Sangat lazim dalam sebuah band, perubahan formasi membawa perubahan pula pada konsep musiknya. Itu yang dialami oleh Discern Middle, sebuah unit hardcore/beatdown asal Makassar, Sulawesi Selatan. Di single terbarunya, “We Never Give Up” yang dirilis belum lama ini, paham hardcore yang mereka semburkan menjadi jauh lebih greget dan dinamis setelah dicampuri sentuhan musikal dari Brandon Hilton, penggebuk dram barunya.
Awalnya, ketika terbentuk pada 2014 lalu, formasi Andi Yoma (vokal), Hasyim Al Hafsy (gitar) dan Ayub Setiawan (bass) diperkuat oleh Muhammad Akbar (dram). Namun setelah menjajal berbagai event musik keras di kotanya, mulai terjadi beberapa fluktuasi tidak mengenakkan dalam perjalanan karir Discern Middle, yang akhirnya berbuntut hengkangnya Akbar. Brandon lantas bergabung mengisi kekosongan, sekaligus membawa pengaruh musik yang fresh, dimana ia berinisiatif untuk menggarap single dan album mini (EP) dan menyisipkan unsur metal serta berbagai sub-genrenya. Dan kolaborasi itulah yang menghasilkan “We Never Give Up” yang telah tersaji di laman resmi Reverbnation mereka.
Dan saat menjalani proses penggarapan EP tersebut, Brandon merasa tertarik pada materi lagu “We Never Give Up” yang kemudian ia rombak isian dram-nya. “Saya lebih memilih pola drum metal yang sederhana seperti traditional blast, breakdown yang simpel, dan fill-in yang cadas,” cetus Brandon kepada MUSIKERAS.
Selain itu, di lagu yang direkam di Loejoe Studio pada 18 Maret 2017 lalu itu, Brandon juga menyumbangkan suara di part kedua, dimana karakter vokalnya lebih condong ke karakter vokal death metal ketimbang hardcore. “Liriknya juga saya ubah sedikit dan lebih bercitarasa death metal, tapi nuansa hardcore-nya juga tetap ‘dapat’.”
Tapi lebih jauh, Discern Middle tentunya tidak meninggalkan hardcore sebagai nadi musiknya. Yoma, Hasyim dan Ayub tetap berkiblat pada para monster hardcore seperti Rise Of The Northstar, Hatebreed, Madball hingga Jeruji. Hanya, kali ini dieksplorasi ke arah yang lebih eksperimental. Karena menurut Brandon lagi, hardcore/beatdown pada dasarnya memang lebih leluasa dieksplor, menggabungkannya dengan beberapa sub-genre dari metal yang juga kaya beat. Yang antara lain diserap dari band-band seperti Sepultura, Soulfly, Cavalera Conspiracy hingga Obituary. “Karena menurut saya pribadi, hardcore akan lebih seru dan nge-gas kalau ditambahkan unsur thrash metal dan sedikit death metal,” seru Brandon meyakinkan.
Rencananya, setelah perilisan “We Never Give Up”, Discern Middle segera menggarap materi album baru dengan konsep yang berbeda dibanding band-band di Makassar lainnya. Mereka juga berencana bekerjasama dengan salah satu production house di Makassar untuk penggarapan rekaman album kedua yang bakal dieksekusi secara live. (MK01)