Debut THE CARRION Terobos Batasan Metalcore

Sejak dibentuk pada 2022 lalu di Madiun, Jawa Timur, The Carrion dengan cepat menancapkan jejaknya di skena musik metalcore Tanah Air. Mereka kini sudah menggaungkan eksistensinya, lewat sebuah lagu rilisan tunggal perdana bertajuk “New Awakening”.

Direkam selama tiga bulan di studio Tone Record, “New Awakening” merupakan hasil kolaborasi dan semangat. Band yang diperkuat formasi vokalis Hesa Miarta, gitaris Dika Ardi dan Dani Purwo, bassis Nino Bastomi serta dramer Rico Yudiawan ini menuangkan segala daya upaya mereka di sesi studio, melalui proses kreatif untuk menghadirkan lagu yang tidak hanya mencerminkan individu mereka, tetapi juga menampilkan energi kolektif yang mendefinisikan The Carrion.

“New Awakening” adalah manifesto yang melampaui batasan konvensional metalcore. The Carrion menyebutnya bukan sekadar lagu, melainkan undangan untuk ikut dalam eksplorasi diri. Lirik “New Awakening” membawa pendengar ke dalam perjalanan batin, merangkai pengalaman pribadi yang berakar dalam langkah-langkah yang tak terhitung jumlahnya di atas jalur kehidupan yang penuh liku. Dalam menghadapi jurang kemarahan yang menakutkan, mencerminkan keteguhan di tengah ketidakpastian yang menyelimuti pikiran.

Frasa ‘if I could be the only one’ memunculkan citra keberanian dan keinginan untuk berlari melewati rintangan, mencari kemenangan, dan menyadari kebangkitan pribadi yang mematahkan belenggu masa lalu. Dengan pengulangan ‘one blood, one victory’, lirik yang menegaskan tema kesatuan dan kemenangan, menunjukkan semangat kebersamaan dalam perjalanan ini.

Dalam “New Awakening”, ujar Hesa Miarta, mereka menuangkan semangat kolektif The Carrion ke setiap nada, yang bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang mendalam bagi para pendengar. Merepresentasikan perpaduan, antara intensitas, emosi dan komitmen yang teguh untuk melebihi batasan metalcore.

Proses kreatif “New Awakening” sendiri berawal dari sesi jamming dan tukar ide antar personel band. “Kami ingin menciptakan lagu yang catchy dan mudah diingat, namun tetap memiliki nuansa metalcore yang kental,” seru pihak The Carrion kepada MUSIKERAS.

“Secara musikal”, lanjut mereka lagi, “‘New Awakening’ memadukan melodi catchy dengan riff gitar yang heavy. Kami juga menambahkan elemen musik rock 90-an untuk memperkaya dimensi dan tekstur lagu. Ciri khas The Carrion terletak pada kombinasi vokal scream dan clean yang dinamis, serta breakdown yang powerful. Kami ingin menghadirkan musik metalcore yang tidak hanya keras dan brutal, tetapi juga memiliki sisi melodis dan emosional!”

Saat menjalani tahapan peracikan komposisi serta aransemen “New Awakening” sendiri, para personel The Carrion antara lain terinspirasi band-band metalcore termasyhur dunia macam Killswitch Engage, As I Lay Dying, Parkway Drive, August Burns Red hingga All That Remains. “Kami juga terinspirasi oleh band-band rock dan metal klasik seperti Soundgarden, Pearl Jam, Slayer dan Iron Maiden.” 

“New Awakening” yang sudah dilepasliarkan ke berbagai platform digital sejak 23 Januari 2024 lalu dicanangkan sebagai pembuka perjalanan kreatif The Carrion selanjutnya. Sejauh ini, mereka berencana untuk merilis beberapa lagu tunggal lagi dalam waktu dekat. Selain itu, juga menjalani proses pengerjaan album mini (EP) debutnya, yang diharapkan bisa diluncurkan secara resmi pada akhir 2024 mendatang. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.