Di Album Baru, ROYAL BLOOD Semakin Eksploratif

Duo British rock yang sempat mengegerkan saat muncul pertama kali lewat album debut self-titled pada 2014 lalu, Royal Blood kembali menggebrak lewat album terbaru bertajuk “How Did We Get So Dark?” yang dua hari lagi bakal dirilis di seluruh dunia via label Warner Bros. Records. Single pembuka dengan konsep video musik yang mencengangkan, “Lights Out” sudah lebih dulu diluncurkan sejak 13 April 2017 lalu.

“How Did We Get So Dark?” sendiri menghadirkan 10 lagu yang awalnya digarap dalam format instrumental. Mike Kerr (vokal/bass) dan Ben Thatcher (dram) menggarapnya di Brighton, Los Angeles dan Nashville. Seperti album sebelumnya, keduanya cenderung eksploratif dalam mengolah aransemen yang lebar, seperti yang sukses mereka terapkan di album debut. Sejak November tahun lalu, Royal Blood berkolaborasi dengan produser Jolyon Thomas mematangkan “How Did We Get So Dark?”, menghabiskan waktu enam minggu di sebuah studio di Brussels. Setelah itu, finalisasinya dilanjutkan di London bersama produser pendamping, Tom Dalgety.

Seperti yang tertuang di naskah press release, kali ini Royal Blood mengembangkan inspirasi musikal ala Queens Of The Stone Age hingga Muse, terutama dari sudut alur melodik-nya.

“Untuk yang satu ini, kami sedikit melebar,” ungkap Mike. “Album pertama telah mengeksiskan sound kami, kali ini mencakup banyak area yang belum pernah kami sentuh sebelumnya, banyak arah yang berbeda, tapi masih tetap terdengar seperti kami. Kami tidak menenggelamkan apa yang terbaik dari kami, karena itu (justru) fokusnya. Kami menajamkan apa yang terbaik dari kami.”

Album “How Did We Get So Dark?” bakal diedarkan dalam format digital, cakram padat (CD), piringan hitam (vinyl) serta kaset.

Royal Blood terbentuk di Brighton, Inggris pada 2013. Sejak melepas album pertama yang mencatat kesuksesan besar, duo ini lantas dikenal akan keunikan konsep musiknya yang melebur berbagai elemen rock seperti modern blues rock, hard rock, garage rock, stoner rock hingga psychedelic rock. Album self-tittled yang dirilis pada Agustus 2014 tercatat sebagai album rock debut dengan penjualan tercepat dalam sejarah rock inggris dalam tiga tahun terakhir. Terlaris di Inggris, berhasil menempati peringkat kelima terlaris di Amerika Serikat versi Billboard 200 dan masuk 20 besar terlaris di 20 negara di dunia. Prestasi itu membuat mereka mendapatkan kesempatan mendampingi konser Foo Fighters, dan mendapatkan pengakuan dari gitaris Jimmy Page dari band rock legendaris Inggris, Led Zeppelin. (MK03)

Kredit foto: Perou

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.