Nasehat Ampuh COREY TAYLOR untuk Vokalis LINKIN PARK

Untuk sebuah band yang sangat lekat dengan style musik tertentu,  bereksplorasi atau bereksperimen ke konsep yang terlalu jauh pastinya akan mengundang kontroversi. Seperti yang dialami Linkin Park saat ini. Formula musik yang mereka suguhkan di album terbarunya, “One More Light” yang telah dirilis sejak 19 Mei 2017 via Warner Bros lalu semakin memudarkan jejak rock dan metal yang telah membesarkan nama mereka dan memilih bereksplorasi dalam konteks pop, dan bahkan berkolaborasi dengan berbagai musisi dari ranah pop. Tak ayal, arus protes pun mengalir deras dari para penggemarnya.

Tidak sedikit komentar pedas di lini masa media sosial yang menuduh Linkin Park terlalu menjual diri demi kesuksesan komersil. Dan reaksi itu pun direspon sang vokalis, Chester Bennington dengan sangat emosional. Seperti yang dikutip dari wawancaranya dengan Music Week beberapa waktu lalu.

“Jika kalian mengatakan apa yang kami lakukan berdasarkan alasan komersil atau finansial, maka tikam saja diri kalian tepat di wajah…. Kenapa kita semua masih membicarakan (album) ‘Hybrid Theory’? It’s f**king years ago. Album yang bagus, kami menyukainya. (Tapi) move the f**k on. Tahu kan maksud saya?”

“Hybrid Theory” sendiri adalah album debut Linkin Park yang dirilis pada 24 Oktober 2000 silam, yang membuat band ini meraih kesuksesan mendunia, sebagai salah satu pahlawan metal generasi baru saat itu. Di pasar Amerika Serikat saja, album yang antara lain melejitkan single “One Step Closer”, “Crawling”, “Papercut” dan “In the End” tersebut berhasil terjual lebih dari 10 juta keping.

Pernyataan keras dari Chester tersebut seketika mendatangkan sejumlah reaksi. Tak ketinggalan Corey Taylor, vokalis Slipknot dan Stone Sour, yang memang dikenal ‘banyak omong’. Tapi menurut Corey, Chester harusnya bersyukur dengan apa yang berhasil diraihnya hingga hari ini, dan tidak merespon para penggemarnya dengan kalimat kasar.

“Saya mengerti posisi (Chester) saat ini. (Tapi) Ya Tuhan, saya tak akan pernah berbicara seperti yang telah dia lakukan, tapi Anda mungkin menjadi frustrasi dan menginginkan orang-orang menghargai perubahan. Di sisi lain, Anda harusnya merasa bersyukur bahwa sampai saat ini orang-orang masih mencintai musik yang pernah Anda buat.”

Chester sendiri lantas memberi sinyal positif atas ‘nasehat’ dari Corey. Lewat cuitan di Twitter, Chester menanggapi respon Corey dengan sangat positif.

“Saya setuju dengannya. Saya sangat menghargai para penggemar saya. Saya juga manusia biasa dan terkadang menanggapi suatu hal terlalu personal. Corey adalah teman yang baik dan saya menghormati dia juga. Saya akan membenahi ulang cara pandang saya, saya mencintai Anda semua,” tutur Chester berbesar hati.

Dari album “One More Light”, band yang masih dihuni formasi Chester Bennington (vokal), Mike Shinoda (vokal, synth, kibord), Brad Delson (gitar), Dave Farrell (bass), Rob Bourdon (dram) dan Joe Hahn (turntables, samples, programming) tersebut telah melempar single “Heavy” yang menghadirkan suara penyanyi pop alternatif, Kiiara.

Tentang album terbaru berisi 10 lagu tersebut, Chester Bennington mengungkapkan bahwa mereka tengah mencoba untuk mengaitkan diri dengan orang-orang. “Kami mencoba membuat sebuah rekaman yang memiliki keabadian, dimana orang-orang mau mendengarkannya sepanjang masa.”

“Saya tak bisa menjelaskan terdengar seperti apa (lagu-lagunya). (Tapi) Saya bisa bilang Anda akan terkejut. Anda harus mengharapkan hal-hal yang tak terduga. Jangan harapkan hal-hal yang sudah pernah Anda dengarkan sebelumnya,” cetus Mike Shinoda menimpali.

Linkin Park yang terbentuk pada 1996 meraih kesuksesan internasional lewat album pertamanya, “Hybrid Theory” yang menjadi salah satu album terlaris abad ini. Sejauh ini mereka tercatat sudah mengantongi dua trofi Grammy Awards, lima American Music Awards, empat MTV Awards VMA, 10 MTV Europe Music Awards dan tiga World Music Awards. Linkin Park telah tampil di berbagai konser besar yang sold-out di seluruh dunia. Album yang telah dihasilkan Linkin Park adalah “Hybrid Theory” (2000), “Meteora” (2003), “Minutes to Midnight” (2007), “A Thousand Suns” (2010), “Living Things” (2012), “The Hunting Party” (2014) dan “One More Light” (2017).

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts