Hampir Bubar, Kini KILLED (KBB) Meraung Lagi

“Malas dan banyak rencana. Kami adalah grup musik yang lebih memilih keluarga dari pada nge-band, hahaha!”

Itu jawaban tegas dari Killed By Butterfly (sekarang disingkat menjadi “Killed”) saat ditanya oleh MUSIKERAS mengenai panjangnya masa vakum unit metal modern asal Jakarta ini. Baru-baru ini, Killed yang kini dihuni formasi Roma Sophiaan (gitar), Ade Patria (dram), Aditya “Gogo” Pulukadang (bass) dan Harry “The Butcher” Mulya (vokal) akhirnya melepas single terbaru berjudul “Darkwater”, setelah sekitar lima tahun sama sekali tak melakukan kegiatan apa-apa.

“Intinya, proses-nya memang sangat lama sekali,” ulas pihak band lagi. “Sempat ada rencana (Killed) disudahkan saja, bubar atau bentuk band baru atau vakum. Hampir lima tahun secara akumulatif, kami tidak melakukan apa-apa sama sekali, manggung pun tidak. Lalu hampir di setiap tahun di antara kami ada yang menikah, punya anak, tambah anak, kerjaan baru, dan lain-lain. (Namun) Pada akhirnya, yang membuat kami semangat adalah hadirnya band-band baru yang keren, juga, band ‘tua’ yang masih bisa eksis sampai sekarang.”

“Darkwater” sendiri merupakan trek pembuka untuk perilisan album mini (EP) bertajuk “Arsenic” yang diedarkan dalam format digital dan dapat diunduh secara gratis via killedofficial.net.

“Darkwater” sebenarnya mulai digarap Killed sejak 2011 silam. Tak ada pengalaman yang bisa dibilang menarik, para personel Killed membiarkan prosesnya berlangsung organik. “Mengalir aja,” cetus mereka. Bahkan hasil akhir lagu yang lantas dibuatkan video klip tersebut rupanya merupakan versi kedua, karena versi sebelumnya sudah dianggap basi.

“Dulu, era (album) ‘Sanity/Insanity’, Killed memiliki dua gitaris, yakni Rid dan Vicky yang juga menulis lagu. Otomatis proses pembuatan lagu jelas berbeda. Sekarang, Roma yang dulu di posisi bass, harus bisa melebur dan mengubah dua konsep gitar Killed yang lama. Lalu, untuk ‘Dark Water’ sendiri, kembali lagi, mengalir saja. Inspirasinya adalah menggabungkan harshness Mastodon era (album) ‘Leviathan’ dengan sisi melodius dari Deftones dan esensi melodic hardcore.”

Dari sisi lirik, Harry yang mengeksekusinya mengaku terinspirasi dari kisah tragis kematian fashion desainer legendaris Alexander Mcqueen, tetapi di metamorfosiskan ke perjuangan band ini semenjak ditinggal Rid (vokalis/gitaris) pada 2011 lalu. Sementara untuk pengolahan sound, Killed mempercayakannya pada Adi Saptadi (vokalis/gitaris unit power pop asal Jakarta, Easy Tiger) dari Kamar Studio, Bintaro Jaya.

Killed terbentuk pada 2004 silam, dan sempat menggunakan nama Seeking Isabelle di awal karirnya. Album perdananya, “Sanity/Insanity” dirilis pada 2009, antara lain memuat lagu “Regret, Staring to Your Death”, “Remnants”, “Tearing Me” serta “Life (For Some Reason Something is Meant to Be Over)”.

Kredit foto: Fanfani Arsad @blekribe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.