WAIT (atau kerap ditulis W.A.I.T) digerakkan oleh nama-nama yang telah menorehkan jejak kuat di skena musik keras Tanah Air.
Ada vokalis Mustika Kamal (Billfold, Last! Goal Party), gitaris Daniel Asido Sigit (St Loco), kibordis Arif Sukma Wirianatha aka Ian Anatha (Coldhaven) serta dramer Winaldy Senna yang baru saja menyudahi rehatnya, usai mengundurkan diri dari band 510.
Bagi Wina, band barunya ini bukan kelanjutan dari masa lalu, melainkan sebuah langkah baru. Ia memperkenalkan WAIT sebagai sebuah entitas musik yang menjadi ruang untuk kebebasan, eksplorasi dan bercerita yang lebih personal.
Lewat lagu rilisan tunggal debut bertajuk “Beautiful Lie”, band tersebut diperkenalkan ke publik dan menjadi pintu masuk yang tepat untuk mengenal sepak terjang mereka.
Lagunya sendiri mendefinisikan sesuatu yang liar, tapi tetap punya sisi indahnya sendiri. Di balik aransemen yang terdengar eksplosif, tersimpan tema yang jauh lebih gelap dan dalam: trauma yang dipendam terlalu lama.
“Lagu ini menceritakan anak yang diam-diam menjadi korban dari dosa orang tuanya. Trauma itu dipendam bertahun-tahun, sampai perlahan menghancurkan dirinya,” ucap Mustika menjelaskan makna lirik lagunya.
“Yang paling menyakitkan adalah mendapati kenyataan bahwa seorang panutan bisa berubah menjadi sumber kecewa. Tapi aku ingin kisah ini bisa diartikan secara universal,” imbuhnya.
Laboratorium Rock
Kisah di balik terbentuknya formasi ini terbilang menarik. Sebenarnya sejak awal, Ian dan Wina sudah pernah berada dalam satu band asal Yogyakarta bernama Alectrona.
Tapi setelah berjalan sendiri di jalannya masing-masing, kemudian semuanya dipertemukan kembali di satu titik yang sama dalam waktu yang hampir bersamaan.
Pada suatu waktu, Ian dan Asido sedang menggarap satu proyek VST bersama, sementara Ian dan Winaldy juga tengah menggarap produksi musik untuk band Kotak. Di sisi lain Wina dan Asido juga kerap berinteraksi di sebuah acara pencarian bakat.
“Dan berujung kami bertiga melakukan produksi bersama untuk proyek lagu sebuah band, dimana Ian sebagai produser, kemudian Wina sebagai co-producer dan drum arranger, dan Asido sebagai guitar arranger,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS mengungkapkan.
Dari sela-sela obrolan, lalu muncullah ide untuk membentuk band lagi karena ketiganya merasa butuh wadah ‘laboratorium’ baru. Visi awalnya spesifik: mereka ingin punya band keras dengan vokalis wanita.
“Beruntungnya, semesta mendukung. Kami dipertemukan dengan sosok Mustika Kamal yang eksploratif dan emang ‘haus ngulik’. Begitu energi dan niatnya nyambung, kami langsung tancap gas memulai pelayaran bahtera baru ini.”
Keep It Real
Secara musikal, WAIT bergerak di jalur modern rock dengan pendekatan yang tidak membatasi diri pada satu warna. Mereka meramu banyak elemen yang terdengar kontras namun terasa relevan. Mulai dari metal, R&B, funk bahkan K-pop.
Wina mendeskripsikannya kira-kira seperti ini: “Bayangin 2NE1 lagi jalan santai terus ketemu Architects, terus nongkrong bareng Sleep Token sambil ngobrolin Queen,” serunya.
“Vibe-nya campur aduk, modern dengan attitude eksploratif dari setiap personel. Tetap punya ruang emosional, tapi tetap fun.”
Namun dalam penggarapan lagunya, pihak WAIT menegaskan proses kreatifnya dijalani dengan cukup organik. Rangka awalnya dibangun lewat aransemen yang sebagian besar telah diracik duluan oleh Ian.
Setelah pondasinya kokoh, giliran Asido dan Winaldy yang masuk untuk membedah dan mematangkan aransemennya. Setelah itu, Mustika ambil bagian untuk merajut lirik dan penulisan lagunya.
“Intinya, kami berempat meleburkan semua elemen, ego dan ide masing-masing lewat sesi diskusi yang seru. Meski begitu, kami ngaku kalau ini bukan pakem mutlak.”
“Buat karya-karya ke depan, prosesnya bisa aja diacak—mungkin berangkat dari lirik dan vokal duluan, atau malah murni dari iseng genjrengan riff gitar.”
Tentu saja, setiap karya pasti membawa tantangannya sendiri. Tapi buat band ini, mereka mengakui tantangan terberatnya justru ada di ranah personal.
Khususnya bagaimana caranya agar mereka kembali berani membuka diri, pikiran, telinga dan rasa untuk sebuah eksplorasi baru.
“Ini ibarat proses saling ‘baca’ antar personel, dimana kami harus memahami perpustakaan referensi musik satu sama lain, lalu meramunya jadi sebuah sound yang segar.”
“Pertanyaan terbesarnya cuma satu: ‘Apakah kita berani balik lagi menikmati proses dari nol?’ Dan dengan mantap, jawabannya adalah, ‘Ya!’”
Band ini melanjutkan, bahwa ada satu pola pikir seru yang mereka pegang erat; yakni menganggap band ini layaknya sebuah laboratorium. Mereka berempat sepakat untuk mencari racikan musik yang berbeda dibanding proyek-proyek band mereka sebelumnya.
“Tapi tetep keep it real sama karakter asli masing-masing. Namanya juga eksperimen di dalam lab, pasti ada formula yang berhasil meledak keren, atau malah sebaliknya. Menariknya, kami justru sangat enjoy menikmati setiap fase ‘penelitian’ ini.”

Easter Egg
Sebagai perkenalan visual, WAIT juga telah merilis video musik yang digarap bersama Progresif Entertainment. Oleh Adriansyah Anugrah (Adrybros) sebagai sutradara, video tersebut menjadi representasi awal dari semesta WAIT.
Sebuah gambaran tentang energi mereka yang intens, emosional dan sarat simbolisasi.
“Beautiful Lie” tentu saja bakal diikuti karya-karya berikutnya. WAIT memastikan itu dengan menggodok karya-karya baru. Bahkan mereka meyakinkan, beberapa trek sudah masuk tahap rekaman final. Sementara sisanya masih terus digodok di fase pra-produksi.
“Nah, ada easter egg menarik nih buat kalian ‘para penunggu’ yang jeli. Artwork rilisan pertama kami menampilkan visual kartu dengan logo salah satu personel. Di karya-karya selanjutnya, bakal muncul kartu-kartu lain dengan logo personel yang beda.”
“Kalau keempat logonya udah kumpul komplit, siap-siap aja buat kejutan besar. Entah itu wujudnya EP, full album atau penemuan gila lainnya dari laboratorium kami. Biar nggak ketinggalan, pantengin terus update-nya di platform digital dan website resmi kami!”
Sejak 28 April 2026, “Beautiful Lie” sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Sementara video musiknya dapat disaksikan di tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)