REDSIX: Kali Ini ‘Cerah’, Namun Lebih Teknikal

Lewat lagu terbarunya yang berjudul “Colorgrade”, Redsix memperluas eksplorasinya, dimana distorsi berbalut elektronik dan nuansa orkestra.
redsix

Redsix kembali membagikan sisi emosionalnya lewat “Colorgrade”, persembahan terbaru mereka untuk menyambut perilisan album mini (EP) terbaru yang bertajuk “Part II // Execute”.

Tapi dalam peracikan komposisinya, kali ini dikonsep berbeda dibanding dua rilisan tunggal sebelumnya, yakni “Peregrine” dan “Lapse”.

Di lagu “Colorgrade”, Redsix yang masih digerakkan formasi vokalis Hardendias Wisesa Nugroho (Denny), gitaris Kevin Jansen dan Wicaksono Partosewojo serta dramer Kharisma Riyahasa Nanda Putra (Rizma) menghadirkan warna yang lebih cerah.

Bahkan band modern rock asal Jakarta ini menyebutnya terasa paling ringan dan teknikal dibanding lagu-lagu lain yang termuat di EP terbaru. Sementara di dua rilisan sebelumnya dibuat lebih kelam dan reflektif.

Namun, kendati temanya lebih cerah, lagu ini tetap terhubung secara emosional dengan dua lagu sebelumnya, melalui benang merah naratif: melihat kembali kenangan bahagia sebagai cara bertahan di masa sulit.

Sejalan dengan lirik yang membahas kebahagiaan dan kenangan, tutur Redsix kepada MUSIKERAS, musiknya pun mencerminkan hal itu secara melodi. Dimana mereka menerapkan nuansa diatonik dan mayor yang kuat.

“Nada-nadanya tidak terlalu jauh dari konsep itu, hingga bagian terakhir, saat unsur orkestra mulai masuk.”

Seperti halnya kenangan, lanjut mereka, ada kecenderungan untuk memudar seiring waktu. Musik mencerminkan perasaan itu dengan cara menggabungkan melodi bernada mayor dengan pengiring orkestra bernada minor.

Lebih jauh, secara konsep musikal, “Colorgrade” menggunakan beberapa pola birama ganjil (odd time signatures), namun disusun sedemikian rupa sehingga pendengar tetap dapat mengikutinya dengan nyaman.

“Intinya, semua ritme akhirnya kembali ke feel 4/4 dalam tempo lambat (half time),” seru mereka, meyakinkan.

Proses produksi rekaman “Colorgrade” sendiri dilakukan dengan cara yang cukup standar, menggunakan amplifier dan dram akustik.

“Kami menambahkan beberapa elemen elektronik seperti synth dan pad untuk mengisi ruang dalam aransemen, sebagaimana yang juga diterapkan di karya-karya lain dalam ‘Part II: Execute’.”

Selain itu, satu hal lagi yang mereka eksplorasi adalah adanya penambahan orkestra yang terdiri dari cello, biola, alat tiup kayu (woodwinds) dan timpani.

Sejauh ini, tiga dari empat lagu yang bakal menyesaki EP “Part II // Execute” sudah dilampiaskan Redsix via label Redrose Records ke berbagai media digital tahun ini.

Dimulai dengan “Peregrine” pada 17 April sebagai pembuka, lalu “Lapse” pada 20 Mei dan kini, “Colorgrade” yang resmi diluncurkan pada 3 Juli.

Video lirik dan visualizer “Colorgrade” bisa ditonton di tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.