MR. BIG Reuni dengan Produser Album “Lean Into It”

Kendati dramer Pat Torpey divonis menderita penyakit Parkinson, unit rock legendaris Mr. Big tetap melanjutkan karir dan menggarap album baru. Jika tak ada kendala, rencananya, band yang mengalami masa popularitasnya di era ‘90an lewat sejumlah hit seperti “Green-Tinted Sixties Mind”, “Just Take My Heart” dan “To Be With You” tersebut bakal merilis album baru bertajuk “Defying Gravity” via label Frontiers Music Srl dalam waktu dekat ini.

Untuk penggarapan rekaman album tersebut, Eric Martin (vokal), Paul Gilbert (gitar), Billy Sheehan (bass) dan Pat kembali bekerja sama dengan Kevin Elson, produser yang pernah memoles album-album terbaik Mr. Big di masa lalu, yakni “Mr. Big” (1989), “Lean Into It” (1991) dan “Bump Ahead” (1993).

“Dia adalah sosok yang legendaris,” seru Billy Sheehan kepada majalah terbitan Jepang, Young Gitar. “Dia juga seorang produser yang sangat ramah, pria yang paling mudah diajak bekerja sama di dunia ini. Dengan bantuan Kevin Elson, semua proses berjalan mulus, dan kami bisa menghasilkan musik yang bagus.”

Paul Gilbert lalu menambahkan, “Saya sangat menikmati bekerja sama dengan Kevin lagi – baik bekerja sama dalam pekerjaan maupun saat nongkrong dengannya. Kami mengalami masa-masa menyenangkan di masa lalu, dan sekarang semakin luar biasa buat kami. Dia bisa melakukan segala pekerjaan produser yang Anda butuhkan, dan menyenangkan, dan bisa berjalan dengan baik. Kami bisa menyelsaikan banyak hal.”

Walaupun Pat Torpey tetap dilibatkan di proses rekaman “Defying Gravity”, namun ada beberapa isian dram yang juga dieksekusi oleh Matt Starr, dramer yang belakangan ini menjadi pengganti Pat di rangkaian konser Mr. Big.

Mr. Big terbentuk di Los Angeles, California, AS pada 1988 silam. Konsep musik mereka yang berpusat pada paham hard rock berkarakter khas, dimana mereka sukses melebur harmoni pop dengan kemampuan teknikal yang mumpuni dari para personelnya. Mr. Big mengalami masa puncak kejayaannya saat merilis album “Lean Into It” yang melejitkan “To Be With You”, lagu yang berhasil menempati peringkat puncak terlaris di 15 negara di seluruh dunia. Pada periode 1997 hingga 2002, band ini sempat dihuni gitaris dan vokalis Richie Kotzen, menggantikan Paul Gilbert yang bersolo karir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.