“Is This the End?”, Garis Akhir NIGHTMARE ON STAGE?

Ya betul. Tapi bukan akhir dari perjalanan karir gerombolan cadas asal Gianyar, Bali ini. Melainkan, “Is This the End?” merupakan rilisan lagu tunggal terakhir yang menutup babak lama Nightmare on Stage (NOS) bersama formasi sebelumnya, saat masih diperkuat vokalis Ida Bagus Agung Artha Guna aka Gus Agung serta pembetot bass, Robby Septyan Arifin.

“Is This the End?” merupakan karya terakhir NOS, yang ditulis oleh Gus Agung. Liriknya merapalkan hal yang ia alami ketika menginjak usia 25, seperti ketakutan menghadapi hal-hal baru serta tanggung jawab baru yang umum kita ketahui dengan sebutan ‘quarter life crisis’. Ada tiga fase yang dituangkan, yaitu fase mengingat kenangan-kenangan yang dulu pernah dilewati bersama, rasa ingin kembali ke masa-masa itu, fase takut untuk menghadapi hal baru, rasa tidak percaya diri dan takut akan kehilangan hal-hal yang sudah dimiliki sekarang, dan terakhir fase menerima bahwa semua memang harus dijalani, meskipun sudah tidak berjuang bersama. Bukan berarti semua yang sudah dilewati akan hilang, semua akan tetap ada dalam cerita yang bisa selalu dikenang. The beat goes on.

Gus Agung sendiri terpaksa harus meninggalkan NOS lantaran harus berangkat kerja ke Jakarta, terhitung sejak Oktober 2021 lalu. Sementara Robby, tak lagi bisa melanjutkan kiprahnya bersama NOS karena sudah tidak memiliki visi yang sama, sehingga memutuskan untuk berhenti.

Selanjutnya setelah “Is This the End?”, NOS yang kini digerakkan formasi I Gede Wahyu Putra Winarta aka Wahyu (vokal), Ida Bagus Putu Emanda Pramana aka Eman (gitar), Jhony Langgeng Baruna Wirawan (gitar), Arif Rahman (bass) dan Komang Ary Prasetia aka Edo (dram) bakal mengerahkan konsentrasi menggarap materi album mini (EP).

Masih berkaitan dengan kepergian Gus Agung, lagu “Is This The End?” tadinya dicanangkan menjadi karya rekaman yang bakal menjadi salah satu amunisi di karya EP NOS mendatang. Namun skenario terpaksa berubah karena Gus tak mungkin terus memperkuat band.

“Maka (lagu tersebut) kami alih fungsikan dan aransemennya menjadi lagu yang didedikasikan untuk Gus Agung,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS, beralasan.

.

.

Proses penggarapannya sendiri terbilang cepat, karena draft lagu sudah ada sejak lama. Yang mengalami perubahan 100% hanya pada lirik dan konsep vokal. Jika ditotalkan keseluruhan proses, hanya menghabiskan waktu selama setengah bulan, mulai pertengahan hingga akhir September 2021. Tapi untuk tahapan mixing dan mastering, berlangsung agak lama. Tepatnya baru rampung pada Maret 2022 lalu. Saat rekaman, NOS mendapat bantuan dari rekannya, Satria Adhiguna (gitaris More Than Hellena) yang kebetulan mempunyai fasilitas studio rekaman rumahan.

Metalcore menjadi titik temu musikal di lagu “Is This the End?”. Namun pihak NOS juga menggarisbawahi, bahwa mereka tidak murni berada di genre tersebut.

“Karena banyak elemen yang dimasukkan pada lagu ini, yang diambil dari konsep genre lain, seperti referensi deathcore di intro, metalcore generik pada verse dan reff, dan mengambil konsep ambience dari modern metalcore pada verse 2. Untuk referensi musiknya, gitaris kami banyak mengambil inspirasi dari Betraying The Martyrs dan Memphis May Fire. Lalu untuk vokal clean kebanyakan ngulik sendiri karena Gus Agung tidak terlalu ‘into’ ke genre ini.”

Setelah perilisan “Is This The End?”, tentunya perampungan EP menjadi target NOS berikutnya. Sebenarnya, EP itu juga sudah dirancang sejak lama, namun harus dilakukan renovasi lagi lantaran adanya pergantian personel.

“Jadinya dilakukan perombakan ulang untuk materi-materi yang ada di EP, supaya personel yang baru bisa memasukkan ide dan aransemen versinya. Progres EP sejauh ini bisa dibilang 25% karena baru beberapa materi yang selesai dirombak ulang.”

Oh ya, NOS terbentuk pada Mei 2017 lalu di sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa Kampus di Bali. Nama ‘Nightmare On Stage’ mereka ambil dari implementasi atas ketakutan para personelnya terhadap hal-hal buruk yang mungkin bisa terjadi di panggung. Tapi di sisi lain, juga menjadi tujuan mereka untuk mempersembahkan ‘mimpi buruk’ di setiap gigs. Sebelum “Is This the End?”, NOS sudah pernah melepas tiga lagu tunggal lainnya, yakni “Terpuruk” dan “You” (2019) serta “Crownless Blood” (2020). (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.