Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
hellcrust
HELLCRUST formasi 2026 (foto oleh Alexis Calvin)

Hellcrust bikin kejutan. Di rilisan tunggal terbarunya, “Rekonstruksi Kerak Neraka”, unit death metal asal Jakarta ini memperkenalkan formasi terbarunya, yang ternyata sama persis dengan Darksovls!

Kok bisa? “Kenapa tidak…?” Kurang lebih begitu di benak dramer Andyan ‘Ghorust’ Nasary Suryadi.

“Gue pikir, daripada susah atur dan bagi waktu antara Darksovls dan Hellcrust dan kesibukan masing-masing, terpikir untuk ajak Bonny dan Daniel (sekalian), jadi dua band itu personelnya sama,” seru Ghorust kepada MUSIKERAS diplomatis.

Selain itu, ketika gitaris Christopher ‘Coki’ Bollemeyer mundur dari Darksovls, Ghorust langsung kepikiran mengajak gitaris Nyoman ‘Bije’ Saputra Wardana untuk menjadi riff master di Darksovls.

Alasannya, karena ia dan Bije sudah terbiasa dan cocok bekerja sama. Sementara gitaris satu lagi, Dirk ‘Derik’ Marthin, selama ini memang sudah lama ikut sebagai gitaris additional di Darksovls.

Nah, karena kebetulan Hellcrust bakal diaktifkan lagi, akhirnya Ghorust memutuskan untuk mengajak juga vokalis Daniel Mardhany Gumulyo dan bassis Bonny Sidartha untuk bergabung. Bahkan, proses penggarapan materi lagu serta rekaman kedua band juga dilakukan secara bersamaan.

“Proses kreatif ngegarap riff di tempat gue sama Bije dan Derik, sekaligus untuk dua single Darksovls dan Hellcrust, dan langsung rekaman tanpa latihan di studio dulu… hahaha!”

Proses rekaman itu, lanjut Ghorust, dilakukan sekaligus untuk kebutuhan kedua band. “Hanya rilisnya aja kita kasih jeda waktu.”

Lalu apa perbedaan antara Hellcrust dan Darksovls?

Ghorust menegaskan, tentu ada pemikiran untuk membuat kedua band itu berbeda. Terutama dari segi musik. Darksovls lebih bernuansa dark, sementara Hellcrust tetap mempertahankan groove dan harmonisasinya.

Selain itu, lebih jauh, Ghorust juga memastikan bahwa di Hellcrust, tetap ada kontribusi porsi vokal dari Derik.

“Iya, sangat berbeda. Acuannya, sebetulnya dari album-album Hellcrust sebelumnya memang kuat di harmonisasi dan death metal yang lebih catchy dan ngegroove.”

“Kalo Darksovls kami bikin lebih dark dibanding materi-materi sebelumnya. Banyak nuansa ala-ala band black metal dan tetep ngebut. Tapi ke depannya, kami mau Darksovls juga menghasilkan musik yang lebih catchy.”

Ketika ditanya, mengapa kedua band tersebut tidak dilebur sekalian? Ghorust berkilah dengan alasan kuat: “Biar tetep jadi dua band, karena keduanya juga udah sama-sama punya album dengan warna musik death metal yang berbeda.”

Bahkan Daniel mengungkapkan, bahwa formasi ini sebenarnya sudah sempat  terwacanakan sejak dulu. Bahkan sebelum terbentuknya Darksovls.

“Gue juga pernah beberapa kali ikut tampil sebagai guest vocal di beberapa panggung Hellcrust,” katanya.

hellcrust

Split Album?

Kehadiran “Rekonstruksi Kerak Neraka” sendiri, disebut Hellcrust sebagai jawaban bagi para Balamaut, sebutan untuk para pendengar setia band ini. Sebagai sebuah ‘janji api’ yang menolak untuk padam.

Di liriknya, band ini merangkum benang merah dari perjalanan musikal Hellcrust yang telah tertuang dalam dua album sebelumnya, “Kalamaut” (16 Januari 2016) dan “Sejawat” (27 Juni 2020). Menjadikannya refleksi sekaligus penegasan identitas band.

Dalam proses kreatifnya, Derik yang tetap mengisi posisi vokalis dan gitaris, mengembangkan bagan vokal berdasarkan lirik yang ditulis oleh Daniel.

Melalui perilisan lagu itu, Hellcrust tidak hanya menandai kembalinya mereka ke industri musik, tetapi juga menyatakan kesiapan penuh untuk kembali merengkuh panggung-panggung musik. Khususnya metal di Indonesia.

Bahkan saat ini, mereka juga sedang membuat materi-materi lagu selanjutnya yang mengarah ke perilisan album mini (EP) atau album penuh. Termasuk untuk Darksovls tentunya.

“Kami belum tahu mana yang duluan dirilis, atau mungkin terpikir split album Darksovls dan Hellcrust, hahaha. Ya, liat nanti aja!”

Sejak 1 Mei 2026 lalu, Rekonstruksi Kerak Neraka sudah disebar di berbagai platform digital. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.

romo
Read More

ROMO: Sosok Berblangkon dalam Ranah Metal

Lagu kedua dari solois metal berblangkon, ROMO telah diluncurkan ke berbagai gerai digital, dengan konsep musik yang lebih galak, jujur dan gelap.