Banyaknya kekacauan dan kerusakan yang terjadi di muka bumi ini menjadi kegelisahan dari pejuang deathcore asal kota Banjar Patroman, Jawa Barat ini, yang harus dilampiaskan ke dalam sebuah lagu. Maka pada 3 Oktober 2023 lalu, Bleeding Bacteria pun memuntahkan lagu bertajuk “Thanatos” sebagai simbol dari amarah mereka, terhadap apa yang terjadi saat ini. “Thanatos” sendiri merupakan karya rekaman terbaru, sejak mereka merilis album mini (EP) “War To Heaven” pada 22 Juli 2022 lalu.
Dari segi musik, ada sedikit pengembangan di “Thanatos”, yang membuatnya sedikit berbeda dibanding karya lagu Bleeding Bacteria sebelumnya. Namun band bentukan 2012 yang dihuni formasi Hedi Heryanto (vokal), Edwin Kurniawan (gitar), Koko Eka Apriana (gitar) dan Rendy Ervana (dram) ini menegaskan, konsep musiknya tetap berpijak pada benang merah deathcore. Di sekujur lagu, sarat akan terapan vokal berteknik growl, guttural, tunnel throat yang dikombinasikan dengan riff-riff metalcore yang progresif, serta bumbu-bumbu efek shimer ambient lead.
“Dari segi musikal, kami masih tetap memakai deathcore versi Bleeding Bacteria itu sendiri, dengan tambahan riff-riff yang kami bentuk. Yang berbeda adalah, ‘Thanatos’ ini sendiri adalah energi-energi positif yang dihasilkan dari ‘War to Heaven’. Di bagian vokal juga ada sedikit perbedaan dimana Hedi mencoba mengeksplorasi range vokalnya lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Tentunya ini sangat berbeda dari ‘War to Heaven,” beber Bleeding Bacteria kepada MUSIKERAS memperjelas konsepnya.
Namun ketika menjalani proses kreatif penggodokan “Thanatos”, para personel Bleeding Bacteria mengakui cukup menantang dari segi teknis. Apalagi referensi masing-masing personel sangat banyak. “Jadi acuannya kembali lagi kami tetap konsisten pada benang merah kami, karena menurut kami itu adalah identitas musik deathcore yang kami mainkan.”
.
.
Proses kreatifnya sendiri mereka jalani seperti biasanya, yang dimulai dengan menyatukan pemikiran semua personel, bertukar referensi satu sama lain sehingga membentuk satu kesimpulan untuk menentukan tema dan konsep musiknya. Menurut mereka, prosesnya lumayan agak lama karena mereka banyak mengeksplorasi musik sehingga terbentuk banyak opsi yang membuat mereka harus memilah yang terbaik dari yang terbaik.
“Kesulitan dalam mengeksekusi deathcore mnurut kami, seperti yang kami ketahui saat ini banyak style deathcore yang bermunculan, sehingga cukup lumayan sulit bagi kami memilah materi apa yang akan kami buat. Terutama untuk ‘Thanatos’ ini,” seru pihak band lagi, terus-terang.
Belum ada rencana untuk mengemas album penuh sejauh ini, setelah melepas “Thanatos”. Mereka hanya menargetkan bisa menggarap materi-materi baru berikutnya, sambil menjalani kegiatan manggung. “Yang jelas kami ingin menyebarluaskan materi-materi kami terlebih dahulu, karena kami bukan band dari kota besar, jadi lumayan harus ekstra berjuang untuk mencapai semua rencana yang telah kami buat. Salah satunya dengan cara produktif membuat materi.”
Sebelum “Thanatos”, Bleeding Bacteria tercatat sudah merilis beberapa karya lagu lepas, yakni “Hancur dan Mati” (2012), lalu “Warriors Fire” (2013), “Lost All Faith” (2015) dan EP “War to Heaven”. (mdy/MK01)
.
.