GENESIS OF NEMESIS, ‘Mawar Merah’ yang Picu Adrenalin

“Karena SiS hampir tujuh tahun vakum, oleh karena itu di lagu ini adalah waktunya pembalasan dari tujuh tahun yang sempat vakum itu sehingga kami tumpahkan semua semangat kami di single terbaru ini.” 

Kalimat di atas – yang dituturkan kepada MUSIKERAS – mengungkap alasan di balik konsep musik “Rose-Colored”, lagu rilisan tunggal debut Genesis Of Nemesis (disederhanakan menjadi SiS). Di sini, SiS menerapkan metalcore yang berbeda dibanding yang formula yang dulu kerap mereka mainkan sebelum vakum.

“Instrumentasi di single ‘Rose-Colored’ kami terapkan tempo yang agresif, ber-adrenaline dan penuh semangat,” cetus band asal Batam, Kepulauan Riau yang terbentuk pada 2015 silam ini. 

Ketika baru terbentuk , SiS kerap membawakan lagu-lagu milik beberapa band luar seperti Issues, Of Mice & Men, Miss May I hingga Bring Me the Horizon. Bahkan mereka sempat menerapkan formasi dua vokalis dan satu gitaris, lantaran sangat terinspirasi band metalcore asal AS, Issues. “Cuma kurang di pemain synth-nya aja yang gak ada. Dan emang di tahun segitu Issues lagi hype banget. Jadi kami mau bawain konsep itu.”

Bahkan pemilihan nama band pun berasal dari band tersebut. Di salah satu lagu Issues berjudul “King of Amarillo” yang termuat di album “Black Diamonds” (2012), ada bagian lirik yang berbunyi; ‘Got the swag of a coward and the heart of a NEMESIS. If you don’t like these lyrics then go listen to GENESIS’.

Proses kreatif penggarapan “Rose-Colored” dimulai dari gitaris Satria Eka Gardika yang membuat riff gitarnya terlebih dahulu. Kemudian menyusul pengisian dram oleh Aulia ‘Sandi’ Risandi, dan terakhir dilanjutkan pembuatan lirik dan nada yang dipercayakan kepada vokalis Ilham ‘Bagas’ Bagastoro serta gitaris dan vokalis Reynold.

“Proses pembuatan lagunya bisa dibilang cepat sih, cuma sekitar sebulan sampai masuk take vokal. Karena emang untuk di lagu pertama ini kami ngejar untuk cepat dirilis. Nggak banyak yang dipikirin atau ditambah-tambahin. Ya, sebenarnya di pertengahan jalan kami ngerasa lagu ini masih ada kurangnya dan ada beberapa part yang harus ditambah. Tapi akhirnya kami mutusin untuk lanjut aja mau gimana pun hasilnya. Karena kalau kita ubah-ubah terus, lagu ini nggak selesai. Jadi kami milih untuk rilis aja dulu baru evaluasi setelahnya.”

Eksekusi rekaman “Rose-Colored” diproduksi di tiga tempat. Untuk instrumentasi dikerjakan di Studio Genesis of Nemesis, Batam dan dibantu pula oleh Barack Studio, Bandung. Lalu, untuk perekaman vokal dilakukan di 25 Creative House, Batam. Selain itu, Barack Studio juga dipercayakan untuk memoles tahapan mixing dan mastering. Sementara untuk pembuatan video lirik, SiS berkolaborasi dengan Liberate Production.

Kembali ke konsep musiknya, saat para personel SiS meracik komposisi dan aransemen “Rose-Colored”, mereka kini lebih banyak terinspirasi dari band-band metalcore seperti Wage War, Bleed From Within dan As I Lay Dying. Tapi pengaruh dari Issues juga masih disematkan, walau tak banyak. “Saat pembuatan single ini kami benar-benar mendengarkan banyak lagu… mencari inspirasi untuk membuahkan karya yang berkualitas dan tidak asal-asalan.” 

Bagi Sis, hingga hari ini metalcore masih menjadi nadi utama musik mereka. Karena yang terbesit di otak para personelnya memang paham tersebut identik dengan kegelapan, keresahan, perlawanan dan pembalasan. “Dari segi instrumentasi Genesis of Nemesis mengedepankan terapan riff yang modern,  yang dibalut heavy serta alunan chorus yang sangat catchy. Tantangannya adalah bagaimana kami harus memutar otak untuk membuat musik (metalcore) yang modern, fresh dan nggak terdengar basi. Maka dari itu kami juga bereksperimen dengan berani memasukan banyak elemen ke dalam musik kami, termasuk pengaruh pop. Karena kami ingin membuat metalcore yang heavy, catchy dan modern,” seru mereka semangat. 

Momentum perilisan “Rose-Colored” menjadi pemicu bagi Sis untuk terus memuntahkan karya. Saat ini, materi lagu lepas untuk rilisan berikutnya bahkan sudah disiapkan, sedang dalam proses pengerjaan instrumentasi. Mereka menargetkan setidaknya bisa melepas tiga lagu rilisan tunggal sebagai amunisi manggung, sebelum masuk ke rencana pembuatan album mini (EP). Sejak 25 November 2023 lalu, “Rose-Colored” sudah bisa didengarkan di gerai digital Spotify, Apple Music dan YouTube Music. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.