Browsing Category
Lokal
2167 posts
NO REMAIN: Hardcore 90-an yang Lebih Punchy dan Modern
Usai ditinggal vokalisnya, tak lama setelah merilis album mini (EP) “Reminiscence” (November 2024), No Remain malah semakin berkobar.
DISVIGURED: Vokalis Baru, Eksplorasi Baru
Babak baru perjalanan musik Disvigured digeber lagi, melalui “Dead March For Concupiscence” yang memaksimalkan terjangan slamming death metal.
BYEBYE BUNNY: Bangkit Lagi, Gelap dan Penuh Tekanan
Laju Byebye Bunny sempat terhenti kesibukan ‘duniawi’ para personelnya. Kini mereka bertekad kembali melanjutkan warisan musikalnya.
MAHASURA: Peluru Deathcore yang Semakin Brutal
Lewat album debutnya yang bertajuk “Suffering I”, Mahasura melampiaskan delapan komposisi deathcore intens, gelap sekaligus mengerikan.
STRAIGHTOUT: Era Baru, yang Tetap Agresif dan Melodius
Dengan formasi baru, Straightout akhirnya meluncurkan peluru pertamanya sebagai amunisi menuju album terbaru yang akan rilis akhir tahun.
HARDTOKILL: “Perpaduan Metalcore, Death Metal, Hardcore Masih Jadi Identitas Kami”
Konsep itu, dimuntahkan Hardtokill melalui lagu rilisan tunggal terbaru, “Mark of the Beast”, yang menjadi pembuka menuju album keempat.
THREATENED: Rilis EP Hardcore, Tanpa Latar Belakang Hardcore
Lewat album mini (EP) bertajuk “Hatred”, Threatened semburkan repertoar hardcore untuk lampiaskan amarah dan perlawanan arogansi.
ENDRØM: Baurkan Black Metal dengan Melodic Atmospheric Crust Punk
Lewat album penuh keduanya yang bertajuk “The Last Swordsman”, Endrøm kembali menajamkan konsep musik yang mereror dan mencekam.
DREAM OF KILL: Tertantang ‘Lost Power Syndrome’
Lima trek sarat ledakan emosi telah dimuntahkan Dream Of Kill, unit hardcore asal Sambas, Kalimantan Barat lewat album mini (EP) debutnya.
MORPHOSE: Ketika Metalcore Terkontaminasi Hardcore
Di lagu debutnya, “Love Song” yang dirilis via Atlas Records, Morphose tak sekadar menggeber metalcore, namun lebih fokus pada intensitasnya.
TANDA SERU!: Darah Grunge Yunan Helmi
Lewat entitas bernama Tanda Seru!, Yunan Helmi bebaskan alter egonya dalam bentuk album mini (EP) debut bertajuk “Negeri Para Begundal”.
FORDITY: Death Metal dengan Distorsi Modern
Lewat lagu rilisan tunggal debutnya, “Simposium Realis”, Fordity menancapkan eksistensi awalnya di skena death metal yang gelap dan tajam.
THE ASID: “Kami Tak Peduli Tren atau Algoritma”
Debut The ASID ini ungkap narasi perjalanan hidup seorang perantau dalam kemasan sonik rock dengan sentuhan blues yang menggugah dan pekat.
REDSIX: Kali Ini ‘Cerah’, Namun Lebih Teknikal
Lewat lagu terbarunya yang berjudul “Colorgrade”, Redsix memperluas eksplorasinya, dimana distorsi berbalut elektronik dan nuansa orkestra.
SVAKAPVSARA: “Black Metal Memanggil Kami!”
Setelah memperdengarkan “Menyibak Derita” pada Januari lalu, kini Svakapvsara menutupnya dengan album mini (EP) bertajuk “Tak Ada Maaf”.