Aimless kini pertajam eksistensinya, usai nomor perkenalan bertajuk “Devastated” yang diletupkan pada 15 Maret 2021. Kini pejuang hardcore asal Subang, Jawa Barat yang memulai debutnya pada 2020 ini melanjutkan eksplorasi musiknya ke arah yang lebih berat dan agresif lewat album mini (EP) debut berjudul “Hope You Feel The Suffering”.
EP tersebut, merupakan identitas yang membawa pendengar hanyut dalam sebuah penderitaan. Beramunisikan lima trek yang ditulis sarat makna, berdasarkan perjalanan hidup yang dialami para personelnya. Mulai dari problema kehidupan, keresahan sosial hingga keterpurukan.
Sementara di eksekusi instrumentasinya, vokalis Ari Wildan, gitaris Rakha Rahadian dan A. Dwi Pebriyanto, bassis Ryan Fakhruddin dan dramer Syaefulrohman mencoba lebih variatif agresif, dengan dosis persenjataan riff tiada batas.
“Kami ingin mengeksplorasi hardcore lebih jauh. Berkarya tanpa batas. Dengan menggabungkan elemen-elemen hardcore slamming, nuansa kelam black metal, vokal yang penuh amarah dengan sound yang raw. Namun tetap berada di satu benang merah,” seru Aimless kepada MUSIKERAS, menegaskan.
EP yang mulai digarap pada Oktober 2022 ini diawali dengan komposisi “Intro” yang cukup berat dan gelap. Lalu langsung disambung oleh “Suffering” sebagai nomor pembuka yang menonjolkan ketajaman riff kelam serta vokal yang sarat amarah. Menunjukkan keagresifan karakteristik pada EP ini. Lagu ini sebelumnya sudah diperdengarkan sebagai rilisan tunggal pada 7 Juli 2023.
Nomor berikutnya berjudul “Pretend” – juga sudah dirilis sebelumnya sebagai single pada 26 Januari 2023 – yang menghadirkan kolaborasi Aimless dengan Faiq Nurfratama dari Punitive. Lagu ini bertempo cepat dan langsung memacu adrenalin, namun dipadukan dengan vokal clean yang melodius, sehingga membuat kesedihan yang tersirat di trek ini terdengar semakin kompleks.
“Track ‘Pretend’ ini cukup menguras tenaga. File master yang sudah direkam terhapus, dan kami harus mengulangi rekaman dari awal. Selain itu, ‘Pretend’ juga berkolaborasi dengan Faiq, jadi kita harus menunggu file yang dikirim Faiq.”
Lagu “Ironi” yang berada di urutan berikutnya, menjadi komposisi sentilan terhadap oligarki. Ditulis dengan penuh sarkasme, perlawanan terhadap otoritas yang menyebalkan. “Track yang cukup berani. Dengan lirik perlawanan dan dibalut dengan nuansa kelam black metal, menjadikan ‘Ironi’ semakin berbahaya untuk dimainkan.”
Sebagai penutup rangkaian ‘penderitaan’ yang ditebarkan Aimless, EP “Hope You Feel The Suffering” lalu diklimakskan oleh trek “Endless Pain”. Materi lagu yang cukup berat, dipadukan dengan serangan hardcore dan slamming yang bengis. Salah satu trek yang juga sangat diunggulkan di EP ini. Menurut personel Aimless, “Endless Pain” merupakan sayatan luka terakhir di EP ini. Dipenuhi dengan kebencian dan ketidakkaruan. Namun dunia memaksa untuk tetap hidup ‘sampai aku menerima bunga di pemakamanku’.
“Hope You Feel The Suffering” kini sudah tersedia di berbagai kanal digital sejak 30 April 2024, yang diedarkan oleh Keeprawk Records, label rekaman yang juga dikelola oleh Aimless. (aug/MK02)