“The Conquering Tyrants”, Single Pembuka Warga DOOMNATION

Setelah menginjak usia hampir dua tahun, Doomnation akhirnya dengan bangga melepas karya rekaman perdananya, sebuah single bertajuk “The Conquering Tyrants”. Band metal asal Bandung ini merilis single debutnya via label Omegawave Records sebagai pembuka jalan untuk album mini yang kini tengah digodok materinya. Rencananya, Galva (vokal), Ray (gitar), Openx (gitar), Rey Elly (gitar), San (bass) dan Boziew (dram) akan merilis EP tersebut tahun ini juga.

Dalam mempromosikan “The Conquering Tyrants”, Doomnation berkolaborasi dengan H.Documentary untuk penggarapan klip videonya, dimana pengambilan gambarnya dieksekusi di halaman parkir Universitas Pasundan (UNPAS) Lengkong, Bandung selama kurang lebih 16 jam. Menurut pihak band, “The Conquering Tyrants” merupakan pengungkapan ketidaksetujuan, dan semacam bentuk perlawanan terhadap kepemimpinan yang bersifat tirani secara demokratis. Simbol-simbol itulah yang mereka suguhkan di klip video, yang menampilkan talent bernama Tiara Gerbang Puri sebagai simbol pemerintahan tirani.

“Kenapa memakai model perempuan? Ya biar enak aja liatnya… hahaha. Kan nuansa videonya agak horror dan kelam, jadi biar ada semacam kesegaran,” ungkap Galva, lewat press release.

Sambil terus berkampanye memperdengarkan “The Conquering Tyrants”, para personel Doomnation juga menggenjot produksi album. Saat ini, menurut penuturan bassis San kepada MUSIKERAS, penggarapan EP sedang dalam proses untuk melengkapi beberapa detail lagu-lagunya.

“Ada yang belum diselesaikan, bahkan harus ditambahkan agar semakin memantapkan setiap lagu yang ada. Kemungkinan paling cepat di pertengahan Februari ini sudah selesai dan bisa didistribusikan ke setiap daerah, baik di Indonesia maupun mancanegara.”

Banyak elemen metal yang mereka lebur di album mini nanti. Karena setiap personel datang dari latar belakang berbeda-beda, plus keunikan selera tersendiri. “Kami coba ekspresikan mixture tersebut ke dalam musik Doomnation, dan inilah hasilnya. Dan pastinya setiap orang mempunyai inspirasi dalam hidupnya tak terkecuali dalam hal musik. Hal itu menjadi sesuatu yang berpengaruh terhadap materi pada setiap lagu. Tapi kami di sini sepakat bahwa influence untuk Doomnation bakal tidak jauh dari scene metal. Perkembangan musik yang ada pada saat ini, semakin memudahkan kami untuk mencari dan menggali referensi mengenai musik, yang mungkin ke depannya bisa dikombinasikan dan menjadi sesuatu yang baru di scene kami,” ulas San penuh keyakinan.

Doomnation dibentuk pada Maret 2015, yang mereka sebut terlahir dari tingkat keseriusan berkarya dari tiap individu personel. Mereka juga mengetengahkan  prinsip kekeluargaan dalam bermusik. Atau dengan kata lain, band adalah keluarga kedua, yang mencakup ide-ide dan konsep lagu, materi musik yang akan dimainkan, karakteristik sound hingga ke perencanaan lainnya.

“Oleh karena itu,” lanjut San, “Kami memerlukan waktu yang cukup lama untuk merekrut personel yang tepat untuk mengisi instrumen yang dibutuhkan guna mencapai apa yang menjadi cita-cita kami dalam bermain musik.” (Mdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
regu pemburu
Read More

REGU PEMBURU: Membunuh dari Dalam

Di amunisi terbarunya, “Labirin Pikiran”, Regu Pemburu mengungkap problema insomnia yang terus berulang setiap malam, yang terasa nyata dan liar.