SOVEREIGN Akhirnya Segera Merilis “The Baneful Litanies”

Dari modal tiga lagu yang telah dikantongi sejak 2016 hingga awal 2017 lalu, yakni “The One Whom Earth Refuse”, “Underneath Our Tears” dan “No Faith Left to Break”, kini unit metalcore asal Jakarta, Sovereign sudah siap meluncurkan album mini (EP) perdananya yang bakal diberi judul “The Baneful Litanies”.nSaat ini, karya rekaman beramunisi tujuh trek berbahaya tersebut sudah memasuki tahap mastering. Dan rencananya, sesegera mungkin dirilis resmi dalam format fisik dan digital.

Para personel Sovereign saat ini, yakni Aul dan Aaw (gitar), Ryant (dram), Jafarkibs (vokal) dan bassis sementara, Anjaw (menggantikan Mbe yang mendadak mundur menjelang proses rekaman album) mulai menggarap materi “The Baneful Litanies” pada awal April 2017. Mereka mengeksekusi tiap jengkal produksinya dengan biaya sendiri, memanfaatkan Playrecords Home, sebuah studio rekaman milik seorang teman. “Pemiliknya asyik, jadi kami bisa santai ngerjainnya,” seru pihak band, kepada MUSIKERAS.

Selain tiga lagu yang sudah disebutkan di atas, “The Baneful Litanies” juga diperkuat trek cadas bertajuk “A Sanctum of Fallacies”, “Deserted Zion”, “A Deathful Life” dan “Bottommost”.

Lewat album ini, Sovereign mengaku tidak terlalu merencanakan konsep musik secara keseluruhan pada awal proses penggarapan. Simpel saja, tiga lagu yang telah lahir di awal kurang lebih dijadikan patokan. “Sebetulnya kami tidak menetapkan konsep besar untuk EP ini. Namun, seiring prosesnya, ‘The One Whom Earth Refuse’ secara tidak direncanakan menjadi titik temu dalam pembuatan lagu-lagu selanjutnya. Kumpulan tujuh track lagu yang kami tuliskan untuk ‘The Baneful Litanies’ ini mulai menunjukan bentuknya sebagai kumpulan kegeraman, gugatan agnostic dan ancaman pada liriknya. Sedangkan untuk musiknya, kami hanya saling melengkapi. Penyampuran referensi musik masing-masing personel yang beragam, mulai dari punk, hardcore, heavy metal hingga black metal kami rekayasa untuk merakit ‘The Baneful Litanies’. Karena kami tidak ingin membatasi diri.”

Sovereign sendiri terbentuk di kampus pendidikan Jakarta oleh lima mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNJ. Diawali oleh Aul (gitar), Ryan (bass) dan Ryant (dram) yang membentuk band punk bernama Anake Nopah pada 2011. Lalu tak lama – setelah nama band berubah menjadi Sovereign – vokalis Jafar bergabung mengisi vokal dan gitar ritem. Pada 2014, bassis Ryan mengundurkan diri karena ingin fokus ke bandnya yang lain, dan lantas digantikan oleh Mbe. Masuk pula Aaw pada posisi gitar. 

Tentang alasan menggunakan nama Sovereign, mereka menyebutnya bermakna ‘berdaulat’, dimana mereka berharap bisa berdaulat sendiri dengan skill, kemampuan, dan effort untuk bergelut di ranah musik keras. Untuk membentuk karakter musiknya, mereka pun menyerap berbagai pengaruh musikal, antara lain dari band-band seperti Trivium hingga Lamb of God, dan bahkan sedikit sentuhan nuansa Timur Tengah. “Soal referensi, kadang suka ajaib, nih. Awalnya dari Lamb of God, terus nggak sengaja ketemu band ethnic metal, Myrath. Beberapa referensi dari punk dan deathcore juga kami pakai.” (Mdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.