Kabar Keras Dunia: Dari WE CAME AS ROMANS Hingga SUFFOCATION

Tujuh September 2021 lalu, WE CAME AS ROMANS (WCAR) kembali melepas karya rekaman single terbarunya, bertajuk “Black Hole” yang menghadirkan kontribusi vokal Caleb Shomo dari BEARTOOTH. Konon menurut Dave Stephens, vokalisnya, lagu tersebut merupakan karya terakhir yang mereka tulis untuk rekaman album terbaru WCAR. 

“Kami memiliki ide seperti apa yang kami inginkan (terdengar), dan kami menulis banyak musik untuk tujuan itu selama kami berada di Los Angeles. Tapi kami tidak pernah benar-benar puas dengan apa yang kami buat. Dengan hanya seminggu sisa waktu di studio, kami akhirnya menciptakan sesuatu yang membuat kami semua bersemangat,” ujar Dave mengungkapkan.

Lalu, saat lagu itu selesai, mereka langsung mengirimkannya ke sahabat lama mereka, Caleb Shomo. Menurut Dave, WCAR telah melakukan tur bersama dengan Caleb selama lebih dari 10 tahun, dan mereka akhirnya sangat senang bisa berkolaborasi dalam sebuah lagu. “Caleb adalah vokalis yang luar biasa dan lagunya tidak akan sama tanpa kontribusinya!”

Sebelum “Black Hole”, WCAR yang terbentuk pada 2005 silam sudah mendahului persiapan menyambut album barunya dengan merilis single “Darkbloom” pada 14 Juli 2021. 

.

Akhirnya, JERRY CANTRELL mengumumkan judul album solo terbarunya, yaitu “Brighten”. Karya rekaman tersebut bakal dirilis pada 29 Oktober 2021 mendatang, atau sekitar 19 tahun berselang sejak gitaris unit rock/grunge ALICE IN CHAINS tersebut merilis album solo keduanya, “Degradation Trip”. Penggarapan “Brighten” dikerjakan Jerry bersama komposer film Tyler Bates serta engineer Paul Figueroa. Sementara untuk eksekusi musiknya, Jerry didukung oleh dramer Gil Sharone dan Abe Laboriel, Jr. (Paul McCartney), pedal steel master Michael Rozon serta Vincent Jones di piano, Wurlitzer dan organ. Lalu di beberapa trek, juga ada kontribusi permainan bass dari Duff McKagan (GUNS N’ ROSES), vokal latar dari Greg Puciato (THE DILLINGER ESCAPE PLAN) serta pemolesan mixing oleh Joe Barresi (TOOL/QUEENS OF THE STONE AGE). Selain delapan komposisi orisinal, “Brighten” juga memuat “Goodbye”, versi daur ulang dari lagu milik Elton John sebagai penutup album.

.

Salah satu penantian berharga di ranah rock dan metal, akhirnya terjadi. Unit progressive rock MASTODON telah merampungkan album terbarunya, “Hushed And Grim” dan bakal merilisnya pada 29 Oktober 2021. Video musik untuk single pertamanya, “Pushing The Tides” yang digarap oleh sutradara Lorenzo Diego Carrera juga sudah dilepas di YouTube. Proses rekaman album yang memuat 15 trek tersebut digarap Mastodon di West End Sound, yang berlokasi di Ember City, Atlanta bersama produser dan engineer pemenang Grammy Awards, David Bottrill. Pada September 2020 lalu, Mastodon sempat merilis album kompilasi berjudul “Medium Rarities”, yang di antaranya memuat lagu baru bertajuk “Fallen Torches” yang dipadukan dengan beberapa lagu daur ulang, lagu untuk kebutuhan film, komposisi instrumental serta lagu-lagu dari kemasan sisi B saat merilis single dari album-album sebelumnya. Masih tahun lalu, Mastodon juga merilis lagu “Rufus Lives” untuk kebutuhan soundtrack film “Bill & Ted Face The Music”.

.

Unit melodic death metal ekstrim asal Kanada, THE AGONIST akan melontarkan album mini (EP) terbarunya, yang berjudul “Days Before The World Wept” pada 15 Oktober 2021 mendatang. Karya terbaru yang diedarkan via Napalm Records ini disebut-sebut melampiaskan potensi band tersebut yang jauh lebih agresif dan teknikal. Bukti itu bisa didengarkan di single terbarunya, “Remnants In Time”, dimana kolektif yang dihuni formasi Vicky Psarakis (vokal/piano), Danny Marino (gitar), Pascal Jobin (gitar), Chris Kells (bass) dan Simon McKay (dram) ini meluapkan energi yang simultan, plus kemampuan vokal Vicky yang mampu melibas segala area. Proses rekaman dan produksi “Days Before The World Wept” yang beramunisikan lima lagu baru dieksekusi The Agonist bersama Christian Donaldson, produser yang di antaranya pernah menangani pengerjaan album milik Cryptopsy dan Despised Icon. Sejak terbentuk pada 2004 hingga 2014, band ini sempat diperkuat oleh vokalis Alissa White-Gluz yang kini memperkuat ARCH ENEMY. 

.

Warisan kejeniusan mendiang EDDIE VAN HALEN sebagai musisi atau gitaris yang telah membawa banyak terobosan dalam panggung musik dunia kembali mendapat penghargaan dalam format sebuah buku. Adalah penerbit Hachette Books yang bakal menerbitkannya pada 5 Oktober 2021, yang diberi judul “Eruption: Conversations With Eddie Van Halen”. Buku setebal 336 halaman tersebut ditulis oleh jurnalis musik Brad Tolinski dan Chris Gill, disusun dari rekaman hasil wawancara yang total berdurasi 50 jam. Bukan hanya dengan Eddie, namun juga mencakup rekaman obrolan dengan keluarga serta teman-teman dekatnya. Topik yang dibahas antara lain tentang kehidupan masa kecilnya sebagai bagian dari sebuah keluarga imigran, kecanduannya terhadap alkohol dan narkoba, perkawinannya yang kemudian kandas dengan artis Valerie Bertinelli hingga dinamika hubungannya dengan tiga vokalis Van Halen, yakni David Lee Roth, Sammy Hagar dan Gary Cherone. Tapi yang terpenting, tentunya ulasan terperinci tentang gitar, lalu dampak yang ia timbulkan di dunia musik, dan dunia gitar khususnya. 

.

Pada 12 November 2021 mendatang, publik metal dunia akan merayakan dirilisnya rilisan album terbaru dari salah satu monster brutal death metal dunia, SUFFOCATION. Hanya, kali ini bukan album rekaman studio, melainkan sebuah rekaman dari konser mereka yang bertitel “Live In North America”. Tapi satu hal penting dari album konser rilisan Nuclear Blast Record ini, menurut gitaris Terrance Hobbs, adalah kesempatan menyaksikan penampilan terakhir vokalis Frank Mullen bersama Suffocation. Frank sendiri masih memperkuat Suffocation saat band tersebut merilis album studio kedelapannya,“…Of the Dark Light” yang hanya berdurasi 35 menit 17 detik pada 9 Juni 2017 lalu. Karya rekaman itu juga sekaligus menandai kontribusi pertama dua personel barunya, yakni gitaris Charlie Errigo dan dramer Eric Morotti. Kini, di lini vokal, Suffocation kembali diperkuat oleh Ricky Myers, yang sebelumnya pernah bergabung selama setahun, tepatnya pada periode 2015 – 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *