Memanfaatkan momentum tur konsernya bersama Megadeth dan Meshuggah di Amerika Utara, unit progresif metal Tesseract telah merilis sebuah single baru bertajuk “Smile” pada 23 Juni 2017 lalu. Video lirik lagu tersebut juga sudah ditayangkan di YouTube serta berbagai kanal media sosial mereka. Tapi sejauh ini, belum ada informasi mengenai rencana merilis album baru. Rilisan terakhir Tesseract adalah album mini (EP) berjudul “Errai” yang diedarkan pada September 2016 lalu, memuat daur ulang empat lagu mereka, yakni “Survival”, “Cages”, “Tourniquet” dan “Seven Names” dari album “Polaris” (2015).

Rekaman “Smile” sendiri digarap Alec Kahney (gitar), Jay Postones (dram), James Monteith (gitar), Amos Williams (bass/vokal) dan Daniel Tompkins (vokal) di Inggris, dimana Alec Kahney sendiri yang didapuk sebagai produser.
Menurut Amos Williams, walaupun rencana-rencana berkaitan album baru Tesseract belum dibahas secara detail, namun para personel Tesseract yakin memilih lagu “Smile” sebagai pembuka jalan. “Walaupun merupakan bagian dari sebuah tema keseluruhan, namun kami memilih ‘Smile’ karena (lagu ini) berdiri sendiri. Kami telah mempunyai ide yang solid mengenai kan dibawa ke mana trek ini di album berikutnya. Sebuah langkah awal menuju sebuah petualangan.”
Tesseract yang terbentuk di Milton Keynes, Inggris pada 2003 silam, disebut-sebut sebagai salah satu pembuka jalan (pionir) gerakan ‘djent’ dalam dunia progressive metal. Sejauh ini, mereka telah merilis tiga album studio, yakni “One” (2011), “Altered State” (2013) dan “Polaris” (2015) serta tiga album mini berjudul “Concealing Fate” (2010), “Perspective” (2012) dan “Errai” (2016). Juga ada album rekaman konser berjudul “Odyssey/Scala” (2015). Album “One” pernah memenangkan Progressive Music Award untuk kategori “New Blood”. (MK03)
.