The SaosTomat kembali ke permukaan, usai melewati masa kevakuman yang cukup lama. Unit punk rock bentukan April 1994 silam di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur ini menandainya dengan meluncurkan lagu rilisan tunggal bertajuk “Jimmy Go”.
Bagi band yang kini dihuni formasi gitaris Sane Ary dan Restu Aditia, bassis Hendi Ablong, dramer Jacob Sianipar serta vokalis Irsya Wahyudi ini, kehadiran mereka bukan sekadar menjadi ajang nostalgia.
Namun juga sebagai bukti bahwa energi punk rock dan rock n’ roll tetap hidup dan relevan hingga hari ini.
Itu pula salah satu alasan mengapa The SaosTomat memutuskan untuk menggarap ulang lagu “Jimmy Go” yang dianggap meneriakkan lirik yang masih relevan dengan kondisi hari ini.
Lagu itu dihadirkan sebagai lagu penuh energi yang merepresentasikan semangat hidup dan perjuangan sehari-hari.
Menceritakan bahwa sebenarnya kita semua adalah ‘Jimmy’, sosok yang terus bekerja keras siang dan malam demi menjalani hidup dengan penuh semangat.
Sekaligus, dengan aransemen yang agresif, sarat lecutan semangat namun tetap mudah dinikmati, “Jimmy Go” menjadi penanda kembalinya The SaosTomat dengan semangat baru tanpa meninggalkan karakter musik mereka yang telah dikenal sejak lama.

Inggris-Amerika
Versi awal lagu “Jimmy Go” sendiri termuat di album “Chaos to Mad” yang pernah dirilis dalam format fisik (CD) oleh Mata Kiri Records dan Movement Records pada 2011 silam.
Versi awal itu, direkam menggunakan metode live recording. Kini, di versi terbaru, komposisinya digubah oleh bassis sekaligus pendiri The Saos Tomat, Hendy Ablong.
Karena sebelumnya band ini kerap mengalami bongkar pasang personel, akhirnya baru pada 2023 lalu, aransemen musik “Jimmy Go” diaransemen ulang atas ide dari vokalis baru, Irsya Wahyudi.
“(Kini) Menjadi lebih singkat dan padat, karena lagu ini dipangkas hampir satu menit lebih pendek dari versi lama,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS mengungkap proses kreatif di balik penggarapannya.
“Lagu ini sempat beberapa kali direkam ulang dan diulang kembali dengan formasi terbaru, dengan sound lebih vintage ala rock n roll klasik punk ’70-an.”
Terapan musik The SaosTomat sendiri sangat terpengaruh karakter bunyi ‘kotor’ punk klasik dan rock n roll era 70-an. Terdengar apa adanya.
Karakter yang mereka akui sangat kental terpengaruh musik besutan pejuang punk legendaris macam The Sex Pistols, The Clash, Ramones, Social Distortion, Chuck Berry hingga Cock Sparrer.
“Tapi artikulasi vokal masih jelas terdengar. Yang unik adalah seperti mendengar perkawinan aura energik rock klasik gaya Inggris bertemu Amerika di saat yang bersamaan.”
“Jimmy Go” sendiri diproyeksikan sebagai langkah pemanasan menuju peluncuran album mini (EP) terbaru yang bakal dibekali lima amunisi lagu.
Sejauh ini, para personel The SaosTomat memberi bocoran proses penggarapan yang sudah mencapai 90% dari keseluruhan produksi. Rencananya bakal dirilis Agustus 2026.
Dengan modal “Jimmy Go” versi baru plus sebuah EP yang tengah dipersiapkan, The Saos Tomat siap kembali beraksi di skena punk Tanah Air.
Mereka sudah berkomitmen akan terus konsisten berkarya dan menginginkan pesan dari lirik mereka bisa terdengar luas dan bisa membawa dampak positif di masyarakat.
“Juga, target wajib kami adalah tahun 2027 bisa menghasilkan album penuh dan konsisten menyuarakan kejadian-kejadian serta distorsi-distorsi sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, baik di dalam negeri dan dunia nyata.”
Dengarkan “Jimmy Go” via label Delapan Musik di berbagai gerai musik digital serta video musiknya yang bisa ditonton di tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)