Setelah bermusik bersama sejak era ‘80an, akhirnya dua sahabat yang sama-sama terpengaruh berat akan musik The Rolling Stones, yakni vokalis, gitaris sekaligus pencipta lagu, Glenn Sinsoe dan gitaris Coki Sitompul kembali berkolaborasi lewat sebuah proyek musik bernama, Nakedsouls Project. Hasilnya, duo rock alternatif asal Jakarta ini telah merampungkan sebuah album mini (EP) debut berisi enam lagu dan merilisnya secara resmi pada 26 Maret 2017.
Pertemuan Glenn – yang masih merupakan keponakan legenda jazz Ireng Maulana dan Tjok Sinsoe – dengan Coki berawal pada dekade ‘90an, saat ia membentuk band tribute beraliran rock alternatif bernama Naked. Di band ini, selain Coki, juga dihuni Tommy Maulana dan Reza Achman (kini dramer Matajiwa). Lalu pada 2014, Glenn sempat ‘reuni’ dengan Coki lewat sebuah band cover bernama Get Stoned.

Coki Sitompul juga dikenal memiliki jam terbang manggung di sirkuit café/bar ibukota yang panjang sejak era ’80an. Debutnya di studio rekaman dimulai pada 1988 saat sempat bergabung dengan band Kraken yang antara lain dihuni Heri “Ucok” Batara, mantan vokalis Edane. Lalu pada awal ’90an, Coki juga sempat bergabung dengan band pionir metal ekstrim bernama Alien Scream yang kerap memainkan lagu-lagu milik Obituary, Napalm Death hingga Sodom. Belakangan, Coki dikenal sebagai gitaris FOS, band yang dibentuknya bersama Ariyo Wahab, vokalis The Dance Company dan SOG. FOS sendiri sudah merilis dua album studio dan sempat tampil di festival musik internasional Hard Rock Calling 2012 di Hyde Park, Inggris.
Menurut Glenn, hubungan persahabatannya dengan Coki sudah berkembang menjadi persaudaraan, dan sudah sampai pada titik dimana keduanya ingin berkreasi dalam kancah industri musik. “Jadi timing-nya pas, pada saat Coki sedang tidak sibuk rekaman. (Jadi) Kami pun berkolaborasi dalam proyek ini,” urai Glenn kepada MUSIKERAS.
Proses kreatif album “Nakedsouls Project” tersebut digagas sejak akhir 2015, dan mulai direkam pada akhir Oktober 2016 di SoundLab, sebuah studio rekaman digital di Jakarta yang dimiliki oleh Okky Maleh, mantan dramer tamu di Andra and the Banckbone. Selama menjalani prosesnya, Glenn dan Coki banyak melakukan proses bongkar pasang aransemen dan penyesuaian pada departemen lirik yang akhirnya disepakati sebagian besar menggunakan Bahasa Inggris.
Lalu untuk mewujudkan eksekusi musiknya, Glenn dan Coki mengajak beberapa rekan musisi untuk terlibat, namun tanpa mengikat mereka sebagai anggota band. “Awalnya proyek band ini berangkat dari ide saya dan Coki untuk membuat album rekaman yang berisikan lagu-lagu orisinal. Kami sadar banyak teman musisi kami yang sudah memiliki band tetap, jadi kami memutuskan untuk membuat ini menjadi sebagai project yang di-support mereka, tanpa harus mengikat mereka menjadi anggota band permanen,” ungkap Glenn beralasan.
Antara lain yang dilibatkan ada dramer Rama Moektio (eks ADA Band), Bato (eks bassis Taboo), Didiek (eks bassis Roxx), kibordis Bey Blue (FOS) hingga rekan musisi lainnya seperti Putri Lana, Arini Kumara, Tommy Maulana, Ice Nugraha hingga Ade Ayu. Posisi produser album sendiri dipegang langsung oleh Glenn Sinsoe dan dibantu co-producer Okky Maleh, serta Coki Sitompul yang juga berperan sebagai music director. Khusus di “Lemesin Aja”, satu-satunya lagu yang berlirik Bahasa Indonesia, Nakedsouls melibatkan vokalis band rock The Flowers, Njet Barmansyah.
Lebih jauh, Glenn menyebut lirik keenam lagu di album mini tersebut terinspirasi dari berbagai kisah suka duka dalam kehidupan yang dialami oleh semua orang pada umumnya, yang tentunya menyentuh emosi jiwa mereka. Dan yang paling menyisakan emosi mendalam tertuang total di lagu “My Hero”, sebuah ode penghormatan buat mendiang Ireng Maulana yang dibalut dalam nuansa akustik dengan imbuhan cello Arini Kumara yang menggugah dan vokal latar nan rancak dari Njet Barmansyah.
“Emosi dari lagu tersebut, menurut saya, dapat tersampaikan dengan baik. Lagu itu kami buat untuk mengungkapkan rasa hormat dan sayang kami terhadap mendiang Ireng Maulana. Dan secara kebetulan – yang sebenarnya menjadi momen yang kurang ‘menyenangkan’ – bintang tamu pengisi cello kami adalah putri dari Almarhum Alex Kumara…. Jadi ya tumpah semua emosinya….”
Sekadar tambahan informasi, Ireng Maulana adalah salah satu gitaris dan musisi jazz legendaris Indonesia, yang juga dikenal sebagai penggagas event JakJazz Festival. Sementara Alex Kumara dikenal sebagai salah seorang pelopor lahirnya televisi swasta di Indonesia.
Selain “My Hero” dan “Lemesin Aja”, album “Nakedsouls” juga memuat lagu berjudul “Somethings on My Mind” (feat. Putri Lana), “Listen”, “You Think You Know” dan “Where Do We Go”. Selain rilisan fisik berupa cakram padat (CD), “Nakedsouls” juga dipasarkan dalam format digital via platform iTunes, Spotify, Deezer, Joox dan sebagainya. (Mdy)