THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.
threatened
THREATENED

Threatened meluncurkan lagu rilisan tunggal terbarunya yang berjudul “Nirasa” sebagai penanda pendewasaan karakter dalam perjalanan bermusik unit blackened hardcore asal Tegal, Jawa Tengah ini.

Lagu itu, juga sekaligus sebagai pembuka menuju album penuh yang tengah mereka persiapkan.

“Progres album ke depan, kami masih mengumpulkan track by track, dan saat interview ini, sudah ada sekitar enam – tujuh lagu. Termasuk ‘Nirasa’. Kami berharap, tahun ini bisa merampungkan workshop sampai produksi,” tutur pihak Threatened kepada MUSIKERAS, memberi bocoran.

Tema lirik “Nirasa” sendiri bercerita tentang kekecewaan terhadap orang-orang yang gemar memandang rendah dan merasa berhak menghakimi hidup orang lain tanpa benar-benar memahami apa yang dilalui.

Rasa itu perlahan berubah menjadi kehampaan, kemuakan hingga berujung pada kondisi mati rasa yang menjadi inti emosi lagu tersebut.

Penulisan lirik kali ini, diungkapkan Threatened sedikit berbeda bila dibandingkan dengan karya rekaman mereka sebelumnya. Khususnya di album mini (EP) “Hatred” yang dirilis pada 20 Juli 2025 lalu.

“Lirik yang digunakan di singleNirasa’ kali ini lebih menggunakan diksi-diksi yang menurut kami menarik. Tidak terlalu kaku dan lebih dinamis. Pesan yang disampaikan juga lebih kepada isu sosial yang cukup ‘relate’ dengan khalayak luas.”

threatened

Chaotic, Metallic

Dari sisi musikal dan proses kreatif, “Nirasa” dihadirkan vokalis Arip Sugianto, gitaris Irvan Sandy Fadilla dan M. Firli Hidayat serta dramer Yuda Rezalady dengan pendekatan yang terasa lebih matang.

Eksplorasi musik yang lebih berat, serta nuansa gelap yang semakin kuat menunjukkan perkembangan signifikan dari Threatened.

“Kami juga mencoba mengeksplorasi tempo dalam musik yang berubah-ubah, dengan harapan bisa lebih membantu pesan dalam lirik lagu ‘Nirasa’ agar lebih memiliki ‘emosi’ dalam penyampaiannya.”

Saat peracikan “Nirasa”, para personel Threatened mengakui banyak terinspirasi band-band chaotic/metalic hardcore hingga atmoshperic black metal.

Hal itu membuat produksi lagu ini melibatkan banyak campuran elemen yang tidak murni hardcore. Ditambah lagi, para personel band ini memang tidak berangkat dari skena musik hardcore.

“(Tapi) Tentunya kami ingin mencoba membuat musik ‘hardcore’ dengan style yang berbeda, terutama di daerah kami (Tegal).”

Estetika, Atmosferik

Terapan rekaman mandiri mendominasi proses penggarapan “Nirasa” yang berlangsung secara jarak jauh. Isian gitar, dram dan vokal digarap dari rumah masing-masing personel.

Bagi Threatened, lagu rekaman terbarunya itu juga memberi gambaran awal tentang warna yang akan mereka bawakan di album mendatang.

Ada beberapa perubahan. Tidak hanya terasa di musik, tetapi juga pada identitas visual. Logo dan tipografi band mengalami pembaruan sebagai bagian dari proses rebranding.

Mereka mencerminkan arah estetika baru yang lebih gelap dan atmosferik tanpa meninggalkan akar yang sudah mereka bangun. Antara lain lewat terapan sequencer untuk bass dan berbagai efek sebagai pendukung saat tampil di panggung.

Lewat rilisan terbarunya yang bisa ditemui di berbagai gerai digital sejak 25 April 2026 lalu, Threatened menegaskan langkah mereka untuk terus berkembang, baik secara musikal maupun konsep. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.