JET Reuni dan Rilis Ulang Album “Get Born” dan “Shine On”

Menyusul reuni yang mereka lakukan di awal 2017, salah satu band rock tersukses di Australia, Jet bakal merilis ulang dua album awalnya, yakni “Get Born” dan “Shine On” dalam kemasan deluxe editions via label Rhino Records. Kedua album yang telah melewati proses mastering ulang tersebut bakal diedarkan ke seluruh dunia mulai 16 Juli 2017 mendatang. 

Baik “Get Born” maupun “Shine On” masing-masing bakal disertai tambahan lagu-lagu versi demo, live serta karya rekaman yang belum pernah dirilis resmi. “Get Born” merupakan album debut Jet yang dirilis pertama kali pada 14 September 2003 via Elektra Records dan berhasil mencetak angka penjualan sebesar lebih dari 3,5 juta keping di seluruh dunia. Album yang digarap Jet di Sunset Sound Studios, di Los Angeles, AS bersama produser Dave Sardy (Marilyn Manson/The Dandy Warhols) tersebut memuat lagu Jet yang paling popular, yakni “Are You Gonna Be My Girl” serta “Look What You’ve Done”. Di versi deluxe album ini, antara lain disertakan rekaman lagu “Are You Gonna Be My Girl” versi Live – AOL Session.

Masih dengan Dave Sardy, Jet lantas menggarap “Shine On” di Barbados,  Massachusetts dan Los Angeles, AS dan merilisnya pada 30 September 2006 via Atlantic Records dan Capitol Records. Dari album ini melejit single “Put Your Money Where Your Mouth Is”.

Tentang kedua album tersebut, dramer dan sekaligus pendiri Jet, Chris Cester menyebutnya tercipta di masa ia dan personel Jet sedang berada di puncak kreativitas dalam bermusik. “Masa yang sangat liar, dan sebuah periode yang sangat kreatif. Kami sungguh berada di puncak selama tiga tahun berturut-turut.”

Setelah terbentuk pada 2001 di Melbourne, Jet bergerak sangat cepat meraih popularitas dunia. Dari album “Get Born”, lagu “Are You Gonna Be My Girl” dan “Cold Hard Bitch” berhasil menempati peringkat puncak di US Billboard Modern Rock Singles Charts dan membawa mereka tur keliling dunia dan menjadi headliner di berbagai festival musik. Angka penjualan tiga album yang pernah dirilis Jet – termasuk “Shaka Rock” yang dirilis via EMI Records pada 19 Agustus 2009 – berhasil mencetak angka lebih dari 6,5 juta keping di seluruh dunia. Jet yang dihuni formasi dua bersaudara Chris Cester dan Nic Cester (vokal/gitar/piano), lalu Cameron Muncey (gitar) dan Mark Wilson (bass/kibord) adalah salah satu band yang membawa trend kebangkitan sub-genre Garage Rock ke panggung mainstream.

Pada 9-10 September 2017 mendatang, Jet dijadwalkan bakal tampil di panggung Soundrenaline yang bakal berlangsung di Garuda Wisnu Kencana, Bali. (MK03)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.