Walaupun jauh dari pusat industri musik Tanah Air, namun Aceh yang terletak di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia, rupanya juga memiliki talenta menjanjikan dalam kancah musik keras. Khususnya di skena musik ‘bawah tanah’ (underground). Band ini salah satunya yang berani mengacungkan kepalan di level nasional.

Shadow For Mercy adalah unit heavy metal yang diperkuat oleh tiga musisi cadas, yakni Ferial (gitar, vokal), Dedi (bass, vokal latar) serta Herza (dram). Menjelang akhir tahun lalu, band ini telah meluncurkan albumnya secara independen, yang bertajuk “Blood Struggle”.
Menurut siaran pers yang dikirim ke redaksi MUSIKERAS, Ferial dan rekannya mulai menggarap “Blood Struggle” yang berisi delapan trek ‘panas’ sejak Maret 2015 silam. Di dalamnya, terselip pula tiga demo lagu karya Ferial yang sudah dibuat sejak 2012, masing-masing bertajuk “Kill Me”, “I Will Rise” dan komposisi instrumental, “Seven the Sky”. Proses penggarapan produksi album tersebut terbilang lama karena kerap terhadang kesibukan masing-masing personel.
Sementara itu, “Blood Struggle” sendiri dipilih sebagai judul album karena mawakili keseluruhan lirik lagu dalam album tersebut. “(Lirik) banyak menceritakan tentang pertentangan sosial, konflik, dan perjuangan para pejuang yang telah menumpahkan begitu banyak darah untuk melawan penindasan.”
Sebelum merilis “Blood Stryuggle”, Shadow For Mercy telah merilis lagu “Kill Me” sebagai salah satu single yang menghiasi album “Indonesian Metal Compilation”.
Berikut susunan trek di album “Blood Struggle” yang berdurasi 34 menit 67 detik: 1) Intro, 2) Kill Me, 3) I Will Rise, 4) Blood Struggle, 5) Tears Of Blood, 6) Instrumental (Seven the Sky), 7) Try Again (Lets Say Goodnight), 8) You Not God