LIE ON FREEZE: Duo Metal yang Mengakali Keterbatasan

Menggeliat di skena metal Lampung yang ‘gersang’, Lie On Freeze merangsek dengan formasi duo, lewat lagu berkontur groovy death metal.
lie on freeze
LIE ON FREEZE

Lie On Freeze mengungkapkan kepada MUSIKERAS, bahwa mereka mewujudkan proyek metal ini dengan format duo – dan bukan band – lantaran kesulitan mencari personel di daerahnya.

“Minimnya skena musik keras di domisili kami (Lampung Barat) dan keterbatasan player,” ucap Lie On Freeze mengungkap alasan.

Tapi kendala itu bukan halangan buat gitaris Andrea Framana dan vokalis Jefi Sarali aka Blackocktober untuk mewujudkan ide-ide serta gagasan musikalnya.

“Bermula dari Jefi yang memiliki ide untuk memproduksi lagunya yang sebagian sudah terekam. Lalu kami lanjutkan berdua proses demi proses dilalukan secara DIY (do it yourself) atau produksi sendiri,” papar mereka.

Hasilnya adalah sebuah lagu rilisan tunggal berformat demo berjudul “Shadow of Solitude (Kodokushi)”, yang dijadwalkan akan dipublikasikan ke berbagai gerai digital pada 28 Mei 2026 mendatang.

Lewat konsep yang disebut kedua personel Lie On Freeze dengan istilah groovy death metal, rilisan debutnya itu menjadi titik awal ambisi Andrea dan Jefi di industri musik independen Tanah Air.

Lie On Freeze menggabungkan intensitas ketukan death metal yang teknikal dengan struktur groove yang kental, menciptakan karakter suara yang padat, modern dan provokatif.

Mengapa memilih jalur groovy death metal?

“Dikarenakan basic bermusik Andrea death metal dan Jefi menyukai groove metal, maka digabungkan kedua unsur genre tersebut.”

Lalu saat masuk proses peracikan komposisi serta aransemen “Shadow of Solitude (Kodokushi)”, keduanya banyak mendengarkan karya-karya rekaman band mancanegara macam Lamb of God, Trivium, Death dan lainnya.

Daya Ledak

“Shadow of Solitude (Kodokushi)” sendiri merupakan bagian dari narasi besar yang sedang dipersiapkan oleh Lie On Freeze. Saat ini, mereka tengah berada dalam tahap pengerjaan intensif untuk sebuah album mini (EP).

Andrea dan Jefi – yang juga mengeksekusi isian dram, bass dan gitar di proyek rekaman ini – menjanjikan bakal mengeksplorasi lebih dalam spektrum musik mereka.

Mereka ingin menggabungkan agresi murni dengan ritme yang mampu mengajak pendengar untuk terus bergerak.

“Kami ingin membawa perspektif segar dari Lampung Barat. Lie On Freeze bukan hanya soal kecepatan, tapi soal bagaimana setiap riff memiliki nyawa dan daya ledak yang bisa dirasakan.”

EP tersebut ditargetkan bakal memuat sebanyak 4-5 lagu. Tapi sejauh ini, belum ada rencana pasti mengenai jadwal perilisannya. “Tetapi akan diusahakan dalam waktu dekat!”

Walau belum tersedia di platform digital, tapi “Shadow of Solitude (Kodokushi)” sudah bisa didengarkan di kanal YouTube dalam format video audio. (mudya/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
romo
Read More

ROMO: Sosok Berblangkon dalam Ranah Metal

Lagu kedua dari solois metal berblangkon, ROMO telah diluncurkan ke berbagai gerai digital, dengan konsep musik yang lebih galak, jujur dan gelap.
heri batara
Read More

HERI BATARA: Dari Edane ke Architects?

Heri Batara turun gunung luncurkan lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “We Are Not Fall In” yang berkontur rock modern, sebagai pembuktian eksistensi.