Cegah Mengarat, PISTON Rayakan Kebangkitan Lewat “Interval”

“Mungkin kami memang band yang malas, hahaha!” Celetuk iseng bassis Yulio Abdul Syafik kepada MUSIKERAS, tentang alasan absennya Piston merilis karya rekaman selama empat tahun terakhir. Sejak melepas album pertama, “Titik Nol” pada 2017 silam, unit heavy punk asal Jakarta ini terbilang lumayan aktif. Selama dua tahun sesudahnya, mereka menggetarkan berbagai panggungan seru di skena

Kabar Keras Dunia: Dari ARCH ENEMY Hingga VILDHJARTA

Setelah empat tahun dalam kekosongan, akhirnya ARCH ENEMY, unit cadas yang diperkuat musisi asal Swedia, Kanada dan AS ini melepas karya rekaman baru. Sebuah single bertajuk “Deceiver, Deceiver” yang telah diperdengarkan sejak dua hari lalu.  Walaupun pada 18 Januari 2019 lalu Arch Enemy sempat merilis album “Covered in Blood”, namun karya rekaman tersebut hanyalah sebuah

GOODENOUGH Lepas “Massive Anger Kills Future”, dan Bersiap Menuju Nu-Punk

Unit pop punk/rock/alternative asal Cibinong, Bogor ini kembali melampiaskan kreativitas musikal mereka yang makin eksploratif. Setelah sebelumnya menegaskan eksistensinya lewat album mini (EP) “Alongside” (2019) serta single bertajuk “Take It Out” (2021) yang melibatkan vokal Sofi Maeda asal Rusia, kini Goodenough kembali melontarkan karya-karya terbarunya.  Single terkini band yang diperkuat formasi Andreas George (vokal), Yos

MUCHLIS IN ENGLISH Tebar Keanehan dalam Skena Punk

Kedua personel duo ini, yakni bassis Dechan Martawidjaja dan vokalis Zaki Asshiddiq menyebut keseharian mereka cenderung ‘aneh’. Atau dalam bahasa Inggris bisa disebut dengan istilah ‘nerd’. Sehingga ketika tercetus gagasan untuk membentuk band, karakter nerd itu pun dijadikan sebagai benang merah. Seperti yang tertuang di album mini (EP) debut mereka yang bertajuk “Nerdy Punk”, yang

Kemuakan KIDS NEVER GET CRAZY Kini Termuntahkan di “Memudar Meradang”

Masih memainkan keagresifan punk rock ala NoFX dan Bad Religion era awal serta kegesitan Tørsö, trio asal Bandung ini kembali menyalak setelah sempat mengalami kekosongan geliat. Edo Sahputra (gitar/vokal), Amos Widya Putra (bass), Dendi Septyeni (gitar) dan Desta Fadilla (dram) kini hadir lewat sebuah single terbaru berjudul “Memudar Meradang”, dimana Kids Never Get Crazy (KNGC)

Pekik Demonstran dalam Single Punk STRAITH OFF

Berlatar belakang perbedaan dalam genre musik, unit punk asal Cimahi, Jawa Barat ini terbentuk pada pertengahan 2020 lalu. Perbedaan tadi lantas disatukan dalam satu wadah yang diberi nama Straith Off, dimana mereka terpengaruh band-band punk yang didominasi lirik kritis terhadap kehidupan sosial. Straith Off berusaha menyampaikan suatu pesan akan suatu penolakan, perlawanan dan fakta yang

GRANDFATHER FOOL Bangkit, Lampiaskan Punk Berkontur Stoner/Metal

Setelah melepas single “Bandung Tenggelam” pada 2018 lalu, unit punk rock asal Bandung, Jawa Barat ini sempat terlena dalam kevakuman. Mereka tidak memproduksi atau merilis karya apa pun. Namun kini, dengan formasi baru serta konsep musikal yang juga semakin menggairahkan, Grandfather Fool memutuskan kembali menyalak lewat karya rekaman baru. Tepatnya sebuah single gesit bertajuk “Anak

BAJINGAN TENGIK Membakar Semangat Punk yang Positif

Pandemi memang bajingan. Situasi yang bahkan membuat rombongan punk yang juga ‘bajingan’ ini sampai harus meneriakkan lirik yang khusus menyasar dampak dari terjangan Covid-19 tersebut. Lewat sebuah single baru bertajuk “Jadilah Juara”, unit punk asal Cikarang, Bekasi tersebut memotivasi diri dan masyarakat luas agar tidak kalah, selalu berjuang melawan dampak pandemi, sambil berharap masa gelap

‘Pelarian’ SUMMERLANE Semakin Dinamis dengan Formasi Baru

“Sweet Escape” menjadi single ketiga formasi terbaru Summerlane, setelah sebelumnya memperdengarkan single “Frenemy” dan “Move Along”. Walaupun sebenarnya konsep yang mereka terapkan memberikan nuansa yang sedikit berbeda, namun rupanya respon para penggemar band yang sempat beberapa kali mengalami pergantian personel ini sangat positif. Seperti di “Sweet Escape” ini. Masih dengan kedinamisan pop-punk yang kental, namun

LIPS!! Mengajak ‘Berdansa’ di Album “Live And Loud Lips!!”

