Freedom Call akhirnya benar-benar menggelar konsernya di Toba Dream, Jakarta pada Rabu malam (13/5). Sebelumnya, lokasi konser ini sempat direncanakan bakal digelar di M Bloc Live House.
Kedatangan formasi vokalis dan gitaris Chris Bay, gitaris Lars Rettkowitz, bassis Francesco Saverio Ferrara dan dramer Ramy Ali tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur Asia mereka yang bertajuk Silver Romantic Metal Nights 2026.
“Silver Romance” sendiri merupakan judul album ke-10 mereka, yang dirilis pada 10 Mei 2024 lalu.
“Senang sekali, akhirnya kami (ada) di sini,” seru Chris dari atas panggung, usai menggeber beberapa lagu yang sarat nuansa ‘ceria’ untuk ukuran metal.
Ya, band yang pernah dihuni oleh Daniel Zimmerman (Gamma Ray) dan Sascha Gerstner (Helloween) ini memang dikenal akan gaya musik yang memantik semangat. Juga sarat liukan melodi yang heroik sekaligus ‘bernyanyi’.
Melihat para personel Freedom Call di atas panggung, sangat jauh dari pencitraan metal yang kelam, sangar atau beringas. Penataan cahaya panggung dibiarkan terang, dengan latar layar LED yang menampilkan logo band penuh warna.
Chris dan Lars bahkan nyaris tak pernah lepas dari senyum saat bernyanyi dan memainkan instrumen masing-masing. Apalagi kerumunan penonton yang merapat di bibir panggung aktif merespon mereka.
Turut menyanyikan lagu-lagu Freedom Call yang meskipun masih kental akan derap power metal, namun terbilang ringan. Aman untuk sekadar mengangguk-angguk atau ber-pogo ria. Pokoknya menyenangkan, terkesan dekat dan ‘romantis’.
O ya, di sela penampilannya, tepatnya usai memainkan lagu “Union of the Strong” yang dicomot dari album “Beyond” (21 Februari 2014), Chris sempat menghentikan konsernya sesaat untuk melakukan perayaan kecil-kecilan.
Malam itu, gitaris Lars Rettkowitz berulangtahun. Sebuah kue sederhana beserta hiasan lilin dibawa oleh panitia ke panggung dan Chris pun memandu penonton untuk melantunkan lagu “Happy Birthday”, saat Lars meniup lilin. Ya, tentu saja yang dikumandangkan bukan lagu ultah sejuta umat milik Jamrud!
Selain Freedom Call sebagai suguhan utama, pihak penyelenggara Waloh Mateng Production yang melabeli event ini dengan nama Jakarta Metalhead Festival, juga menghidangkan beberapa band pendukung untuk memeriahkan rangkaian konser.
Di antaranya ada unit keras senior macam Marjinal, Grausig dan Innerbeauty. Juga band Speed Metal Project dari Bandung, serta gitaris legendaris Toto Tewel bersama proyek Kidung Rakyat.
Sementara untuk memanaskan hawa konser sebelum penampilan Freedom Call, tampil pula formasi Indonesia Pumpkins United yang khusus mengumandangkan lagu-lagu megah dari band Helloween (yang sayangnya gagal hadir di pentas Jogjarockarta Festival pada Desember 2025 lalu).
Freedom Call yang dibentuk di Nürnberg pada 1998 silam memperkuat reputasi mereka sebagai ‘the happiest metal band in the world’ lewat sejumlah album penting.
Diskografi mereka di antaranya meliputi album “Crystal Empire” (2001), “Eternity” (2002), “Land of the Crimson Dawn” (2012) dan “Master of Light” (2016) yang memuat lagu “Metal Is for Everyone”. (mudya/MK01)
Berikut deretan lagu yang dikumandangkan Freedom Call di panggung konsernya di Toba Dream:
- Hammer of the Gods
- Tears of Babylon
- Supernova
- Silver Romance
- Union of the Strong
- Out of Space
- The Quest
- Heavy Metal Happycore
- Freedom Call
- Power & Glory
- Warriors
- Metal is for Everyone
- Land of Light