GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
grimlock
GRIMLOCK

Grimlock Agony kini resmi mengeset ulang identitasnya, dengan menyederhanakan nama menjadi Grimlock saja.

Unit deathcore asal Sukabumi, Jawa Barat ini menegaskan, perubahan nama tersebut menandai fase baru dalam perjalanan mereka, dengan identitas yang lebih tegas, fokus, dan agresif secara musikal maupun visual.

Rebranding ini dilakukan Grimlock sebagai bentuk pendewasaan arah band, dengan pendekatan yang lebih eksploratif terhadap tema kegelapan batin, tekanan mental dan konflik internal yang dikemas dalam kemasan suara yang lebih padat dan intens.

Stempel resminya antara lain disampaikan lewat peluncuran lagu rilisan tunggal terbaru mereka yang bertajuk “Deathbringer”.

Single ini menjadi representasi awal dari arah musik yang ingin kami bawa ke depan,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS.

“Perubahan nama ini bukan hanya soal identitas visual, tetapi juga penegasan karakter musikal kami lebih solid, lebih berani bereksperimen dan lebih jujur dalam mengekspresikan emosi melalui musik.”

Disamping itu, identitas sebelumnya yang dirasa sudah tidak lagi sepenuhnya merepresentasikan arah musik dan visi yang ingin mereka bawa ke depannya menjadi alasan utama.

Tapi mereka menekankan, perubahan itu bukan lantaran ada hal yang kurang secara negatif. “Tetapi kami merasa perlu sebuah awal baru yang lebih kuat, lebih relevan dan lebih mencerminkan karakter kami saat ini.”

Dengan nama Grimlock, vokalis Melabertus Januar Refualu (Bertus), gitaris Teguh Maulana dan Teguh H. Irman, dramer Philips Beldikson (Phy) serta bassis Yana Rusdiana (Akay) ingin menghadirkan identitas yang lebih solid.

Identitas yang lebih tegas, dan lebih mudah menggambarkan energi musik mereka yang agresif, gelap dan penuh intensitas.

Rebranding ini juga menjadi bentuk perkembangan, baik secara musikal maupun secara personal sebagai sebuah band.”

grimlock

Symphonic, Ambiance

Secara musikal, “Deathbringer” yang sudah dikerjakan sejak 2025 lalu masih membawa akar sound Grimlock di ranah musik keras dengan karakter yang agresif, gelap dan penuh tekanan.

Namun kali ini mereka menambahkan sentuhan symphonic yang membuat atmosfernya terasa lebih besar dan lebih emosional.

“Elemen orkestrasi dan nuansa sinematik kami gunakan untuk memperkuat rasa gelap dan dramatis dalam lagu, tanpa menghilangkan energi brutal dari riff, breakdown dan vokalnya.”

Dibanding karya sebelumnya, “Deathbringer” yang mereka sebut banyak terpengaruh band-band mancanegara macam Whitechapel, Lorna Shore, Synestia dan Disembodied Tyrant kini terasa lebih matang, lebih terarah dan memiliki warna yang lebih luas.

“Kami tidak hanya fokus pada sisi beratnya, tetapi juga membangun ambience yang lebih dalam agar pesan dari liriknya bisa terasa lebih kuat.”

Keseluruhan rekaman instrumen di “Deathbringer” sendiri dieksekusi di studio rekaman rumahan Argonian Record. Sementara untuk vokal dilakukan di EXR. Pemolesan mixing dan mastering juga digarap di dua studio tersebut.

Sejak 26 April 2026 lalu, “Deathbringer” sudah tersiar di berbagai gerai penyedia layanan musik digital.

Setelah itu, sudah ada rencana untuk merampungkan album yang diharapkan bisa segera terealisasi tahun ini.

“Progres pengerjaan album ini bisa dibilang sudah masuk 30%, maksudnya beberapa lagu masih berbentuk demo atau guide. Mungkin dalam 5-6 bulan ke depan kami sudah bisa mengumumkan bahwa album sudah siap diedarkan atau dirilis!”

Sebelumnya, tepatnya pada 14 Oktober 2024, Grimlock yang terbentuk pada 2023 lalu ini sudah merilis album mini (EP) bertajuk “Suffocate”. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.