluruhan diarahkan oleh Raga, mulai dari tracking instrumen dram, bass, gitar hingga vokal. Sementara untuk tema dan lirik dikerjakan oleh Vito dan Dimas. Produksi “Noir” dikerjakan selama kurang lebih 40 hari, yang dimulai sesaat sebelum memasuki bulan Ramadhan 2021 hingga rampung di minggu terakhir bulan tersebut.

Selain single, IXIA juga merilis video klip “Noir” yang mereka garap bekerja sama dengan Pleasure 8, dan disutradarai oleh Tengka, vokalis band Emilia serta Hendro Prasetyo, vokalis Esoteric Revelation. Pleasure 8 sendiri adalah komunitas musisi asal Jakarta yang berbasis tongkrongan dengan segala macam produktifitas dan kreatifitas, yang mencakup pembuatan musik sampai publishing ke platform digital, desain grafis dan videografi. Dan dalam waktu dekat, IXIA kembali akan berkolaborasi dengan Pleasure 8, dalam konsep yang bakal seru dan pastinya jarang terjadi di Indonesia.

Sebelum merilis album “Unidividuals” dan single “Noir”, IXIA yang terbentuk sejak Februari 2017 telah menancapkan eksistensinya lewat rilisan single “Generation” dan “Restless” (2017) serta “Metamorph” dan “Disease” (2018). (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *