TORE UP: Ekspresi ‘Sakit Jiwa’ dalam “Amentia”

Usai lontarkan “Anxious”, Tore Up mengemas seluruh ide ganasnya dalam sebuah album penuh distortif yang suarakan realitas kesehatan mental.
tore up
TORE UP

Tore Up merangkum pengalaman, pergulatan serta diskusi para personel selama bertahun-tahun dalam album penuh debutnya, “Amentia”. Baik secara pribadi maupun bersama sebagai sebuah band.

Ada delapan komposisi energik yang diraungkan unit hardcore metal bentukan 2021 asal Tangerang Selatan ini. Termasuk lagu rilisan tunggal “Anxious” yang telah diperdengarkan pada 3 April 2026 lalu.

Melalui album yang diedarkan via label Futura Records Asia ini, Tore Up menyuarakan kesadaran kesehatan mental, menghadapi stigma psikologis serta mengakui konflik batin yang sering tersembunyi dalam diam.

Karya ini menjadi pengingat bahwa gangguan kesehatan mental adalah sesuatu yang nyata dan bisa sangat mematikan justru karena ia sering kali tidak terlihat di permukaan.

Para personel Tore Up; vokalis Hanry Marshall, gitaris Ami Novrian dan Naufal Perdana, bassis Suvahdrian serta dramer Fiorel Hilmi ingin menegaskan bahwa memecah kesunyian dan membicarakan isu ini adalah hal yang sangat krusial dan tidak boleh lagi dianggap tabu.

Mustika Kamal

Proses rekaman “Amentia” dilakukan secara organik selama berbulan-bulan sejak awal 2025 lalu. Beberapa lagu mulai digarap saat workshop, hingga diputuskan untuk mulai rekaman pada kuartal akhir 2025.

“Saat itu kami mulai rekaman di salah satu studio di Tangerang (Studio 37). Namun karena satu dan lain hal, kami memutuskan untuk ke Bandung dan merekam semua track di Fun House Studio,” beber Tore Up kepada MUSIKERAS.

Secara keseluruhan, lanjut mereka, proses pembuatan “Amentia” cukup seru, dimana setiap keputusan ditentukan bersama-sama.

Mulai dari proses kreatif, masuk sesi rekaman hingga penentuan atau pemilihan artwork hingga penunjukan Zain Muhammad (Past Fiction) dari Mozz Project Studio, Bali, yang dipercaya untuk menggarap proses mixing dan mastering.

Sementara untuk urusan visual (artwork) Amentia digarap oleh Riza Prawiro (Oyoy) dari unit sludge metal asal Jakarta, Godplant, yang menerjemahkan tema kerentanan dan kompleksitas pikiran manusia ke dalam bentuk visual.

Dari delapan lagu yang tersaji, Tore Up juga mengajak Mustika Kamal (W.A.I.T/Billfold) untuk menyumbangkan vokal di lagu yang juga dijadikan judul album.

Kolaborasi yang memberikan warna baru dan menambah kedalaman emosi di album “Amentia”.

tore up

Sakit Jiwa

Energi kasar dan agresif yang menjadi esensi hardcore tetap dijaga temperaturnya di album “Amentia”. Tore Up juga masih mengedepankan deru ritem gergaji di gitar, permainan dram yang cepat serta agresivitas di vokal.

“Kami membalutnya dengan ketajaman aransemen serta eksplorasi sound dari ranah metal modern. Kami juga memadukan beberapa elemen subgenre metal lainnya seperti chaotic, metalcore, death metal bahkan shoogaze.” 

Sementara untuk memicu ide serta gagasan secara musikal, para personel band yang pernah menjadi penampil pembuka konser band metalcore asal AS, END saat tur mereka di Jakarta pada 2 Juni 2023 lalu, mengaku mencoba melakukan tapak tilas ke era band seperti Deftones.

Hal yang membuat mereka akhirnya kepikiran untuk mencoba memadukan beberapa riff mereka dengan nuansa yang sedikit lebih melankolis.

“Karena kami lagi mau explore hal-hal baru dan tidak cuma terpaku ke satu sisi saja. Referensi seperti Deftones, END, Sick of It All, Amira Elfeky dan lain-lain.”

Keseruan rekaman yang tadi disinggung di atas melahirkan delapan trek yang sangat menantang secara teknis bagi Tore Up.

Khususnya di dua lagu bertajuk “Hitam” yang lahir dari kehausan mereka terhadap eksplorasi teknikal serta “S4KJW” (baca: sakit jiwa) yang menjadi momen dimana setiap personel benar-benar meniatkan diri untuk menumpahkan emosi.

Di lagu “Hitam”, mereka menerapkan ketukan yang berbeda-beda serta perubahan tempo yang dinamis dalam satu lagu yang sama.

Sementara si “S4KJW”, tantangannya bukan cuma karena temponya yang sangat cepat, melainkan karena ada beberapa bagian yang direkam secara spontan tanpa panduan ketukan (metronome).

“Hal ini sengaja kami lakukan untuk memberi ruang bagi setiap personel agar bisa berkreasi dan mengeksplorasi keliaran musik secara acak.”

Album “Amentia” sepenuhnya sudah bisa didengarkan di seluruh gerai musik digital – termasuk di laman Bandcamp – sejak 6 Juni 2026 lalu. (@mudya_mustamin/MK01)

Susunan lagu:

  1. Anxious
  2. Suram
  3. S4KJW
  4. Burning Inside/INK
  5. Amentia
  6. Drowning
  7. Hitam
  8. Nothingness
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
festering scum
Read More

FESTERING SCUM: Cetuskan Debut ‘Hardgore’

Terpicu riff lambat yang ‘beracun’, Festering Scum terbentuk, lahirkan karya rekaman yang sarat ‘cipratan darah’ oplosan metal dan hardcore yang brutal.
morbid
Read More

MORBID: Reuni Atas Nama Musik Metal

Hampir tiga dekade vakum, kini Morbid melanjutkan hajatan reuninya dengan kembali melepas lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “Bayangan Hitam”.