Agustus 2017, GRASSROCK akan Rilis Album Baru

Vakum selama 15 tahun rupanya justru telah menyuntikkan energi baru bagi unit rock legendaris asal Surabaya, Grassrock untuk kembali menggetarkan kancah rock Tanah Air. Tepat di usia karir yang menginjak 33 tahun, Grassrock dengan formasi baru, yakni Hans Sinjal (vokal), Edi Kemput (gitar), Zondy Kaunang (bass), Denny Irenk (kibord) dan Rere Reza (dram) menjadi semakin menggebu dan siap merilis singel baru bertajuk “#GrassrockIsBack” minggu depan.

“#GrassrockIsBack” sendiri merupakan nomor pemanasan sebelum merilis album baru pada Agustus 2017 mendatang. Eksekusi mixing dan mastering lagu tersebut dipercayakan pada Stephan Santoso, gitaris Musikimia yang pernah mendapatkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) kategori Peramu Rekam Terbaik sebanyak delapan kali.

“Konsep musiknya rock modern, ada unsur keyboard yang kental. Lagu ‘#grassrockisback’ ini kami selesaikan duluan karena mau dirilis single lewat digital bertepatan dengan 33th Anniversary,” cetus Rere, saat dihubungi MUSIKERAS.

Saat ini, para personel Grassrock memanfaatkan momen bulan puasa untuk merampungkan rekaman album baru di Pos Studio, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Di antara 10 lagu yang mereka rekam, terselip dua lagu lama yang didaur ulang, yaitu “Rakyat Hutan” dari album “Bulan Sabit” (1992) dan “Menuju Jalan Pulang” dari album “Grass rock” (1994). Juga bakal ada kontribusi musik dari musisi tamu seperti Andi Rianto dan Erwin Gutawa di album tersebut. “Sudah masuk delapan lagu, proses sudah (mencapai) 60%,” kata Rere lagi.

Awalnya, Grassrock terbentuk di Surabaya, pada 4 Mei 1984 dengan formasi Hari (vokal), Mando (kibor), Harto (gitar), Yudhie (bas) dan Rere (dram) yang lantas kerap tampil membawakan lagu-lagu milik band rock legendaris dunia, Yes. Ketika posisi vokal diisi oleh Zulkarnain, Grassrock menjuarai “Djarum Super Rock Festival 1986” serta gelar “The Best Drummer” dan mendapat kesempatan mendampingi tur 10 kota band rock legendaris, God Bless.

Pada 1990, Grassrock merilis album “Anak Rembulan” dengan dua vokalis, yakni Zulkarnain dan Dayan. Setelah Zulkarnain mengundurkan diri, selanjutnya Grassrock merilis album “Bulan Sabit” (1992), “Grass Rock” (1994), “Menembus Zaman” (1999) serta satu single dalam album kompilasi “Rock Kemanusiaan” yang berjudul “Prasangka”. Dayan meninggal dunia pada 1999 yang berujung pada kevakuman panjang Grassrock. Lalu pembetot bass Yudhi juga menyusul Dayan, menghembuskan nafas terakhirnya pada 3 Januari 2014 lalu. Pada 2016, Grassrock berusaha bangkit kembali dan sempat terlibat di album “3 To Rock”, dimana mereka berbagi porsi dengan dua band rock lainnya, yakni Boomerang dan D’Bandhits. (MK01)

Kredit foto: Tigor Lubis

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *