Album Baru STEEL PANTHER, Masih Seputar Seks dan Heavy Metal

Steel Panther semakin menajamkan identitasnya sebagai band hard rock bernuansa pesta dan hura-hura yang tak pernah lepas dari kesan glamour, wanita, seks dan rock n’ roll. Imej itu mereka tegaskan lewat album terbarunya, “Lower the Bar” yang bakal rilis pada 24 Maret 2017 mendatang via Kobalt Music Recordings.

Jika harus berfilosofi dengan judul albumnya, band asal Los Angeles, AS yang masih diperkuat formasi Michael Starr (vokal), Satchel (gitar), Lexxi Foxx (bass) dan Stix Zadinia (dram) tersebut, kalimat “Lower the Bar” bisa menghasilkan beragam arti. Bisa bermakna merendahkan meja bar atau menurunkan standar.

“Satchel pernah menyarankan agar saya ‘menurunkan standar’ supaya bisa lebih sering mendapatkan teman kencan,” cetus Michael lewat press release, blak-blakan. Tapi menurut Lexxi, bisa juga berarti benar-benar merendahkan meja bar agar orang-orang yang bertubuh pendek bisa ikut duduk dan minum di meja bar.

Ada juga alasan yang lebih serius. Menurut para personel Steel Panther, makna dari judul tersebut bisa juga menyasar orang-orang mabuk, yang bahkan tak bisa merangkak menggapai tepian meja bar. Atau, melihat orang-orang miskin yang tak punya tempat tinggal, namun bisa melanjutkan hidup dengan apa yang dimilikinya, yang bahkan terkadang mereka bisa terlihat lebih bahagia dibanding orang-orang kaya.

“Terkadang saya bertanya pada diri sendiri, kenapa saya tidak bisa seperti itu. Saya (mungkin) harus menurunkan standar serendah orang-orang seperti itu,” ujar Satchel serius.

“Semua yang Anda dengarkan di Steel Panther diambil dari kisah sehari-hari yang dimasukkan ke dalam musik,” ujar Satchel lagi. Dan kali ini topiknya lebih lebar. Tidak hanya sebatas seks, narkoba, pesta dan heavy metal. “Rambut juga berbeda. Saya sekarang menggunakan semprotan rambut (hairspray) yang berbeda,” seloroh Lexxi sekenanya.

“Lower the Bar” yang memuat 11 lagu digarap Steel Panther bersama produser Jay Ruston di studio di kawasan Hollywood Utara dan Sherman Oaks. Antara lain mengandalkan single “She’s Tight”, “Anything Goes” dan “I Got What You Want”. Steel Panther yang terbentuk pada tahun 2000 sebelumnya dikenal dengan nama Metal Shop (2000–2003), Danger Kitty (2003) dan Metal Skool (2003–2008), dimana mereka memadukan parodi band-band glam-rock era ‘80an dengan pola permainan musik yang teknikal. Sejauh ini sudah merilis album “Hole Patrol” (2003), “Feel the Steel” (2009), “Balls Out” (2011), “All You Can Eat” (2014) dan “Lower the Bar” (2017). 

Kredit foto: David Jackson

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.