Tekad VIRUS MUSHROOM Menaklukkan Keterbatasan Martapura

Satu lagi penggerak musik keras asal daratan Kalimantan siap membentangkan sayap. Virus Mushroom, salah satu unit metalcore/djent dari Martapura kini tengah sibuk menyiapkan materi album debut yang rencananya akan rilis pada akhir tahun. Sebagai pemanasan, sebelumnya Dhany (vokal), Edi (bass), Andi (gitar), Nico (dram) telah meluncurkan video klip bertajuk “Martarea”, dimana mereka berkolaborasi dengan rapper dari Lord Phyton serta Opay (S.I.W.T.).

Albumnya sendiri, juga bakal diberi judul “Martarea”. Memuat sebanyak sembilan nomor cadas, dimana salah satunya rencananya bakal berkolaborasi dengan Kwint Vienna asal Rusia. “Namun (kolaborasi ini) masih didiskusikan,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS.

Menurut pihak band lagi, sumber ide-ide dan inspirasi dalam pembuatan lagu-lagu di album predana Virus Mushroom kebanyakan datang dari kehidupan mereka sehari-hari. “Dan kami ingin membuat setiap lagu bisa mengingatkan orang-orang, karena kami cuma bisa menyampaikan apa yang ada di kepala dan hati kmi lewat lagu.”

Genre metalcore dan djent yang banyak terinspirasi dari band-band seperti Memphis My Fire, Woe Is Me dan Crown the Empire dipilih sebagai pengantar misi lirik tersebut oleh para personel Virus Mushroom karena mereka anggap lebih greget. “Dengan adanya lead guitar khas metalcore dan breakdown khas djent membuat kami jadi lebih bersemangat bermusik.”

Band yang terbentuk sejak 10 Oktober 2014 ini bertekad berjuang mengukuhkan keeksisan mereka. Media sosial lantas menjadi alasan untuk menyebarkan virus musikal mereka, karena skena di Martapura sendiri sebenarnya kurang mendukung.

“Situasi scene di Martapura untuk saat ini sangat sulit, berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejak setahun lalu scene di Martapura hampir punah, jadi band sangat susah untuk maju, terpaksa kami main media untuk promosi, bikin lagu dan video klip. Untuk perform kami harus pergi ke kota sebelah,” urai band yang telah merencanakan menggelar tur di daratan Borneo dan Pulau Jawa. (mdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.