Take Over yang merupakan salah satu band jebolan Festival Rock se-Indonesia yang ke-X (2004) terus mengalirkan karya baru. Kali ini, sekaligus memperkenalkan formasi serta label rekaman terkininya.
Pada 13 Agustus lalu, Take Over x John Paul Ivan meluncurkan EP bertajuk “IV”. Sebelumnya band yang awalnya terbentuk di Banten tersebut telah merilis tiga EP, yakni “Take Over” pada 2019, lalu “V.2” (2021) serta “Treble” pada akhir Juni 2023.
Lalu untuk memperkuat barisan musisinya, selain penghuni lama; gitaris Bagus Wyed Nugroho dan dramer Joey Nasz serta vokalis Windy Saraswati dan gitaris sekaligus produser John Paul Ivan, kini di barisan bass ada Cynthia Difka (Geger).
Dibanding karya EP sebelumnya, Take Over menyuguhkan konsep yang sedikit berbeda di “IV”. Lima komposisi lagu berdurasi total 18 menit tersebut tidak satu pun menyelipkan lagu bertempo pelan atau balada. Semuanya digeber dengan aransemen yang energik.
“Sebenarnya awalnya ada, tapi tidak jadi dimasukkan, karena di album ini kami pengen menampilkan semua lagu yang energik dengan riff-riff yang nge-groove. Banyak lagu ballad yang sudah disisipkan di album-album sebelumnya,” seru John Paul Ivan kepada MUSIKERAS, menegaskan.
Selain diraungkan dengan corak rock alternatif, atau berformula pop dengan balutan distorsi yang sarat energi, “IV” juga dibaluri nuansa pop punk, formula musik yang menurut mereka banyak digemari anak muda sekarang.
“Kami membalut musik bernuansa pop punk, tapi dengan isian musik yang dimainkan secara natural, lebih ngeband. Bukan dengan isi-isian looping dan sequencer,” ulas Ivan lagi.
Lalu ada pula satu lagu berjudul “Terbang Tinggi Garudaku” yang ditujukan untuk mendukung timnas Indonesia. Kata Ivan, mereka ingin melanjutkan tongkat estafet lagu bertema semangat seperti yang sudah dilakukan band “Garuda di Dadaku” (NTRL) dan “Tendangan dari Langit” (Kotak).
“Kami pengen ada lagu atau theme song yang bisa untuk support timnas, berpartisipasi dengan lagu untuk memajukan tim sepak bola kita. Tentunya tetap dengan vibe pop punk,” seru Ivan lagi.
Ivan dan seluruh personel Take Over kali ini ingin benar-benar fokus untuk mempromosikan “IV”. Memaksimalkan momentum berharga, dimana mereka kini berada di bawah naungan sebuah label baru bernama Wave Music Record. Sebelumnya, seluruh album Take Over diproduksi secara independen.
“Jadi kami ingin mengekspos lima lagu ini dulu. Karena maklum saja, band ini masih sering dianggap band baru. Kami ingin memaksimalkan promosinya. Tujuan utamanya adalah bisa tur roadshow, karena kami adalah anak band, band panggung, bukan content creator,” seru Ivan sambil tertawa.
“Sekarang sudah ada label jadi kami berharap lagunya bisa lebih nyebar,” ujar Bagus menimpali.
Simak video musik salah satu lagunya, “Lestari Indonesia” di tautan kanal YouTube ini.
Sedikit menengok ke belakang. Take Over sebenarnya terbentuk pada 3 Maret 2003 di Ciputat, Tangerang, Banten. Awalnya merupakan penggabungan dua band, yaitu Claras Band yang beraliran pop rock dengan Progressive Band yang menganut paham progresif.
Namun kemudian mereka sepakat menyatukan perbedaan idiologi pada aliran musiknya tersebut. Sepakat meraciknya menjadi lebih modern, dengan sentuhan hard rock dan blues.
Saat mengikuti ajang Djarum Super Rock Festival X Versi Log Zhelebour yang berlangsung di Stadion 10 Nopember, Surabaya pada 11 Desember 2004, Take Over berhasil meraih gelar Juara II. Sementara vokalisnya saat itu, Damar Teguh dilabeli sebagai vokalis terbaik.
Pada Mei 2007, Take Over juga sempat meluncurkan album EP independen bertajuk “Jadilah Milikku” yang memuat lima lagu, yaitu “Maafkan”, “Aku DenganNya”, “Jadilah Milikku”, “Terlalu Dini” dan “Semestinya”. (mdy/MK01)