Demi Musik, The Pretty Reckless Menjual Jiwa ke Iblis

Antara 2013 dan 2015, band rock asal New York, AS, The Pretty Reckless nyaris tak ada waktu jeda dari tur keliling dunia untuk mempromosikan “Going To Hell”, album yang berhasil bertahta di lima besar terlaris versi Billboard Top 200, yang melejitkan lagu “Fucked Up World”, “Follow Me Down” dan “Heaven Knows”.

Tapi kini, band yang dimotori vokalis, gitaris dan penulis lagu Taylor Momsen serta gitaris Ben Phillips plus dukungan Jamie Perkins (dram) dan Mark Damon (bass) ini sudah bersiap meluncurkan album terbaru bertajuk “Who You Selling For” pada 21 Oktober mendatang via label Razor & Tie. Video promo untuk single pertamanya, yakni “Take Me Down” juga sudah disebar di berbagai media sosial, digarap oleh sutradara Meiert Avis di Water Music Studios, Hoboken, New Jersey, studio dimana proses rekaman album “Who You Selling For” dieksekusi.

“Banyak sekali yang ingin kami sampaikan lewat album ini. Seperti mengguncangkan sebuah kaleng soda saat utr, lalu membuka penutup kalengnya saat memulai rekaman,” cetus Taylor semangat. Karena tur, lanjut penyanyi yang juga seorang aktris film dan model tersebut, sangat mengisolasi, dimana mereka hanya bisa melihat dunia lewat jendela pesawat. “Tapi musik adalah faktor penyembuh. Hal yang sangat mendasar dan menjadi teman saat bertualang. Sangat menolong kami.”

Tentang lagu “Take Me Down” sendiri, Taylor dan Ben menyebut inspirasinya datang dari lagu lama bertajuk “Crossroads” (Robert Johnson), dimana liriknya banyak diinterpretasikan orang bahwa Robert telah menjual jiwanya kepada iblis untuk ditukar dengan kemampuan bermusik.

“Di satu sisi saya melakukannya. Saya menyerahkan hidup saya pada musik,” tutur Taylor kepada majalah Kerrang!. “Sebuah kisah sederhana tentang menyerahkan diri Anda pada sesuatu yang sangat Anda cintai, sehingga Anda seperti sangat berniat menjual jiwa Anda untuk mendapatkannya.”

I spend all night and day / How much harder can I play? / You know I gave my life to rock and roll?” Begitu penggalan lirik dari “Take Me Down”.

“Sebuah album rekaman yang sangat natural bagi kami,” ungkap Ben Phillips. “Semuanya berdasarkan performa, tanpa polesan. Jika Taylor menyanyikan sebuah lagu dan gagal, dia akan mengulanginya.”

“Who You Selling For” digarap The Pretty Reckless bersama produser Kato Khandwala. Di beberapa lagu menghadirkan musisi tamu, di antaranya ada gitaris Warren Haynes (Allman Brothers), Tommy Byrnes (Billy Joel) serta kibordis Andy Burton (Ian Hunter).

The Pretty Reckless terbentuk pada 2009, dan merilis album pertamanya, “Light Me Up” pada 31 Agustus 2010. Lalu hampir dua tahun setelahnya, mereka merilis album mini bertajuk “Hit Me Like a Man”. Saat melakukan tur promo album “Light Me Up”, The Pretty Reckless antara lain menjadi band pembuka konser Marilyn Manson, Evanescence dan Nickelback.

 

 

Kredit foto: Andrew Lipovsky

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *