Hampir empat tahun berselang sejak melepas album “Arus Liar” pada 17 November 2018 silam, kuartet metal asal Jakarta ini akhirnya kembali menerjang kuping lewat lagu rilisan tunggal terbarunya bertajuk “B.I.T.A”. Tapi serangan terbarunya ini sedikit berbeda, khususnya dalam pengeksekusian konsep musiknya. Pasalnya, formasi yang memperkuat Last Blood kali ini berbeda.
Pada 2020 lalu, salah satu gitaris serta pembetot bassnya memutuskan mengundurkan diri dengan alasan yang sangat personal. Sehingga tiga personel yang tersisa, yakni Yoga Adystira Yusuf aka Agoy (dram), Atalan Wiratama aka Alan (gitar) dan Fahrizal Ahril Suryana aka Jalih (vokal) harus menggelar audisi internal untuk mencari penggantinya. Untungnya, tidak butuh lama mereka akhirnya menemukan dan mengesahkan Tarsugi aka Ugie sebagai gitaris terbaru. Ugie menjadi amunisi baru yang membuat raungan Last Blood lebih liar.
Jadi jika dibandingkan dengan materi “Arus Liar”, hasil akhir komposisi “B.I.T.A” menjadi sangat berbeda. “Karena selain dengan line up terbaru, secara sound, gear, dan part-part dalam materi terbaru kami ini, kami lebih eksplorasi dan menghilangkan pola-pola yang dulu dibuat di album ‘Arus Liar’,” beber Last Blood kepada MUSIKERAS, meyakinkan.
.
.
Lebih jauh, Last Blood juga mengungkapkan bahwa ramuan musik mereka kali ini – khususnya di isian gitar dan bass – menerapkan notasi yang sedikit gelap, dan sarat akan cermin keterpurukan, dengan dibalut permainan dram cepat yang menggambarkan kegelisahan.
“Untuk referensi musik, kami lebih dominan ke Parkway Drive, namun tetap dibalut dengan referensi dari latar belakang masing-masing personel.”
Ide di balik penggarapan “B.I.T.A” sendiri didasari pengalaman nyata salah satu personel Last Blood, yang mengalami penyakit kecemasan berlebihan, yang membuat dirinya sulit berkembang. “Hal itu yang coba kami tuangkan dalam karya kami.”
“B.I.T.A” sebenarnya tidak digarap sendirian, melainkan paralel dengan lagu-lagu lainnya yang bakal menjadi amunisi panas album kedua Last Blood. Termasuk lagu “ Majestic Disgrace” yang sudah dilapiaskan ke publik metal pada 6 Maret 2021 lalu. Keseluruhan sesi rekaman album berlangsung selama seminggu, dimulai dengan rekaman isian dram selama tiga hari, lalu empat hari untuk vokal dan instrumen lainnya.
Sejauh ini eksekusi rekaman album keseluruhan sudah rampung, namun Last Blood baru akan merilisnya tahun depan. Saat ini mereka akan berkonsentrasi pada kegiatan promo dan melepas beberapa konten di kanal YouTube mereka. (mdy/MK01)
.
.