BLESS THE KNIGHTS: “Kami Semakin Solid!”

Lewat lagu terbarunya, Bless The Knights bakar semangat baru dengan fondasi yang semakin kuat. Fase yang mereka sebut lebih tajam dan berbahaya.
bless the knights
BLESS THE KNIGHTS

Bless the Knights merayakan 11 tahun usia perjalanan mereka dengan meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “Il Grinta” pada Selasa, 21 April 2026 lalu.

Pengesahan perilisan lagu baru tersebut telah digelar secara spesial dalam hajatan panggung berjudul Knights League, yang berlangsung di Coma, MBloc Space, Jakarta Selatan.

Sebuah inisiatif yang digagas sendiri oleh unit metal progresif yang menyebut dirinya sebagai pelopor djent di Indonesia ini, sebagai bentuk selebrasi perjalanan panjang di industri musik.

Tapi tentang “Il Grinta”, materi lagu itu sebenarnya sudah ada sejak 2024 lalu. Tadinya diniatkan sebagai rangkaian terakhir dari rilisan ‘Big 4’, yang dimulai sejak peluncuran “Metamorphosis” (26 Mei 2023), lalu “Parekletos” (10 Agustus 2023) dan terakhir, “Crying In The Desert” (24 Oktober 2024).

“‘Il Grinta’ seharusnya kami rilis awal 2025. Tapi karena satu dan lain hal, baru terealisasi di Q2 2026 ini,” ucap gitaris Fritz Faraday kepada MUSIKERAS, mengungkap latar belakangnya.

Solid, Lapar

Bagi band yang dibentuk Fritz pada 7 April 2015 silam ini, “Il Grinta” merepresentasikan determinasi, kerja keras, serta semangat pantang menyerah dalam mempertahankan eksistensi band di tengah dinamika industri musik.

“Secara musikal, kami ingin tetap agresif tapi lebih matang. ‘Il Grinta’ adalah evolusi sound Bless the Knights,” ujar vokalis Christian Alvin Sunanja aka Cas Coldfire.

“Adalah representasi dari mentalitas kami sejak awal—tidak pernah berhenti, tidak pernah mundur, apapun yang terjadi,” seru Firtz menimpali.

Dhika ‘Dongeng’ Aditya yang mengisi vokal growl menambahkan, bahwa lagu ini sangat personal baginya. Tentang bertahan di titik terendah dan tetap memilih untuk maju.

Sedangkan bassis Soebroto Harry (Broto) menekankan bahwa rilisan ini bukan sekadar karya baru, melainkan perayaan perjalanan panjang penuh perjuangan.

Di sisi lain, energi solid yang dibawa lagu ini, di mata dramer Kevin Sugito mencerminkan semangat band yang lebih matang dan siap menghadapi fase baru.

“Energi di lagu ini benar-benar menggambarkan semangat kami hari ini—lebih solid, lebih lapar dan lebih siap,” cetusnya.

bless the knights

Agresif, Matang

Konsep ‘tetap agresif tapi lebih matang’ menjadi benang merah penerapan musik Bless The Knights di lagu “Il Grinta”.

Tetap agresif karena masih menggeber formula seperti biasanya; sarat riffing gitar, vokal scream serta gebukan dram yang energik.

“Tapi (kami) menggabungkannya dengan groove yang membuat orang happy dan serasa ingin bergoyang,” ucap Fritz menegaskan.

Bahkan menurut mereka, serta beberapa orang yang telah mendengarkan lagu baru itu, semua porsi terasa pas. Bahwa semua instrumen terdengar dengan jelas tapi memiliki pembagian yang rata untuk bisa ‘showing off’ di panggung.

“Bless the Knights sekarang semakin dewasa dalam bermusik. Fritz melihat bahwa masing-masing personel sudah tahu porsi yang harus dikerjakan dan semakin matang dalam sistem kerja, sistem audio, tim produksi dan lain sebagainya.

“Personel bukan hanya lima orang inti, melainkan tujuh orang termasuk soundman dan in ear monitor engineer. Hal inilah yang membuat Bless the Knights kian hari kian solid.”

“Karena bukan hanya memperhitungkan personel, akan tetapi sampai mencakup tim produksi dan hal ini sangat penting untuk sustainability dari band kami secara utuh, on and off stage!”

5/4, 10/8

Ada yang berbeda di proses peracikan komposisi serta aransemen di “Il Grinta”. Yang pertama, adalah referensi baru yang didapatkan Fritz dalam mengeksekusi isian-isian permainan gitarnya.

Saat penulisan lagu, ia mendengarkan permainan dua ‘mesin riff ‘ dengan permainan rapat dan modern, yakni Dan McNally (Inggris) atau Darin Clegg (AS). Pengaruh mereka cukup membuat riffing di bagian verse komposisi “Il Grinta” menjadi unik.

Yang kedua, adalah bergabungnya Broto serta kontribusi Kevin yang juga memberikan warna baru di lagu ini.

“Karena basslines-nya dibongkar ulang oleh Broto, sementara tipe permainan Kevin di pertengahan antara old dan modern school, membuat groove dan intensity drumming lines di lagu menjadi super menarik,” seru Fritz.

Sisi menarik lainnya, adanya tantangan baru saat penggarap rekamannya, dimana Bless The Knights menerapkan isian ‘nakal’ di bagian akhir intronya. Mereka menerapkan ketukan 5/4 atau 10/8 di akhir, sebelum intro tersebut tuntas dan masuk ke verse.

“Untuk duo vokalis yang bukan berasal dari latar belakang progresif, mereka menganggap itu sebagai ‘serious things’ yang bikin mereka mikir dan butuh cukup waktu untuk beradaptasi. Baik di rekaman maupun live performance.”

Perilisan “Il Grinta” juga menandai kembalinya Bless the Knights bekerja sama dengan label Demajors, membuka babak baru kolaborasi di fase perjalanan band ini selanjutnya.

Disamping itu, Fritz dan personel lainnya juga telah menyiapkan sebuah album, dimana tahapannya sudah merampungkan 99% dari keseluruhan produksi.

“Hanya tinggal menunggu Broto pulang dari pelayarannya di Australia and there we ready to go!”

Saksikan video musik “Il Grinta” di tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.