“Kami ingin mengobati rasa rindu, serta membawa kembali atsmosfer gig yang tak kunjung terlaksana di masa pandemi berkepanjangan ini ke teman-teman yang senang mendengarkan karya-karya kami dalam format kaset pita.” Lips!!, unit punk bergaya UK ’70-‘80an asal Jakarta Timur ini mengungkapkan tujuan perilisan “Live And Loud Lips!!” kepada MUSIKERAS. Adalah sebuah karya rekaman berformat rekaman

NO RECOVERY: “Konsep (Dbeat Hardcore Punk) Kami Sangat Tak Terduga.”

Pengalaman masing-masing personel bergabung dengan band lain membentuk karakter No Recovery menjadi semakin solid. Terutama dalam pemilihan genre serta tema. Seperti yang kini mereka lampiaskan di album baru bertajuk “Ego-Cen-Tris”, dimana trio pengibar dbeat hardcore punk asal Jakarta ini banyak menyurahkan pengalaman hidup, sosial politik, tingkat kesetaraan, hak asasi manusia, masyarakat dan realita pada umumnya

SEPATU KOTOR Geram, Lalu Menerjang Lewat “Gertak”

Suatu hari di pojok perkotaan yang sangat ramai di daerah Jember, Jawa Timur, sekelompok musisi pop punk yang menamakan dirinya Sepatu Kotor memvisualisasikan video untuk promosi single terbarunya, yang bertajuk “Gertak (Geram Tuk Buktikan)”. Di video musik hasil kolaborasi Sepatu Kotor dengan @janeinc_ dan Orens Production itu, mereka – Zhenvio Gilang Anggariesta (vokal), Sebastian Orlando

GAGAL GINJAL Cegat Kegagalan, Muntahkan “Modern Age”

Usai puasa karya selama dua tahun, kini unit punk rock asal Kota Malang, Jawa Timur ini kembali bergolak, dengan merilis sebuah single berdistorsi tinggi bertajuk “Modern Age”. Single tersebut juga menandakan berlanjutnya proses pengerjaan album kedua mereka yang telah tertunda karena hengkangnya sang dramer. Secara umum, “Modern Age” sekaligus bercerita tentang deklarasi Gagal Ginjal sebagai

TRASH AGAINST I Lampiaskan Kemarahan di Single “Tirani”

Single yang meneriakkan kemarahan unit punk rock asal Cibubur, Jakarta Timur ini terhadap setiap ketidakadilan yang kerap menjadi cerita pahit para pekerja di Indonesia, akhirnya terlampiaskan juga. “Tirani” lahir setelah melewati proses panjang dengan berbagai persiapan. Single “Tirani” sendiri memang dipersembahkan Trash Against I (ya, sebaiknya nama band ini jangan disingkat) untuk para pekerja formal

“Hajar Jahanam” Visualisasikan Keliaran LIPS!!

Usai meletupkan album “Thirsty” secara resmi pada April 2019 lalu, kuartet punk rock asal Jakarta Timur ini langsung meluncurkan video lirik pertamanya untuk single “Hajar Jahanam”. Tidak tanggung-tanggung, visualisasi lirik tersebut digarap langsung oleh label asal Melbourne, Australia bernama Heavy Mental Records, yang kebetulan juga merilis “Thirsty” dalam format cakram padat (CD). Lips!! dan pihak

FUNNY MONDAY dan Keajaiban Japanese Punk

Pemanasan sebelum merilis album debutnya pada Mei 2020 mendatang, unit Japanese punk asal Malang ini meletupkan single pertamanya yang bertajuk “Miracle” sejak 17 April 2020 lalu. “Miracle” sendiri adalah sebuah lagu yang dipersembahkan Funny Monday sebagai representasi dari hebatnya sebuah keajaiban. Mengandung pesan yang mengingatkan dan menguatkan bahwa masih ada harapan untuk kembali bangkit dan

THING Suarakan Punk Cepat di “Treat Me Like A Queen”

Musik bertempo cepat dan dinamis yang dipacu bersama riff-riff gitar yang menderu menjadi karakteristik unit rock asal Jakarta ini. Lewat single terbarunya yang bertajuk “Treat Me Like A Queen”, The Idiot Nasty Group – disingkat THING – menunjukkannya, yang diolah berdasarkan berbagai referensi dan inspirasi, yang kebanyakan berasal dari punk era ‘80an hingga punk hari

Wawancara Eksklusif: NEW FOUND GLORY tentang Album Baru dan Pandemi Corona

Masih dengan mengombinasikan punk, hardcore serta post-hardcore yang melodik, sarat energi dan semangat, yang digiring bersama lirik-lirik emosional nan anthemic, unit rock asal Florida, AS New Found Glory kembali membakar semangat para penggemarnya lewat album terbaru bertajuk “Forever + Ever x Infinity”, yang bakal dirilis via Hopeless Records pada 29 Mei 2020 mendatang. Setelah berkiprah