Morefected , band death metal asal Tasikmalaya, merilis single terbaru mereka bertajuk “Pantograf Neraka Kapital” pada 1 Mei 2026.
Morefected meluapkan amarah terhadap realitas carut-marut sistem pemerintahan Indonesia di lagu “Pantograf Neraka Kapital”. Sebuah potret tentang kekuasaan yang membusuk sampai, manipulasi yang dilegalkan dan rakyat yang terus dikorbankan.
Kekuasaan tidak lagi melindungi, melainkan menindas dan memakan rakyatnya sendiri. “Ini bukan fiksi. Ini realitas,” seru vokalis dan dramer Rizki Maulana menegaskan.
Melalui lirik yang sarat dengan simbol, seperti ‘besi berkarat’, ‘rantai kedaulatan’ hingga ‘republik tengkorak’, Morefected menggambarkan negara sebagai mesin yang kehilangan arah. Bergerak tanpa nurani.
Tidak ada romantisasi dalam “Pantograf Neraka Kapital”. Lagu ini disebut Morefected sebagai bentuk amarah, gelap dan tanpa kompromi.
Sebelumnya, Morefected sudah pernah merilis “demo 2025” berisi tiga lagu pada 21 April 2025 lalu (baca di tautan artikel ini).
Blastbeat, Destruktif
Unit death metal asal Tasikmalaya, Jawa Barat yang juga digerakkan oleh gitaris Tjep Ramdhan dan bassis Sani Noerhadi ini memulai penggarapan “Pantograf Neraka Kapital” dari beberapa riff yang dibagikan oleh Tjep.
Dari situ, mereka lantas membangun kerangka lagu yang natural. Rizki menyusun beat dan menulis lirik, sementara Sani membantu menambahkan beberapa isian di beberapa bagian.
“Kami lebih fokus bikin lagu yang punya impact dan vibe daripada sekadar technical showcase,” cetus kubu band kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Keseluruhan proses rekaman dieksekusi di Damage Noise Studio selama kurang lebih satu bulan. Namun dikerjakan di sela kesibukan masing-masing personelnya.
Bagan lagu yang dirakit mengacu ke pengaruh death metal klasik dan agresi modern yang tanpa kompromi. Morefected menghadirkan komposisi yang padat, brutal dan menekan.
Terapan riff kasar dikombinasikan dengan kebrutalan blastbeat yang intens, serta vokal destruktif yang menjadi medium untuk menyampaikan pesan yang tidak dibungkus, tapi langsung menghantam.
“Kami tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi lebih ke rasa kedalaman atmosfer yang gelap. Kami mencoba membangun sound yang agresif, berat dan penuh kemarahan untuk menerjemahkan tema yang ada di lirik.”
Pendekatan emosional dan tematik di semburan liriknya, disebut Morefected menjadi pembeda mereka dengan band-band penganut paham musik sejenis.
“Kami tidak hanya bicara tentang gore atau horor, tapi juga tentang realita sosial, kemarahan pada sistem politik,” mereka menegaskan.
Suara Frustrasi
Khusus di musiknya, diakui Morefected tak lepas dari berbagai pengaruh yang merasuki masa pertumbuhan para personelnya.
Era dimana mereka kenyang mendengarkan keseruan oldschool death metal, brutal death, grindcore dan musik-musik ekstrem lainnya.
Secara spesifik, mereka menyebutkan band-band seperti Deicide, Morbid Angel, Suffocation, Cannibal Corpse, Napalm Death, Disgorge hingga Malevolent Creation.
“Tapi jujur, pengaruh tidak hanya datang dari musik. Film, (rasa) frustrasi sehari-hari, realitas buruk dan lingkungan yang kacau juga membentuk suara kami.”
Agresi beringas Morefected tentunya tidak berhenti di “Pantograf Neraka Kapital”. Saat ini mereka sudah mulai menyiapkan beberapa materi baru.
“Secara musikal mungkin akan lebih gelap, lebih agresif dan lebih eksploratif dibanding rilisan sebelumnya, tapi tetap mempertahankan karakter utama band,” seru mereka memberi bocoran.
Namun hingga saat ini, belum diputuskan apakah bakal berformat album mini (EP) atau album penuh. Tapi yang jelas, mereka menegaskan ingin rilisan berikutnya terasa lebih solid dari segala aspek.
Sejak 1 Mei 2026 lalu, “Pantograf Neraka Kapital” sudah tersedia di berbagai platform digital. Termasuk di laman Bandcamp. (mudya/MK01)